Hyojin kini masih terbaring lemah diranjang rumah sakit. Bukan karena dia belum sadar tapi gadis kecil itu tengah tertidur pulas. Beberapa waktu yang lalu kesadarannya telah kembali dan itu cukup membuat ahjumma yang Hyojin ketahui bernama Jein itu merasa lega.
Jein ahjumma dan Hyojin bisa langsung akrab, walaupun pertemuan mereka terbilang singkat dan cukup tak lazim, tapi keduanya bahkan sudah terbiasa mengobrol satu sama lain.
Hyojin merasa sosok Jein ahjumma sama persis dengan mendiang eommanya dulu. Ramah dan hangat, bahkan senyuman itu sangat mirip dengan senyuman milik eommanya.
Jein ahjumma juga tak segan menyuruh Hyojin untuk memanggilnya 'Eommonim' dan Hyojin menerimanya dengan senang hati. Berbagai hal mereka ceritakan hingga tanpa sadar Hyojin menceritakan kejadian kelam yang menimpanya beberapa hari lalu. Jein eommonim yang mendengar cerita sedih itu tak pelak turut merasakan apa yang Hyojin rasakan.
Gadis kecil itu merasa lega sudah menceritakan apa yang dia simpan selama ini. Hati terasa plong, setidaknya walau tiada lagi eomma dan appa tapi dia bisa berbagi perasaan yang ia rasakan sekarang.
Hyojin senang bertemu dengan Jein eommonim begitu pula Jein eommonim, dia hanya memiliki satu anak laki-laki dan itu membuatnya senang bisa dekat dengan Hyojin. Gadis kecil pemberani yang sudah menyelamatkan nyawanya.
.
."Yak! Palli iluwa! Bukankah eomma sudah menyuruhmu kemari sekarang? Eomma ingin kau menjenguknya. Kesini sekarang atau fasilitasmu tersita!"
Pip!
Ny.Jein memutuskan panggilan sepihak. Sudah dari kemarin dia menyuruh anaknya menjenguk Hyojin. Tapi anak itu tak kunjung datang. Tentu saja Ny.Jein merasa kesal dan mengancam akan menyita seluruh fasilitas miliknya. Tak ada cara lain bukan?
Ny.Jein melirik kearah Hyojin yang masih tertidur pulas diranjang, waktu memang sudah agak larut. Wajar jika gadis kecil itu telah berkelana dialam mimpinya.
Wanita paruh baya itu mendekat kearah Hyojin kemudian duduk disamping ranjang. Senyuman indah itu terukir begitu saja ketika melihat wajah damai Hyojin. Tangannya tergerak mengelus pelan anak rambut Hyojin yang berantakan.
"Kau tahu? Aku merasakan sesuatu yang berbeda jika berada didekatmu Hyojin-ah. Aku tahu ini terlalu singkat tapi kau berbeda dari gadis kebanyakan, kau special nak"
Entah apa maksud dibalik perkataan Ny.Jein. Apa mungkin dia akan mengangkat Hyojin sebagai anak? Jinjja? Jeongmal?
Hyojin tersenyum dalam tidurnya, mungkin dia bisa merasakan kenyamanan saat Ny.jein mengelus pelan rambutnya.
"Eomma" Hyojin mengigau memanggil eommanya, Ny.jein yang melihat hanya tersenyum.
"Geurae. Tidurlah yang nyenyak. Jalja"
Meanwhile
Seorang namja tengah tergesa-gesa mengendarai motor sportnya. Mulutnya terus mengerutu dibalik helm hitam yang dikenakannya. Bagaimana tidak? Siapa yang mau disuruh keluar larut malam begini tanpa diberitahu apa alasannya dan lagi ancaman jika tak datang adalah seluruh fasilitasmu? Ugh! No way!
Ckiittt!!!
Motor itu mendadak berhenti saat tak sengaja melihat seorang yeoja yang dikenalnya. Namja itu memakirkan motornya dipinggir jalan dan mencoba mendekati yeoja yang dikenalnya itu.
"Bodoh! Mau apa dia malam-malam begini? Dasar gadis menyebalkan! Shit!" umpat namja itu seiring langkahnya mendekat.
Disana terlihat seorang yeoja yang sedang digoda oleh pria paruh baya, kelihatannya ahjussi itu mabuk. Wajar jika yeoja itu diganggu, lihat saja pakaian minim yang dia kenakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Where Do U Come? [iKon FanFiction]
FantasyKim hanbin terkenal sebagai namja dengan seribu pesonanya. Namun dibalik pesonanya itu semua orang tidak tahu bagaimana sebenarnya sifat namja itu. "Johayo. Aku mau kau menjadi namjachinguku" "Keojyeo!" Kim hanbin tak pernah merasakan apa itu rasa...