Four

16.4K 93 2
                                    

David POV

Whoa. Pilihan Thea sangat tepat. Nora. Dari namanya saja sudah terdengar sexy. Apalagi orangnya dan tubuhnya.

Saat pertamakali aku menatapnya, aku terpaku pada payudaranya.

Cukup besar. Pantas saja ia menjadi model pakaian dalam dan brand lain dengan ukuran baju yang minim.

Lalu aku terfokus pada leher putih jenjangnya. Selanjutnya, bibir merah muda miliknya.

Dan yang terakhir, kaki yang jenjang dan mulus miliknya.

Pantatnya dempal, sepertinya empuk untuk diremas-remas.

Ah, aku semakin tidam sabar.

Cklek!

Pintu kamar mandi terbuka. Nora berjalan kearahku dengan bra dan celana dalam putih yang ia kenakan.

Sexy...

"Ok, aku sudah siap."

Mataku tidak bisa lepas dari payudaranya.

"Oke,"

"Aku harus berpose dimana?"

"There," aku menunjuk meja makan.

Nora berjalan tanpa sepatu. Aku menatapnya dari belakang. Sangat sexy.

Ia naik keatas meja makan dan sedikit memberantakkan rambutnya.

"Ready?" tanyaku.

"Ready,"

Aku mengambil fotonya sekali dengan pose kaki ditekuk dan tangan memegang rambut.

Nora merubah posisinya menjadi menggigit jarinya. Fucking sexy.

Pose berikutnya, ia menyampingkan badannya kearah kamera dan menurunkan celana dalamnya setengah, memperlihatkan bagian kemaluannya yang bersih tanpa rambut.

Oh shit. Mataku tidak bisa lepas dari kemaluannya.

Aku memotretnya beberapa kali dengan banyak pose. What a sexy woman.

"Berapa pose lagi yang kau butuhkan?" tanya Nora.

"Em, satu lagi." ucapku. "Bisakah kau, berpose dengan lebih sexy dan menggoda? Buat pembaca bergairah." lanjutku.

"Apa aku harus membuka bra ku dan menjiwit putingku sendiri?" tanyanya.

Bodoh. Hal itu semakin menggodaku.

"Ya. Kau harus. Photoshoot ini juga untuk majalah dewasa kau tahu. Berpose lah lebih menggoda. Kalau perlu lepas semua dalamanmu."

Nora memutar matanya. "Bilang saja kau ingin melihat tubuhku."

Kini Nora berjalan kearah jendela dengan korden hitam. Ia mencoba berpose dengan korden tersebut.

"Bagaimana jika aku berpose dengan korden ini?" tanya nya.

"Silahkan. Aku tidak melarangmu."

Nora mengangguk. Tanpa basa basi ia melepas bra dan celana dalamnya, meninggalkan tubuh bugilnya yang berdiri dihadapanku.

Aku menelan ludah.

Ia menutupi payudara kirinya dengan korden dan mengangkat lebar kakinya.

Oh fuck, batinku.

"It is over?"

Nora berjalan kearahku yang terduduk dilantai setelah mengambil foto nya dari bawah.

"Yeah," ucapku pelan. Sangat pelan.

Entahlah i just, oh fuck! I want to fuck her so bad!

yOookk guyss gimana ceritanya setelah beberapa chapter diposting? comment yas! vote juga jangan lupa! much much much loveee ♥♥♥

NoraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang