Diego berjalan perlahan di koridor. Dia dapat mendengar denagn jelas rintihan jiwa di dalam sini tapi Diego belum mengerti mengapa tubuh Demi kini menjadi seperti ini. Diego terdiam ketika melihat sebuah pintu dengan cahaya neon biru yang berada di atasnya, tanpa pikir panjang Diego membuka pintu tersebut.
Hitam legam itu yang Diego lihat, cahaya di dalam dirinya meredup. Diegeo memasang mata dan telingnya, mempertajam indra yang dia punya.
"Kau tetap ingin ke sini?" Tanya suara lelaki yang tak mewujdkan apapun.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Demi." Balas Diego.
"Kalau tidak apa yang akan kau lakukan pada kami?" Tanya suara itu.
"Aku akan membunuh kalian." Ucap Diego dan suara itu tertawa dengan keras, merambat di ruangan ini hingga tulang Diego.
"Lewat sini, Mr. Diego."
Sebuah pintu terbuka di sisi kanan Diego. Diego berjalan perlahan menuju pintu tersebut. Air berwarna hitam yang tergenang, lampu hijau yang menerangi koridor sempit itu tak membuat Diego mengurung niatnya, dia berjalan menyusuri koridor tersebut hingga sebuah tangan memegang kakinya.
"God!" Ucap Diego kaget lalu dia melihat tangan yang memegang kakinya. "Go away." Lanjut Diego, dia memegang tangan tersebut hingga berasap dan akhirnya tangan itu terlepas.
Diego kembali berjalan, ia menyadari bahwa ini adalah jalan buntu.
"Kau membohongiku?!" Bentak Diego dan suaranya kini menggema.
"Tidak..." Balas suara itu. "Kau harus menanggung resikonya." Lanjut suara itu kembali. "Akan ku buka pintu untuk menuju Demi."
Sebuah pintu kembali terbuka dan Diego kembali masuk kedalam sana. Ini ruangan yang sama seperti ruangan sebelumnya, hanya kegelapan yang dapat terlihat oleh mata.
"Demi, di manapun kau berada tolong keluarlah." Ucap Diego dan seketika cahaya muncul.
Diego memutar tubuhnya, dia kini sadar bahwa ini adalah panti di mana Demi di tampung dan dia kini berada di kamar rawatnya. Diego melihat ke sudut kiri kamar dan menemukan Demi sedang duduk di sana sembari mendekap kedua kakinya.
"Demi...?" Tanya Diego perlahan mendekat. "Kau baik-baik saja?" Tanya Diego kembali.
"Mengapa kau di sini?" Tanya Demi datar.
"Aku ingi mengetahui keadaanmu, aku harus tau apa yang harus ku ketahui. Jika kau menyuruhku untuk terus berbicara dengan temanmu aku tak bisa menolongmu." Ucap Diego.
"Tak ada yang bisa menolongku dari Ross, no one..." Ucap Demi lalu dia melihat Diego dengan tatapan kosong. "Bahkan seorang penjagal iblis sepertimu, dia terlalu kuat."
Diego bertekuk lutut dua langkah dari tubuh Demi. "Apa yang membuat Ross mengincarmu?" Tanya Diego.
Demi menggeleng kepalanya perlahan lalu mimik wajahnya berubah menjadi ketakutan. "Kau harus keluar..." Balas Demi lalu entah mengapa semuanya menjadi gelap.
Diego melihat ke arah kegelapan. Dia mendengar rintihan jiwa itu semakin besar bersama dengan udara yang menerpa dirinya.
"shit..." Ucap Diego melihat lengannya tergores sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessed [lagi mau di edit]
Mystery / Thriller[Short Story] Awalnya dia hanya perempuan biasa yang mempunyai ketenaran dan menyukai bernyanyi, hanya saja semua berubah saat sesuatu 'hal' mengejarnya. Demi Lovato artis itu hilang ditengah tour Unbroken tahun 2011 dan kembali muncul lima...
![Possessed [lagi mau di edit]](https://img.wattpad.com/cover/72403967-64-k162804.jpg)