1. Here Is Come The Morning

13.9K 810 48
                                        

Aku terlalu sering membaca cerita fiksi remaja dan mendapati fakta bahwa kebanyakan kisahnya dimulai dari sang tokoh utama terbangun dari kasur empuknya karena deringan weker atau sahutan orang tua mereka memenuhi isi kamar nyamannya.

Dan saat ini aku menyadari kenapa cerita-cerita itu di sebut fiksi. Karena kejadian yang terjadi di cerita-cerita itu tidak selamanya sama dengan kejadian di dunia nyata.

Buktinya saja aku.

Aku terbangun dari mimpiku bukan karena bisingan weker atau jeritan ibuku. Aku juga tidak merasakan empuknya kasurku. Aku bahkan tidak dapat merasakan kenyamanan kamarku sendiri.

Aku terbangun karena ulah sinar mentari yang berhasil menerobos dedaunan rindang di atasku. Memaksaku membuka mata karena cahayanya berhasil menjangkau wajahku. Aku bahkan harus menggunakan tangan kananku sebagai pelindung mataku karena silaunya cahayanya.

Dan setelah nyawaku terkumpul semua, aku mendapati diriku sedang terbaring diatas tanah keras berlapisi dedaunan kering dengan pemandangan yang dikelilingi pilar-pilar pohon yang tinggi menjulang.

Butuh beberapa detik untuk otakku selesai memuat fakta bahwa aku sedang terbaring di tengah hutan.

Aku langsung membangun diriku untuk terduduk sebelum angin pagi berhembus dan aku menemukan fakta lain tentang aku dalam keadaan bertelanjang dada. Dan dari tampilan boxer yang ku kenakan sekarang sama dengan semalam yang aku gunakan, membuatku menyimpulkan bahwa aku telah semalaman tidur di hutan.

Ugh... not again

Tanpa membuang waktu lagi,
Aku mengangkat diriku untuk mulai berlari keluar dari hutan ini setelah sebelumnya merenggangkan badan dan menguap sebentar.

Lariku semakin lama semakin cepat membuat aku dapat merasakan segarnya angin pagi yang membuatku semakin semangat untuk berlari.

"Kau tahu, aku bisa membuatmu berlari lebih kencang" Aku dapat mendengar seseorang berucap di kepalaku dan memilih untuk mengabaikannya

"baiklah, aku hanya menawarkan bantuan saja" ucapnya sekali lagi.

Sementara aku masih fokus dengan kegiatan lari pagiku.

Rambut dark brown-ku berkibas-kibas tertiup angin sementara keringat mulai melumuri kulit tan-ku.

Aku melanjutkan aktivitas lariku ditemani suara di kepalaku yang kini mulai mendumel tak jelas. Sementara aku sama sekali tidak memberi satu perhatianpun pada isi cerita si suara dalam kepalaku itu.

"... dan kau harus melihat rusa itu. Aku bahkan bisa merasakan rasa takut dimatanya. Ugh! Seandainya semalam kau tidak makan banyak Damon... eh Damon? Damon?"

Setelah lebih dari lima menit aku diamkan, si suara itupun mulai protes.

"Apa kau mengabaikanku, Damon?!" Dia menggeram

"Selamat pagi juga, Luna" akhirnya untuk pertama kali di pagi ini aku berbicara. Menyapa si pemilik suara di kepalaku dengan semangat yang dipalsukan.

"Kau mengabaikanku" simpulnya.

"Kau membuatku tidur ditengah hutan" balasku dengan menggunakan suara pikiranku.

"Tapi kau tak perlu mendiamkanku begitu" belanya.

"Kau sudah tiga kali membuatku tidur ditengah hutan dalam sebulan ini"

"Hei! Aku tidak bisa menahannya. Bulan malam ini sangat indah. Aku terlalu bersemangat"

"Dan untuk ketiga kalinya kau menghilangkan kaosku"

I am The Luna [On Hold]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang