Thx bgt buat beberapa readers #AGBC yang nyempetin buat vote and comment, author apreciated banget, so .. Happy reading^^
AuthorPOV
Andre mencoba untuk menyeimbangkan badannya. Kepalanya sangat berat. Jari nya terus membentuk pola abstrak di samping pintu. Pintu itu terbuka. Ya, Andre sudah hapal di luar kepala password apartemen Via. Dan Via pun tidak merubah password apartemennya setelah kejadian tempo hari lalu bertengkar dengan Andre.
Andre merasa haus, ia pergi ke dapur dan mengambil Air hangat untuk menetralkan rongga mulutnya dari bau alkohol. Ia terduduk di meja makan. Dengan kondisi mata yang tidak sepenuhnya terbuka. Teler . Andre merasa badannya sangat lengket.
Gue pengen mandi di kamar Via ah.
Andre pun berjalan susah payah menuju kamar Via. Ternyata terkunci. Andre kesal bukan main.
Sial. Di kunci dari dalem lagi!
Andre yang teringat sesuatu langsung berjalan ke arah dapur dan mengambil pot bunga sintesis di atas lemari kultas.
Ah.. Ada!
Ternyata itu adalah kunci cadangan kamar navya
Ceklek
Kamar Via yang terbuka menampakan keadaan yang gelap hanya di terangi lampu tidur di atas nakas kanan kiri tempat tidur. dan menampakan seseorang yang tertidur lelap dilapisi selimut tebal menghadap ke arah Andre.
Dengan gerakan tanpa suara Andre menutup pintu dengan sangat pelan. Menggantungkan jaketnya pada gantungan yang tersedia di balik pintu. Kini di tubuhnya tinggal menyisakan seragam SMAnya. Andre berjalan sangat lamban menghindari suara yang akan muncul ketika ia berjalan. Menyimpan handphonenya di atas nakas samping kasur Via lalu Andre terjongkok mensejajarkan wajahnya pada wajah Via. Memperhatikkan wajah Via yang terlihat karna bantuan sinar lampu tidur.
Lo cantik Vi. Batin Andre
Andre mengecup mata sebelah kanan Via yang tertutup. sangat lembut, pelan dan sedikit lama seakan tak ingin kehilangan Via, lalu ia beranjak dari posisinya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Andre telah selesai dari mandinya. Kini andre hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggang menutupi sampai bawah lututnya. Handuk itu milik Via yang berwarna pink.
Dalaman juga seragam SMA nya ia lempar pada tumpukan baju kotor bersama baju Via yang lainnya .
Andre melepas handuknya di sembarang tempat saat mau menaikki kasur dan berniat untuk tidur bersama Via. Dan sekarang dia telanjang tanpa sehelai kainpun.
Andre menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Andre tidak peduli dengan keadaannya yang naked . Lalu memejamkan mata berniat untuk tidur.
Andre gelisah. Dan Andre belum kunjung tidur. Andre terduduk membuat selimutnya hanya menutupi bagian bawah dirinya lalu menggapai tubuh Via untuk berbalik ke arahnya. Andre tersenyum melihat tidur Via yang sangat nyenyak.
"Vi, gue gabisa tidur. Lo bangun dong!" ucap Andre sambil menggoyangkan tubuh Via perlahan.
Andre bahkan tidak peduli jika Via terbangun dan melihat dirinya berada di kasur yang sama dengan keadaan seperti itu.
Entahlah .. Mungkin pengaruh alkohol dalam diri Andre tidak membuatnya mabuk dalam jangka waktu yang lama. Hanya otaknya sedikit sengklek . Kini tubuhnya terasa segar bugar dan penglihatannya sangat tajam meski dalam keadaan gelap.
Andre tidak kehabisan akal. Dia menyibakkan selimut yang sedang Via gunakan dan memperlihatkan tubuh sintal milik Via.
Via menggunakan piama panjang berwarna hijau dengan gambar tokoh beruang.
Atasan piama itu memakai sistem kancing di bagian depannya. Andre pun mengubah posisi Via menjadi terlentang.
Membuka kancing demi kancing piama bagian depan Via. Menarik paksa celana piama milik Via dan melempar keduanya kesembarang arah. Andre melakukan nya dengan sangat mulus. Seperti seorang Ibu yang sedang menelanjangi bayi nya.
Ditubuh Via kini hanya tersisa dalaman yang sama sama berwarna merah.
Andre menelan ludahnya bak menelan batu.
Andre melayangkan tubuhnya di atas tubuh Via dengan bertumpu pada lengan kirinya. Andre menciumi bibir Via dengan sangat lembut meluapkan semua perasaan yang berkecamuk tak bisa ia mengerti. Tangan kanan nya bergerak mencari kaitan beha yang sedang dipakai Via. Ciuman lembut Andre tak terlepas meskipun lawan bibirnya tak membalas sedikitpun.
Andre lagi lagi tidak memikirkan reaksi Via jika Via terbangun.
Tangan Andre bergerak melepas beha itu perlahan. Matanya masih tertutup menikmati bibir lawannya yang sangat terasa manis.Merasakan miliknya yang mengeras bersentuhan dengan milik Via yang masih terbalut kain tanpa berniat untuk melepasnya.
Akhirnya benda itu terlepas. Andre terdiam lalu terkesiap melihat apa yang di hadapannya adalah gunung kembar milik sahabatnya. Dengan gerakan cepat ia menciumi payudara Via sekilas lalu berhenti. Menatap Via lalu bergerak mendekati leher Via. Meninggalkan jejak kepemilikannya disana.
"Lo milik gue sekarang Vi," ucap Andre dengan santai mengelus pipi Via yang tirus. Tanpa takut Via terbangun.
Andre menciumi bibir Via lagi dan lagi sambil memainkan penuh kelembutan gunung kembar itu bergantian dengan tangan kanannya.
Via dalam tidurnya merasa ada yang berbeda. Angin semilir semilir terasa menusuk tulangnya begitu dalam. Namun ia enggan untuk membuka mata. Seperti ada yang kenyal dan basah menyentuh bibirnya.tangan Via bergerak mencari selimut.
Melihat itu Andre berhenti dari Aktivitasnya. Menjauhi tubuhnya dari tubuh Via dan menyelimuti Via.
"Via gue sayang sama lo," ujar Andre mengecup kening Via lembut. Andre bergerak bergegas pergi ke kamar mandi. Tidak peduli tubuhnya yang telanjang bulat.
"Nggghhh ..."Andre mengerang ketika mengeluarkan cairan dalam tubuhnya melalui adik kecilnya di closet.
Andre kembali ke kasur sibuk memperhatikan wajah Via yang masih terlelap dengan posisi terduduk.
"Oh iya," gumam Andre seperti mengingat sesuatu. Lagi lagi Andre menyibakan selimut yang Via gunakan memperlihatkan Via yang hanya memakai celana dalam. Andre bukan berniat untuk memakaikan lagi pakaian untuk Via. Tangannya malah bergerak untuk menarik celana dalam itu sangat pelan namun akhirnya terlepas juga.
"Cuma gue yang bisa liat tubuh lo yang naked Vi,cuma gue." ucap Andre dengan muka datar.
Andre menutupi lagi tubuh Via dengan selimut seperti semula. Bibirnya tak henti untuk tersenyum. Tiba tiba Via bergerak membalikkan tubuhnya dan memeluk guling. Andre sedikit terkejut dengan pergerakan Via yang begitu menggemaskan.
Andre yang lelah dengan aktifitasnya mematikan lampu tidurnya. Kini keadaan kamar Via sangatlah gelap Andre pun ikut masuk kedalam selimut menghadap Via yang sedang memeluk guling. Andre sempat bingung melihat Via yang sangat nyenyak dalam tidurnya meskipun mendapatkan banyak sentuhan dari Andre. Tapi andre tidak terlalu ambil pusing.mungkin Via kecapean. Kaki dan lengan Andre bergerak memeluk tubuh Via. Andre menatap wajah Via sebentar lalu memejamkan matanya. Andre tersenyum mengingat dirinya yang tidur bersama Via dengan kondisi tubuh yang sama sama telanjang bulat. Di dalam diri Andre, Andre berteriak meronta ronta ingin memasuki miliknya kedalam milik Via . namun ini bukan waktu yang tepat. Tubuhnya sangat lelah sekarang.
.............
Si Andre geje yeth? Wkwkwkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
AJARI GUE (ber)CINTA
Fiksi RemajaAkhirnya gue cuma bisa meluk Via. Berusaha untuk membuat Via tenang di pelukan gue. Gue udah biasa meluk Via kaya gini saat Via lagi sedih, marah, bahkan nangis kaya gini. Yang ga gue biasa, Via nangis itu gara-gara gue. gara-gara gue. -andreas ni...
