Bab 2

39 4 1
                                    

Key bilang Irene seperti sinar matahari hangat dan bersinar. Irene merasa itu sangat berlebihan. Terlebih lagi, hanya ia yang menyebutnya hangat dan bersinar. Ayah dan Ibunya menganggap Irene bukan sesuatu yang istimewa.

Keluarganya ada di Selandia Baru. Ayahnya seorang pengusaha terkenal disana. Keluarganya cukup terpandang dengan memiliki berhektar-hektar tanah, ribuan sapi dan pabrik-pabrik makanan dan minuman.

Irene adalah anak angkat. Ia memiliki 2 kakak laki-laki yang mengurusi beberapa perusahaan keluarga. Ibunya pernah bercerita kalau ia diangkat di Korea ketika mereka sedang melakukan kegiatan sosial dipanti asuhan. Ibunya bilang ia melihat Irene kecil menangis disuatu kamar. Irene kecil sangat lucu hingga membuat ibu angkatnya itu ingin mengadopsinya sebagai anak.

Ibunya sangat cantik dengan mata hijau, rambut berwarna tembaga dan kulit pucat, khas bule. Begitu juga dengan ayahnya yang berbadan tinggi dan gagah, yang ia wariskan kepada kedua anak laki-lakinya. Sedangkan Irene tingginya hanya sekitar 168 cm dengan kulit putih, rambut hitam dan mata coklat. Sangat berbeda dengan anggota keluarga yang lain.

Sebenarnya Orang tuanya tidak pernah membahas perbandingan itu. Mereka tetap mencintai Irene seperti anak kandung sendiri, bahkan mereka berharap Irene juga mengikuti jejak kakaknya mengurus beberapa perusahaan. Tapi ia malah melarikan diri ke Korea, tempat ia dilahirkan. Tujuannya ke Korea bukan untuk mencari Orang tua kandungnya. Ia cukup bahagia dengan orang tua yang mencintainya seperti anak kandung dan juga kakak-kakaknya yang sangan melindungi dirinya. Ia pergi karena hanya ingin menghindari perjodohan yang disiapkan oleh keluarganya. walaupun ia berhutang budi kepada mereka, ia tidak bisa mengorbankan kebebasannya untuk memilih masa depannya.

Awalnya ibunya sering menelpon dan menyuruhnya pulang. Tapi lama kelamaan ibunya tidak pernah menghubunginya lagi. Irene merindukan kehangatan ibunya, tapi terlalu malu untuk menghubunginya.

Terdengar bunyi kursi berderit oleh gerakan Key, membuat Irene tersadar dari lamunan panjangnya. Ia bangun dari kursinya dan jalan menuju kamarnya. Ia tidak boleh menyesali pilihannya.

★★★

Key menggeliat dibawah selimutnya. Ia mengerjapkan mata menatap sekeliling ruangan yang didominasi warna pink.

Ah, ia baru sadar kalau ia tidur di apartemen Irene. Tercium wangi teh dari arah dapur. Samar-samar terdengar Irene bersenandung. Key tersenyum, dan bangkit dari tidurnya.

Pelan-pelan ia jalan menuju dapur. Dilihatnya Irene memunggunginya yang sedang menggoreng telur sepertinya. Ia berhenti berjalan dan mengamati keindahan tubuh mungil dihadapannya. Wanita itu terlihat sangat sempurna untuknya. Mandiri dan tidak pernah mengeluh.

Irene menengok, merasa diperhatikan. "ah, kau sudah bangun. Duduklah, kita sarapan."

Key menurut, ia duduk meja makan dan menegak teh yang harum itu.

Irene meletakan sosis dan telur diatas piring Key. Lalu ia mengambil mengiris beberapa buah untuk dirinya sendiri.

"kita seperti sepasang suami istri." Kata Key sambil menyuapkan sepotong sosis besar kedalam mulutnya.

"oh ya, kita bisa terus seperti ini kalau kau mau." Jawab Irene riang.

Key terdiam, seperti ada sesuatu yang mengganggunya.

"ada apa?" tanya irene cemas.

Ia menggeleng "apa hari ini kau akan syuting lagi?"

"tidak, drama kami sudah selesai. Mungkin aku akan pergi ke kantor menemui Ceo Hyuk dan malamnya menghadiri pesta perpisahan untuk drama kami. Ratingnya sangat bagus, jadi mereka berlebihan ingin mengadakan acara perpisahan segala."

"kau akan mampir ketempat latihan kami kan?"

Irene mengangguk "kalau kau memang ingin aku mampir."

"tentu saja aku ingin."

Irene meletakan pisau dan memakan apelnya. Ia terlihat sedikit ragu untuk berbicara.

Key memperhatikan Irene.

"ngomong-ngomong, apakah kita....tidak bisa pergi kencan?"

Key tersenyum, senyuman yang menular.

"jadi itu yang mengganggu pikiranmu sejak tadi?"

"kita tidak pernah pergi berkencan, sekedar jalan-jalan diluar atau makan malam berdua. Selama ini kita harus pergi beramai-ramai untuk menyembunyikan hubungan kita didepan publik."

"apa kau ingin kita ketahuan?"

"lebih baik ketahuan." Katanya masam.

Key menjaukan piringnya dan memegang tangan Irene "aku tidak bisa menghancurkan karirmu."

"tapi...." ia baru akan membantah.

"untuk sementara tetap seperti ini saja dulu." Jawabnya.

♥♥♥

You Shine MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang