Part 6

323 18 1
                                        

"Prilly mana,tte."

"Lagi ke toilet tuh."

ali yang baru saja tiba di kampus,menghampiri gritte yang sedang duduk di depan ruang kelasnya.Ali mengambil posisi duduk di samping gritte dengan mengangkat satu kaki nya dan menumpunya diatas kakinya yang satu lagi.

Gritte membenarkan posisi duduknya memiringkan tubuhnya hingga menatap ali."eeh li,daritadi si prilly tuh kaya orang gila tau gak." Ali melirik gritte sekilas dan kembali mengalihkan pandangannya menatap ke depan."dia kan emang kaya orang gila tiap hari."ucap ali dengan menarik salah satu ujung bibirnya.

Gritte memukul pelan bahu ali."bukan gitu maksud gw li,ya daritadi tuh dia aneh aja,senyum-senyum sendiri,megangin bibir nya terus nyiumin tangannya sendir,gw yakin materi kuliah tadi ga ada yang masuk ke otaknya dia."

"kesambet kali."jawab ali

"Sembarangan lo kalo ngomong,gw rasa nih prilly jadi makin gila karna udah kecintaan banget sama om lo yang dj itu tuh.Perasaan waktu gw jatuh cinta sama ka arif ga gitu-gitu banget dh,ga sampe kaya orang sedeng gitu."

Ali mengangkat kedua bahunya sekilas,sebenarnya ali tau apa yang buat prilly seperti ini.Ali menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar,membuay gritte yang berada tepat disamping nya mendengar jelas hembusan berat dari nafas ali."kenapa lo li?"tanya gritte yang heran dengan sikap ali,ga seperti biasanya,ali yang terkenal jail dan pecicilan hari ini terlihat lebih diam.

Ali menggelangkan kepalanya."ga apa-apa"

"hayooo...ngomongin gw ya kalian."ucap prilly sedikit teriak yang membuat kedua sahabatnya tersentak.

"Yeee geer,siapa juga yang ngomongin lo."sahut gritte

"Nah itu kalian berdua serius banget ngobrolnya pasti ngomongin gw kan prilly auliya si imut yang cetar sejagat kampus."ucapnya penuh percaya diri.

Gritte menoyor kepala prilly yang berdiri di sampingnya."kepedean lo."

ali beranjak dari duduknya,menghampiri prilly dan menarik tangan prilly. "Ikut gw bentar."

"woow,ada apaan nih li,kayanya penting banget,pantes daritadi muka lo tegang."ucap gritte.

"Ga ada apa-apa tte,kalian masih ada jam ngampus?"

"Masih nanti jam 1"sahut prilly

"Sama kalo gitu gw juga ada dosen jam 1 nanti,tte gw pinjem prillynya bentar."

"bawa aja sana li,biasanya juga langsung lo bawa tuh bocah tanpa izin sama gw."sahut gritte.Ali pun menarik tangan prilly dan membawanya ke taman yang berada di belakang kampus.

*******
Ali dan prilly duduk bersandar di bawah pohon rindang di atas rerumputan.Tempat ini memang menjadi favorit mereka dan juga gritte.

"Semalem lo ngapain?"tanya ali yang enggan menatap prilly disampingnya tapi malah sibuk mencabuti rerumputan yang ada disekitar tempatnya duduk.

"Semalem??semalem gw ga ngapa-ngapain ko."ucap prilly gugup,berasa kaya maling yang lagi di interogasi sama polisi.

"Ga usah bohong lo,semalem lo kerumah gw kan?"

prilly menatap ali yang masih enggan menatapnya."ko lo tau?"

"gw liat"jawab ali datar

"lo liat?" Ali melirik prilly sekilas dengan ekor matanya,menyandarkan punggungnya ke batang pohon mencari posisi senyaman mungkin.Prilly pun mengikuti ali menyandarkan punggungnya ke batang pohon.Sesaat suasana canggung mendominasi diantara mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing.

I LOVE YOU,OM DJ!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang