Bab 6

7 1 0
                                    

"Kau datang?" pasangan yang berbahagia itu menyalami Key.

"Tentu saja." Jawabnya melemparkan senyuman dan memeluk Miho sahabatnya itu.

"Kau kan sibuk. Kapan kau kembali dari cina?" Tanya sang mempelai lelaki.

"Tadi sore."

"Kau pasti lelah. Nikmatilah beberapa minuman."

"Tentu saja." Jawabnya.

Key pun berlalu mengambil segelas sampanye dan meneguknya. Ia mengamati beberapa tamu yang hadir. Kebanyakan berasal dari kalangan model.

Miho, sahabatnya adalah seorang model terkenal. Tidak heran kalau yang hadir adalah orang-orang yang paling berpengaruh di industri hiburan.

Tatapan matanya beralih kepada seorang wanita yang baru datang dan memeluk Miho sambil tersenyum. Mereka bercakap-cakap sebentar. Lalu Miho meninggalkannya untuk menyapa tamu yang lain.

Ia melihat sekeliling dan pandangan mereka bertemu. Irene, wajahnya terlihat cantik tanpa make up berlebihan. Gaun hitamnya terlihat pas di tubuhnya. Tapi ia terlihat berbeda. Key terus menatap gadis itu. Begitu juga dengan Irene. Mereka saling terpaku satu sama lain.

***

Irene masuk kedalam gedung sendiri. Ini adalah pesta pribadi. Bokma dan hye sun dilarang masuk kedalam.

Ketika masuk ia merasa sangat terpukau dengan dekorasi berwarna putih yang sangat indah.

"Irene." Seseorang memanggilnya.

Ia melirik dan melihat Miho menghampirinya. Sang Ratu pesta, terlihat cantik dengan gaun berwarna putih.

"selamat yah, kau terlihat luar biasa." Irene memeluk temannya itu.

"kau juga." Katanya sambil menatap Irene

"Kau baru datang?"

Irene mengangguk.

"Nikmati pestanya, aku harus mencari suamiku." Katanya sambil tertawa.

Miho pun pergi meninggalkannya sendiri. Tidak banyak orang yang ia kenal disini. Hanya beberapa sutradara dan manajer perusahaan yang pernah bekerja sama dengannya yang ia kenal. Ia mengedarkan pandangannya kesekeliling. Pada saat itu tatapan mereka beradu. Key Nisimura.

Ia melihat lelaki itu berdiri dengan mengenakan jas berwarna hitam. Rambutnya dipotong pendek dan dicat berwarna hitam. Ia terlihat tampan dan sehat.

Tanpa ia sadari Key sudah berjalan kearahnya.

Tidak, tidak, tidak.

Lelaki itu sudah ada didepannya dan tersenyum.

"Apa kabar?" sapanya.

Ia tidak boleh seperti ini.

"baik. Bagaimana denganmu?" ia terlihat ragu.

Key tersenyum lagi "Aku juga baik."

Irene terdiam dan memalingkan pandangan dari Key.

"Bisa kita bicara ditempat yang lebih nyaman?" tanya key Irene menatapnya tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Setelah meninggalkan Irene dan tidak pernah menghubunginya. Ia mengajak Irene berbicara. Key menarik tangan Irene. Mau tak mau ia mengikuti lelaki yang pernah menjadi pacarnya itu.

Mereka duduk sebuah bangku disamping disebuah taman didalam hotel itu. Key memberikan Irene sebuah minuman.

"terima kasih." Jawabnya tanpa memandang Key.

"Kau terlihat kurus." Key membuka percakapan.

"Sepertinya memang begitu." Jawabnya masih menatap lurus.

"Apa CEO hyuk memperlakukanmu dengan baik?"

"hmm, ia sangat baik."

"Apa kau tidak mau melihatku?"

"Tidak." Irene menjawab dengan tegas.

Key beranjak dari tempat duduknya dan berjongkok dihadapan Irene.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya.

"Apa aku terlihat tidak baik? Apa aku terlihat menyedihkan?" Tanyanya.

Key kembali ke tempat duduknya. Ia tahu Irene masih kecewa kepadanya.

"Bukan seperti itu." Jawab Key "Aku tidak ingin kau sakit. Aku mengkhawatirkanmu."

Irena menatap Key dan tersenyum sinis. "Tidak perlu mengkhawatirkanku. Kau bukan siapa-siapa, kau tidak kewajiban untuk mengkhawatirkanku."

"Irene..."

"Apa ada yang ingin kau katakan lagi? Aku rasa aku harus pergi." Irene beranjak dari tempat duduknya.

"Irene kumohon." Key memegang tangannya.

"Lepaskan tanganmu. Aku tidak ingin ada scandal."

Key melepaskan tangannya ragu dan melihat punggung irene yang semakin menjauh. Key sangat merindukan wanita itu. Wanita mandiri pekerja keras. Sungguh ia ingin memeluknya.

***

Hi readers. Sedih juga cerita ini kurang peminatnya. Jadi ceritanya bakal aku hapus. Thx yah yg sudah mau baca.

You Shine MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang