Episode 5 – Americano (Hoseok)
---
"Hoseok hyung, apa aku belum boleh pulang?" Jungkook menggigit bibir bawahnya sambil menatap Hoseok.
"Siapa yang bilang kau belum boleh pulang?"
Jungkook membulatkan matanya, menatap lekat-lekat Hoseok yang kini sedang membersihkan jendela café. Bukannya apa-apa, tapi Hoseok bukanlah tipe orang yang membiarkan pekerja selain dirinya pulang sebelum jam dimana café ditutup, sekalipun sudah tidak ada lagi pelanggan yang datang.
"Aku? Aku juga boleh pulang?" Taehyung yang muncul dari balik mesin kopi menunjuk-nunjuk wajahnya sendiri.
"Hm."
Taehyung melompati meja tempat mesin kopi berada dan berlari ke arah Jungkook. "Benarkah? Apa tadi dia bilang boleh?"
Hoseok meletakkan pembersih kacanya dan memandang ke arah dua orang manusia yang kini tengah menatapnya seolah dia baru saja berubah menjadi ikan seperti film yang baru mereka tonton semalam.
"Iya. Kalian pulanglah." Hoseok kemudian berpindah membersihkan pintu café. "Punggungku, aish." Hoseok berhenti saat merasakan rasa sakit pada punggungnya. Ia sudah cukup kelelahan hari ini, cukup lelah hingga ia tak memiliki cukup energi untuk melarang Jungkook dan Taehyung pulang. Lagipula mengingat berapa jumlah pengunjung malam ini, Hoseok yakin bukan hanya dirinya yang kelelahan.
"Kau kenapa, hyung?" Jungkook yang sudah mengenakan tas ranselnya kemudian membuka tasnya dan meletakkannya di meja dan berjalan ke arah Hoseok yang kini menepuk-nepuk punggungnya. "Hyung, biar aku saja."
"Sudah, kau pulang saja. Lagipula masih ada Yoongi hyung," Hoseok kembali membersihkan pintu café, kemudian terhenti saat ia melihat seorang gadis dari kejauhan. "Ah, dia datang lagi." Hoseok melemparkan pengelap kacanya pada Jungkook dan kemudian berlari keluar café.
"Hei,"
Gadis berponi itu mundur selangkah saat melihat Hoseok berlari menghampirinya, namun tidak mengambil langkah kedua, ketiga dan seterusnya. Ia hanya bisa menatap Hoseok bingung saat pria itu sudah berada satu meter di depannya.
Hoseok tersenyum lebar sambil menunjuk Milky Way. "Aku lihat kemarin kau mondar-mandir di depan café kami. Ah, tadi juga. Apa karena terlalu ramai? Masuklah, kami masih buka."
Tidak ada jawaban yang lebih tepat atas pertanyaan mengapa Hoseok seramah itu pada gadis yang bahkan belum dikenalnya selain karena dia tertarik. Ya, sesederhana itu saja. Memangnya laki-laki perlu berapa lama sih untuk menyukai seseorang? Hoseok hanya butuh beberapa menit untuk sesekali mencuri pandang pada gadis yang berkeliaran di depan café dan anterlihat ragu untuk masuk itu saat Hoseok disibukkan dengan pelanggan kemarin dan beberapa jam lalu. Hoseok tidak berharap macam-macam, ia hanya ingin membuatkan segelas minuman terakhir pada seorang gadis manis untuk menutup café malam ini.
"Eh?" Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya. "Kau melihatku?"
"Ya, aku melihatmu dari balik jendela," Hoseok menggaruk-garuk kepalanya sambil tertawa. "Apa aku terdengar seperti stalker, ya?"
Gadis itu hanya diam dan menatap Hoseok bingung. Lagi-lagi Hoseok merasa ia seolah baru saja berubah menjadi ikan karena ternyata ada orang lain yang menatapnya dengan ekspresi semacam itu selain duo Jungkook-Taehyung. Ada yang punya cermin?
"Hm," Hoseok mengusap-usap lengannya, siapa suruh ia keluar tanpa memakai jaket? "Masuklah, di dalam café kami ada heater merk terbaru yang baru dipasang tadi siang," kata Hoseok bangga sambil menunjuk Milky Way dengan dagunya.
"Ayolah, aku akan memberikan service minuman gratis untuk pelanggan terakhir malam ini. Ayo,"
Gadis itu terlihat bingung sekali lagi, kemudian entah apa yang ia pikirkan hingga ia melangkah maju perlahan saat Hoseok berjalan lebih dulu menuju Milky Way.
"Kalian belum pulang?" Hoseok bertanya pada tiga orang makhluk yang entah kenapa berdiri memandanginya dari balik pintu. "Pulanglah, aku hanya akan membuat pesanan terakhir."
Hoseok tak menyadari bagaimana Yoongi, Jungkook dan Taehyung memandanginya sambil bergidik seolah-olah—lagi-lagi—ia telah berubah menjadi seekor ikan, kali ini tambahan ekspresi ngeri menandakan seolah-olah ia telah berubah menjadi seekor ikan piranha raksasa yang ingin memakan Yoongi, Jungkook dan Taehyung hidup-hidup.
"Susu, habis?" Hoseok mengambil kotak susu dan mengguncang-guncangkannya.
"Eo..Eoh," jawab Taehyung.
"Apa yang tersisa.. hm.. apa yang kira-kira dia suka?" Hoseok melayangkan pandangan pada gadis yang mendudukkan diri di samping jendela dan memandang keluar, entah apa yang dilihatnya. Hoseok tak tahu ia tertarik pada bus yang sedang berhenti di halte, pada sepasang muda-mudi yang tengah berjalan bergandengan sambil tertawa, pada sekelompok anak SMA yang sedang sibuk bercerita, atau apa. Mungkin saja gadis itu memiliki hobi yang sama dengan Taehyung, semacam menghitung daun?
"Hoseok-ah, kau sedang apa?" Yoongi mendekati Hoseok kemudian memperhatikan egerak-geriknya.
"Membuat pesanan, tentu saja. Kali ini spesial," Hoseok mengedipkan sebelah matanya sambil mencampur espresso dengan air untuk membuat segelas Americano—satu-satunya menu yang bisa dibuat dari keterbatasan bahan yang ada larut malam begini. "Ya! Kau kenapa, hyung?"
Hoseok menepis tangan Yoongi yang tiba-tiba sudah mendarat di dahinya. Apa-apaan?
"Aneh." gumam Hoseok sebelum ia mengambil sedotan dan berjalan ke meja gadis tadi sambil membawa Americano buatannya. "Ini,"
Gadis itu mengangkat kepalanya, menatap Hoseok lalu tersenyum. "Terima kasih."
"Bukan apa-apa." Hoseok memeluk nampannya kemudian duduk di hadapan gadis itu. "Anggap saja sebagai utang. Kau harus sering-sering datang kemari. Aku Jung Hoseok, omong-omong."
"Terima kasih juga untuk kopi ini, tapi bukan itu yang aku maksud." Gadis itu menyelipkan rambutnya ke balik telinga sambil tersenyum. "Terima kasih untuk.. telah melihatku,"
"Huh?"
Hoseok memandangi gadis di hadapannya dengan alis terangkat, sementara gadis itu malah membuang pandangan kembali ke luar jendela. Terima kasih untuk apa katanya?
***
"Hyung,"
"Hyung,"
"Berhenti.menempel.padaku.seperti.permen.karet!" Yoongi menghempaskan Jungkook dan Taehyung yang entah sejak kapan menggelayut di lengannya. "Bersikaplah dewasa!"
"Kenapa Hoseok hyung berbicara sendiri?" Tanpa sadar Jungkook menggelayut lagi pada Yoongi. "Apa dia sudah gila?"
Yoongi hanya bisa menghela nafas dan menggeleng. Kalau ia tahu jawabannya ia pasti akan menjawab pertanyaan yang sudah entah sejak kapan ditanyakan Jungkook itu. Ini baru pertama kali terjadi, seorang Jung Hoseok mendadak kehilangan akal sehat dan berbicara pada angin setelah membuat segelas Americano yang bukan untuk diminumnya.
"Mungkin ada seseorang disana, hanya saja kita tidak bisa melihatnya." ucap Yoongi pelan, sebelum kembali melakukan pekerjaannya semula seolah tak ada apapun yang terjadi.
You can meet love in front of Milky way Café,
While making a last Americano
While talking to someone can't be seen by others
Episode 5 – FIN

KAMU SEDANG MEMBACA
Love at The Milky Way Cafe (BTS)
FanficBTS members as part time workers, 7 kinds of drinks, 7 kinds of stories. Read and feel the love~