Bab 4 : The Princess

9.7K 807 12
                                        

Sebuah tangan menepuk lenganku lembut, dan memanggil-manggil namaku dengan suara pelan. Hal itu membuatku mencoba membuka mata dan mataku langsung bertemu dengan mata coklat kemerahan yang mampu membawaku hanyut kedalamnya. Ia menatapku datar dan dingin, sedangkan aku menatapnya bingung. Aku berkedip-kedip mencoba mencerna suasana saat ini.

"Cepatlah bangun, aku dan Mom menunggu di bawah untuk makan malam." suaranya datar, lalu ia pergi begitu saja. Aku duduk dan mengusap-usap mataku, merenggangkan otot-ototku yang terasa kaku. Aku bangkit dan menuju kamar mandi. Mencuci muka, lalu menyisir rambut pirang pasir yang bergelombang milikku. Aku merapikan kamarku, lalu pergi meninggalkan kamar itu. Di bawah, aku disambut dengan meja kayu penuh makanan-makanan lezat, yang tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya yang sangat enak. Mom (Mrs. Lusy) tersenyum kearahku, sedangkan Qing menatapku dengan tatapan favoritnya, dingin. Entah kenapa aku langsung memahami sifatnya.

Aku lalu menarik kursi dan duduk, ternyata di depanku sudah disiapkan piring dengan makanannya juga. Aku langsung melahapnya dan menghabiskannya. Ini benar-benar enak, aku tak bisa mendeskripsikannya lagi, sungguh.

"Jadi, siapa sebenarnya aku dan ibuku? Kenapa kalian bisa tau tentang ibuku?" Tanyaku sambil menatap mereka, makananku sudah habis, dan aku menatap mereka berdua yang sedang melahap makanan mereka. Mereka berhenti bergerak dan menatapku datar, aku jadi merasa canggung dengan suasana ini. Sepertinya aku terlalu terburu-buru.

"Ergh-em... Salah jika aku bertanya?" Aku berdehem lalu mencoba memecah keheningan. Dan dua orang dihadapanku kini malah terbatuk-batuk dan berdeham juga. Qing kembali menatap makanannya, dan kembali melahapnya lagi. Sedangkan Mom menatapku dengan senyumnya, aku yakin ia akan menjelaskan semuanya padaku.

"Kau adalah Putri kerajaan, Vea" kata Mom dengan lembut padaku. Aku mengangkat satu alis dan menatapnya bingung. Fakta apalagi ini?

"Putri kerajaan?"

"Ya, putri dari Ratu Mariana Sage." jawabnya dan kembali menyuapkan sesendok sup jagung kedalam mulutnya. Keningku berkerut dalam.

"Ratu?" Tanyaku tak mengerti.

"Akanku ceritakan semuanya." jawab wanita setengah baya itu sambil memakan makanannya lagi.

"Dahulu kala, para penyihir hitam atau penyihir jahat yang ingin menguasai dunia immortal, mengubah salah satu Manusia dengan mantra mereka, menjadi makhluk immortal yang bernama Evergenity. Hal itu bermaksud untuk membantu mereka menyebarkan kejahatan. Vahtra Sage, adalah Evergenity pertama yang di ciptakan oleh para penyihir hitam. Setelah itu Evergenity-Evergenity selanjutnya diciptakan. Mereka diperbudak dan diperintah untuk menyebarkan kejahatan dan membantu penyihir hitam untuk menguasai dunia immortal." jelas Mom panjang lebar.

"Lalu?" Tanyaku dengan polosnya.

"Akhirnya, mereka tersadar kalau yang mereka lakukan itu salah. Mereka memberontak dan kabur. Mereka membentuk kelompok yang dipimpin oleh Vahtra. Bertahun-tahun mereka hidup damai dan makmur dalam pelarian, mereka membentuk kerajaan yang besar, karena Evergenity sudah sangat banyak. Vahtra menikah dengan salah satu Evergenity bernama Leo. Mereka mempunyai dua orang putri, yaitu ibumu, Mariana Sage, dan bibimu Rosiane Sage. Hingga pada suatu hari saat penobatan ibumu yang akan menggantikan nenekmu menjadi Ratu, penyerangan terjadi. Para penyihir hitam ingin menghancurkan para Evergenity, karena Evergenity adalah ancaman bagi mereka. Hanya Evergenity yang mampu mengalahkan mereka karena mengetahui kelemahan mereka. Vahtra gugur dalam pertempuran itu, sedangkan dua putrinya dan Evergenity yang tersisa kabur." Jelas Mom yang masih sedikit kurang kumengerti.

"Mereka tinggal di pedalaman hutan di dunia manusia, namun pada akhirnya mereka pindah lagi dan tinggal di Dunia Tengah. Ibumu yang saat itu masih menjadi seorang gadis yang pantang menyerah, membangun sebuah Istana sederhana di tengah hutan ini. Awalnya kami juga tinggal di istana, namun karena kami semakin banyak, kami akhirnya membangun distrik-distrik, dan hidup makmur. Hari kebahagiaanpun tiba, bibimu menikah dengan seorang Evergenity kesatria bernama James, sedangkan ibumu yang berstatus sebagai kakaknya, malah belum memiliki kekasih. Hingga suatu hari, ibumu bertemu dengan ayahmu yang seorang manusia. Ia tidak mau mengakui jati dirinya pada Ayahmu, ia mengaku bahwa ia adalah manusia sebatang kara. Dan lama-kelamaan ibumu terlanjur sangat mencintai Ayahmu. Marianapun ikut ayahmu dan hidup layaknya seorang manusia. Tahta diturunkan kepada bibimu, dan bibimu yang bernama Rosilah yang memimpin kami hingga sekarang, dan sampai detik ini." jelas Mom lagi padaku. Aku tidak menyangka masalahnya serumit ini.

EvergenityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang