Episode 4 - Green Tea Latte (Jimin)
---
"Park Jimin! Kembalikan!"
Kegaduhan adalah hal pertama yang mendeskripsikan Minggu pagi ini di Milky Way café. Seokjin hanya bisa menghela nafas saat melihat dua orang anak manusia berkejar-kejaran di hadapannya dan hampir saja membuatnya menumpahkan espresso yang baru saja ingin ia antarkan ke pelanggan.
"Hei, hei! Ini bukan taman bermain!" Namjoon berseru dari balik mesin kopi. Bagaimana lagi, ia harus menasihati kedua orang yang masih saja berlari kesana kemari seperti Tom and Jerry itu sebelum ada sesuatu yang rusak di Milky Way.
Namun orang yang menjadi sumber utama kegaduhan, Mr. Park Jimin, masih saja sibuk mengangkat-angkat tangannya yang memegang semacam buku tinggi-tinggi, jauh dari jangkauan gadis bertubuh kecil yang sepertinya sudah hampir kehabisan nafas mengejarnya.
"Kukatakan sekali lagi.." Gadis itu menarik nafas panjang, mengumpulkan seluruh kekuatannya yang tersisan untuk melompat dan meraih buku-yang tak lain adalah buku fisika universitas miliknya-dari genggaman Jimin. "Park Jimin, kembalikaaan!"
Jimin berjinjit dan tertawa saat gadis bernama Song Kyungmi itu hampir kehilangan keseimbangan karena tidak bisa merebut buku ber-cover abu-abu itu dari tangan Jimin si jahil. Kenapa sih anak itu? Kenapa Kyungmi tak pernah lepas dari keusilan orang yang entah bagaimana bisa satu perguruan tinggi dengannya setelah menghabiskan tiga tahun di kelas yang sama saat SMA dulu itu?
Kyungmi menghela nafas dan kemudian mendudukkan dirinya di kursi mana saja yang ia lihat. Ia memasang tampang cemberut dan kemudian membuang pandangan dari Jimin yang kini tengah tertawa di hadapannya.
"Wah, Kyungmi cemberut." Jimin menggembungkan pipinya kemudian mendudukkan diri di hadapan Kyungmi. "Kenapa? Apa salah jika aku tidak ingin kau belajar di hari Minggu?" Jimin mengerjap-ngerjapkan matanya. "Aku pikir kau kesini untuk menemuiku dan melihatku bekerja dengan kerennya, tapi ternyata kau kemari untuk belajar? Come on, Song Kyungmi. Ini hari Minggu, dan ini masih pagi!"
Kyungmi melirik Jimin tajam. "Pertama, aku tidak pernah berniat untuk menemuimu dan melihatmu bekerja dengan.. apa? Dengan kerennya?"
"Mm..hm?" Jimin mengedipkan sebelah matanya.
"Hh.. lupakan. Kedua, aku bukanlah si kutu buku yang mau repot-repot belajar di hari Minggu yang sepagi ini. Tapi besok adalah ujian tengah semester, Tuan Park Jimin yang bahkan tak tahu hal itu." Kyungmi mengucapkan kata demi kata dengan penuh nada sarkastis.
"Oh ya, Nona Song Kyungmi yang tahu segalanya? Lalu.." Jimin kemudian menyadari kehadiran Seokjin yang sejak tadi memperhatikannya dengan kedua tangan terlipat di depan dada. "Oh yeah, Tuan Park Jimin harus mencuci piring." Jimin berdiri dan melangkah malas ke wastafel setelah melayangkan sebuah wink pada Kyungmi yang langsung memutar kedua bola matanya.
Teringat ia belum memesan apapun semenjak menginjakkan kaki di café ini akibat Jimin yang langsung merebut bukunya dan menjahilinya, Kyungmi berdiri dan berniat untuk melangkah ke mesin kasir saat Namjoon tiba-tiba datang ke arahnya membawa segelas Green Tea Latte dingin.
"Satu green tea latte dingin," ujar Namjoon sambil tersenyum tipis dan menyerahkannya pada Kyungmi.
"N..Ne?" Kyungmi menggaruk-garuk kepalanya. "Aku.. belum.."
"Jimin yang menyuruhku membuatkannya untuk Kyungmi-sshi." Namjoon menunjuk ke arah Jimin yang sedang membersihkan piring kotor sambil bersenandung. "Katanya, segelas green tea latte, seperti yang selalu Kyungmi-sshi pesan jika kesini-dengan ekstra whipping cream."

KAMU SEDANG MEMBACA
Love at The Milky Way Cafe (BTS)
FanfictionBTS members as part time workers, 7 kinds of drinks, 7 kinds of stories. Read and feel the love~