Three

16.5K 80 0
                                    

Aku berjalan ke arah lift dengan setengah hati. Orang lalu-lalang yang menyapaku hanya kutatap datar.

Ups. Sorry.

Ting!

Lift terbuka. Aku segera masuk dan menekan tombol angka 27 dengan keras.

Saat lift menuju lantai 27, ponselku berbunyi lagi.

Dogs Calling...

"Fucking bitches what do you want?"

aku membentak Thea saat sudah mengangkat telepon.

"Hehehe, by the way, disana tidak ada MUA, your assistant, dan kru-kru yang lain. Disana hanya ada David."

"Hm. So?"

"Masuk ke kamar nomor 2712. Dan disana hanya ada kau, David, kamera, pakaian yang kau kenakan, dan du–, dududu nothing."

Aku mengerutkan dahi bingung.

"Dasar gila."

"I don' care! By the way, Have fun with David!"

Aku memutar bola mata dan keluar dari lift saat lift sudah berada di lantai 27.

Kosong. Benar-benar kosong. Hanya lampu lorong yang menyala.

Aku menuju kamar nomor 2712 dan memencet bel. Tiba-tiba keluar seorang pria dengan kaus putih dan celana jeans.

Tubuhnya menyembul dari balik kaus putihnya. Dan pria ini, tampan.

"David?" tanyaku setelah berkecamuk dengan pikiranku.

David melihatku dengan senyum menggoda. Ia melihatku dari atas kebawah.

"Woa, Nora? Come in," ajaknya.

Aku masuk dan, ya, benar kata Thea.

Tidak ada siapapun kecuali aku dan David.

"So, photoshoot apa yang akan aku lakukan sekarang?"

Aku merebahkan tubuh di sofa.

"Oh ya, hampir saja aku lupa. Kau akan photoshoot underwear."

Aku menatap David sekilas. "Ok. What brand?"

"Apa saja,"

"Maksudnya?"

"Maksudku, apa saja yang kau kenakan saat ini."

"Hah?"

"Any problems?"

Nora terdiam sebentar. "No, nothing."

"Let's go then,"

NoraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang