Bab 4

21 3 0
                                    

"Jadi kemana kita akan pergi?" Tanya Irene ketika mereka dimobil.

Tadi key menjemput irene untuk pergi berkencan. Ini yang irene mau, jadi sebagai kekasih yang mencintainya, key mengabulkan keinginan irene.

"Namsan tower?" Tanya key.

Irene tersenyum bahagia. "Sungguh?"

Key mengangguk.

"Apa tidak apa-apa kita pergi kesana? Aku takut ada yang melihat."

"Ini sudah tengah malam. Tidak akan ada yang tahu."

"Oh. Aku sungguh bahagia." Irene melonjak kegirangan.

Key memperhatikannya sambil tersenyum. Wanita ini sangat polos dan jujur. Ia tidak pernah mengeluh sedikitpun walaupun ia kelelahan oleh pekerjaannya. Key tahu Irene hidup sendiri di korea. Ia melakukan semua hal sendiri tanpa bantuan ayah, ibu atau saudaranya. Ia sungguh mandiri. Key sangat mencintainya dengan sepenuh hatinya. Ia tidak ingin menyakiti hati wanita ini.

Mereka tiba di namsan tower beberapa menit kemudian. Pemandangan dari atas terlihat sangat indah. Irene bergelayut manja dilengan key.

"Sayang sekali kita tidak bisa memasang gembok disini." Irene cemberut.

"Lain kali kita akan kesini lagi."

Irene tersenyum menatap key. Key tidak tahan untuk tidak memelukknya. Ia memeluk wanita itu erat. Seakan tidak ingin lepas. Ia berharap beban yang ada di dalam hatinya bisa hilang.

"Key, apa ada sesuatu yang salah?" Tanya irene.

"Tidak."

"Kenapa kau memelukku erat sekali."

"Karena aku ingin."

"Tapi..."

"Kumohon, sebentar saja. Sebentar lagi."

Irene membiarkan lelaki itu memeluknya dengan erat. Perasaan nyaman dan kehangatan menyelimuti hati mereka berdua.

Sepulang dari namsan tower mereka makan malam disuatu restauran mewah. Memang sudah terlalu larut. Tapi mereka sangat menikmati kencan pertama mereka. Tawa bahagia terpancar dari mata mereka berdua.

Setelah itu key mampir sebentar ke apartemen irene.

"Apa kau ingin minum sesuatu?" Tanya irene.

"Tidak, duduklah disini."

Irene menuruti perintah key dan duduk disebelahnya, sebenarnya lebih terlihat seperti memeluk. Irene memang suka bermanja manja dengan key. Ketika key menegur nya ia akan bilang kalau pada siapa lagi ia bisa bermanja manja selain pada key.

"Irene." Key berkata sambil mengelus rambut irene. Wangi shampoo nya memenuhi indera penciumannya.

"Hmm."

"Aku harus pergi." Kata kata key mengagetkan Irene.

Ia mengerjapkan mata dan menatap key dihadapannya masih tidak mengerti.

"Aku akan pulang ke Jepang." Lanjutnya.

"Kapan kau kembali?" Irene masih tidak mengerti.

Key mendesah "Mungkin untuk waktu yang sangat lama, bahkan mungkin aku tidak akan kembali lagi."

"Apa maksudmu?"

"Aku akan kembali ke Jepang dan tidak akan kembali dalam waktu yang lama. Aku menyerah." Key berbicara pelan.

"Tidak, tidak. Bagaimana mungkin? Bagaimana dengan all star? Agency dan juga kita? Bagaimana?" Irene panik.

Key memegang tangan Irene dengan lembut.

You Shine MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang