Firstly, jangan lupa budayakan vote setelah membaca. Mood penulis biasanya bakalan naik kalau dapet vote yang banyak. Vote = dukungan. Dapet banyak vote = cepet publish cerita
Secondly, kalau gak suka cerita ini. Gak usah dibaca. CATET! Gak usah dibaca! Aku gak maksa kok. Sekian!
Last, enjoy it 😊😍😚####
Apa pun yang bisa bikin lo senang, pasti akan gue lakukan. Meskipun itu merugikan gue pada akhirnya.
-Malvin#######
Malvin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat ini ia sedang terburu-buru menuju rumah Keyna.
Tadi siang sepulang sekolah, Malvin memberitahu Keyna kalau ia akan datang ke rumah gadis itu jam enam sore. Mereka janjian untuk pergi jalan-jalan karena hari ini Malam Minggu. Namun sayang sekali karena Malvin ketiduran dan tidak mendengar alarmnya berbunyi. Malvin melirik jam yang melekat pada pergelangan tangannya.
Jam 18.27
Sial, Malvin terlambat 27 menit !
Bukannya Malvin tak ingin mementingkan keselamatannya saat berkendara sehingga ia tidak memilih melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah, hanya saja Malvin cemas.
Cemas, kalau Keyna marah karena Malvin terlambat terlalu lama.
Malvin sudah mengirim beberapa pesan singkat kepada Keyna, namun Keyna sama sekali tidak membalasnya. Dan itu membuktikan bahwa Keyna marah padanya.
Malvin mengumpat ketika melihat traffic light di depannya berwarna merah. Malvin ingin menerobos, tapi ia urungkan.
Malvin meraih handphone yang berada pada saku celananya, kemudian mengetikkan beberapa pesan kepada Keyna via BBM.
Malvin F. Cadd : Ping!!!
Malvin F. Cadd : Ping!!!
Malvin F. Cadd : Ping!!
Malvin F. Cadd : Keyna..
Malvin F. Cadd : Keyyy?
Malvin F. Cadd : Sayang, maaf gue telat..
Malvin F. Cadd : Tadi gue ketiduran Key.. maaf ya
Malvin F. Cadd : Sayang, read bm dongg..Malvin mendesah kecewa saat chatnya menampilkan huruf D, yang berarti Keyna belum melihat pesannya. Ia meletakkan kembali handphone itu ke saku celana, lalu mengemudikan mobilnya ke arah kanan ketika lampu sudah berubah menjadi hijau.
Tiga menit setelahnya, Malvin sampai di depan kompleks perumahan Keyna. Setelah melewati beberapa rumah, ia sampai di rumah Keyna.
Malvin turun dari mobilnya setelah memarkirkannya dengan mulus di halaman depan. Ia membuka bagasi mobilnya, kemudian membawa beberapa paper bag untuk Keyna dan keluarganya.
"Keyna.. Keyna.." Malvin setengah berteriak sambil membunyikan bel pintu berkali-kali.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan menampilkan sosok Mama Keyna di sana.
"Selamat sore menjelang malam, Ma," ucap Malvin seraya menyalami tangan Mama Keyna.
"Selamat sore menjelang malam juga, Vin," Mama Keyna tersenyum sambil mengernyitkan kening. "Kamu kenapa sih pencet bel kayak orang kesurupan?" tanyanya kemudian tertawa geli.
"Ehm, anu, Ma.." Malvin meringis. Ia gelagapan sendiri. "Aku mau cepet-cepet ketemu Keyna, Ma."
"Aduh dasar kamu, ya. Udah pacaran dua tahun tapi tetep aja masih suka kangen sama Keyna." Mama Keyna mengajak Malvin masuk. "Yuk masuk dulu, Vin."

KAMU SEDANG MEMBACA
Can I Call You Love?
Teen FictionKeyna Asrumi tidak pernah membayangkan kisah cintanya akan menjadi rumit seperti ini. Semula, semuanya baik-baik saja. Keyna menjalin hubungan dengan Malvin, dan hubungan mereka berjalan sangat bahagia. Namun semuanya beubah ketika seorang laki-laki...