9

23 3 0
                                    

Alice pov

Kenapa aku harus sekelompok sama Eveline, Alex, sama Axel si kan aku gak mau mending aku sama sahabat-sahabat aku. Arghhh pa Didi pilih kasih. Aku pun berbaring di kasur sampai dan aku baru inget nanti siang bakalan latihan di rumah nya Axel.

***

Kata Axel kerja kelompok nya jam 10 tapi aku sengaja ke rumah Axel jam 9 karena aku merasa aneh sama sikap Axel kaya menjauh gitu dari aku.

Saat aku membunyikan bel di rumah Axel teryata Axel sendiri yang membukakan pintu nya.

"Bukan nya kerja kelompok nya jam 10" kata axel yang berdiri di depan pintu.

"Hmm aku mau ngomong sama kamu dulu jadi aku dateng nya cepet" jawab aku

"Yaudah masuk aja dulu atau gak ke kamar aku" jawab Axel sambil menunjuk kamar nya yg di atas.

Aku hanya mengangguk dan berjalan ke arah kamar nya Axel. Saat sampai di atas aku membuka kamar Axel dan teryata gak kaya aku kira kamar Axel rapih. Aku melihat semua ruangan sampe sampe aku melihat foto anak kecil berdua yang ada di taman sambil berpelukan.

Aku memegang foto itu dan aku bertanya di dalam hati "ini kan Putra sama Aku ko Axel punya fotonya" jawab ku bertanya-tanya. Sampai akhirnya ada Axel yg membawa kan minuman. Axel kaya nya kaget sekali sambil mengambil foto itu dari ku.

"Kamu ngapaiin liat-liat barang aku" tanya Axel sambil memeluk foto Putra.

"Itu siapa?"
"Itu kan foto Aku sama Putra. Ko ada di kamu?"
Tanya aku hampir mengeluarkan air mata

"Ini...." jawab Axel gak jelas.

"ITU SIAPA CEPATAN JAWAB AKU AXEL" jawab aku menangis sambil menatap Axel.

"Ini Aku pas aku waktu kecil sama kamu" jawab Axel sambil menunduk.

"BOHONG! Nama kamu jelas-jelas beda sama orang yang ada di foto itu. Dan cowo yang di foto itu dia ada di Amerika" jawab ku sambil menangis karena Axel pasti berbohong.

"Aku gk bohong Alice aku ini..." jawab Axel terputus karena ucapan ku.

"Udah aku gak mau denger penjelasan kamu pokok nya aku gak percaya sama kamu" aku berlari keluar sambil berfikir bagaimana bisa Axel sama Putra adalah orang yang sama.

Sampai di luar rumah pergelangan tangan aku di tahan sama Axel.

"Alice aku ini putra nama panjang aku Axel Pratama Putra. Aku udah kembali dari Amerika buat ketemu sama kamu. Aku sebenernya mau ngasih tau ke kamu dari pertama kita ketemu di taman pas aku tau kalau kamu Alice tapi aku gak berani" jawab Axel

"APA BUKTINYA" tanya aku teriak ke arah muka Axel.

"aku rela-relaiin ke Indonesia buat ketemu sama kamu aku relaiin ninggalin papa sama mama aku di Amerika cuma mau ketemu sama kamu" jawab Axel.

"BOHONG" jawab ku sambil menangis.

Axel langsung memeluk ku.

"Kamu masih sama aja kaya dulu ya, keras kepala. Kenapa si gak mau percaya sama Aku?" tanya Axel.

"Ini beneran kamu?" Tanya aku sambil menatap muka Axel lekat-lekat.

Axel mengangguk dan memeluk aku lagi

"Aku gak bakalan ninggalin kamu lagi aku janji" jawab Axel

Aku hanya terdiam dan membalas pelukan Axel.

"Sekarang kamu percaya sama aku?" Tanya Axel sambil membersih kan air mata aku.

Aku hanya mengangguk.

"Yaudah yuu kita kerja kelompok takut nya di Alex sama Eveline udah ada di rumah aku lagi" jawab Axel sambil menggandeng tangan ku.

"Yuu" jawab aku tersenyum

***

Sesampainya di rumah Axel udah ada Alex dan Eveline yang sedang menunggu di teras. Saat aku mau melepaskan gandengan nya si Axel, Axel malah memegang nya lebih erat lagi kaya menyusul kan jangan di lepas padahal dari tadi Eveline udah ngeliatin nya begitu banget.

"Lu abis dari mana? gw tungguiin juga" tanya Alex.

"Biasa lah ada urusan yaudah lah masuk aja lagian gak gw kunci" jawab Axel sambil membukakan pintu.

Kami ber4 akhirnya ada di ruang musik nya Axel.

"Woww keren juga ya lu, lengkap lagi alat musik nya" pendapat Eveline sambil melihat-lihat.

"Okee sekarang gw mau nanya ke kalian ber3 siapa yang bisa drum, piano, gitar dan nyanyi" tanya Axel.

"Seloo broo gw mah drum aja oke, kalau gw gitar pasti lu lah yg paling jago" jawab Alex sambil menuju arah drum.

"Okee, kalau yang nyanyi siapa?" Tanya Axel.

"Gw aja, gw pas smp paduan suara ko" jawab Eveline.

"Kamu bisa main piano?" Tanya Axel ke arah ku.

"Hmm aku baru belajar dikit si" jawab ku menunduk gara-gara malu karena semua nya udah pada bisa sama alat musik nya masing masing.

"Tenang aja nanti aku ajarin kamu ko sampe bisa" jawab Axel sambil tersenyum.

Aku hanya membalas senyuman Axel

------

Haloo maaf ya aku jarang update
O iya yang mau ukk semangat yaa

Aku cuma mau bilang TERIMA KASIH yang udah mau vote cerita aku.

My first loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang