Bel pulang berbunyi. Segala proses pembelajaran pun berakhir. "Naruto kamu sakit?" tanya Kiba, lalu menaruh tanyannya di dahi Naruto. "Aku ga apa-apa" kata Naruto lemas, tangannya menyingkirkan tangan Kiba dari jidatnya. "Hari ini kamu diam banget" kata Kiba khawatir, Shino yang duduk di sebelah Kiba juga mengangguk sambil menatap Naruto cemas. "Hehehe, benaran aku ga apa-apa" jawab Naruto dengan senyuman lebar berharap teman-temannya tidak khawatir lagi. Kepala Naruto memang terasa sakit, karena semalam dia susah tidur, belum lagi pagi tadi dia harus hujan-hujanan. "Ayo, pulang!" kata Shikamaru yang sudah siap memegang tasnya. Naruto mengangguk, segera membereskan barang-barangnya.
Sakura berdiri di depan kelas Naruto, menunggu Naruto. "Naru" panggil Sakura saat melihat Naruto dan teman-temannya keluar dari dalam kelas. Melihat ternyata Sakura yang memanggilnya Naruto langsung berjalan menghampiri Sakura. "Halo, Sakura-chan" ucap Naruto dengan senyuman khasnya. "Ada apa?" tanyanya lagi. "Hari ini aku lagi pengen banget makan di Ichiraku Ramen, temenin aku ya" kata Sakura dengan tatapan memohon yang membuat siapa saja tidak bisa menolak peermintaanya. Untuk sesaat Naruto berpikir "Etto, Sakura aku tanya Shikamau dulu yah" "Naruto, hari ini aku pingin jalan berdua aja sama kamu. Ada yang mau aku bicarain" kata Sakura seriup sebelum Naruto sempat bertanya pada Shikamaru. Naruto mengangguk pelan. "Kalo gitu aku kasi tau Shikamaru dulu" Sakura mengangguk membolehkan Naruto. Naruto setengah berlari menuju Shikamaru "Shika, hari ini aku pulang sendiri aja. Aku mau pergi sama Sakura" kata Naruto. Shikamaru mengangguk "Naruto, mana baju basahmu tadi. Biar aku bawa pulang. Bakal capek kalo kamu bawa kemana-mana". Naruto mengangguk, lalu memberikan Shikamaru baju yang ia taruh di tas. "Makasih, yah Shikamaru" kata Naruto tersenyum, senyuman yang selalu hadir menghangatkan hati Shikamaru.
Hujan sudah berhenti turun sejak tadi, tapi jalanan, pepohonan masih basah. Naruto dan Sakura berjalan menuju kedai Ramen yang tidak jauh dari sekolah mereka. Sepanjang perjalanan mata Sakura tidak pernah lepas memerhatikan sahabat masa kecilnya, Naruto. "Sakura-chan kamu ga apa-apa?" tanya Naruto heran ia merasa ada yang aneh dari Sakura. Sakura hanya menggeleng. "Naru! Ayo cepat! Kita hampir sampai!" kata Sakura menunjuk kedai ramen sambil sedikit berlari mempercepat langkah. Naruto berusaha mengatur Nafas yang ngosngos-an setelah sampai diteras kedai. Begitu juga dengan Sakura. Mereka jadi ingat saat kecil dulu mereka sering bermain bersama di taman. "Hahaha aku jadi ingat masa lalu" kata Naruto cengengesan. "Dulu kamu baru lari dikit, udah jatuh. Habis itu nangis, ga mau berhenti" kata Sakura tersenyum masih mengingat kejadian itu. Mengingat betapa manjanya Naruto dulu.
Hari ini mungkin hari keberuntungan mereka tampa harus menunggu ternyata sudah ada 2 tempat kosong di kedai Ichiraku Ramen yang biasanya selalu full. "Paman 1 Ramen Spesial campur" kata Naruto bersemangat, tidak sabar lagi menuggu pesanannya datang. "Aku sama saja, seperti Naruto" kata Sakura. Segera sang koki dengan cekatan membuatkan pesanan mereka. "Sakura-chan apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Naruto. "Naruto, kamu tau kan aku sekarang udah pacaran sama Sasuke?" Naruto mengangguk pelan menjawab pertanyaan itu. "Walaupun aku udah punya pacar, kamu itu tetap aja udah kayak adek aku. Jadi aku mau kamu tetap bisa cerita semuanya ke aku" Sakura menatap Naruto dalam, ingin memastikan Naruto itu mengerti maksud perkataannya. "Iya, aku tau Sakura-chan" sebisa mungkin Naruto menghindari pandangan mata Sakura yang begitu tegas, seolah mengetahui ada yang sedang disembunyikannya. "Naru, kamu baru tau kalo aku pacaran sama Sasuke kemarin kan?" tanya Sakura. Naruto mengangguk lemah. "Kamu ga usah ngomong aja aku tau Naru kalo ada yang beda dari kamu. Kita itu udah sama-sama dari dulu. Buat aku kamu itu udah kayak adik aku sendiri. Kamu kalo ada masalah cerita ke aku dong" Naruto diam seribu bahasa dia tidak tau apa yang harus dia katakan. "Tadi pagi aku liat Shikamaru sama kamu" kata Sakura mengisi keheningan. "Sakura-chan itu ga kayak yang kamu pikir" kata Naruto cepat "Emang menurut kamu aku mikir apa Naru?" Dengan nada tegas mata Sakura tetap tertuju pada Naruto. "Aku mikir kamu mungkin sedih karena aku sekarang punya pacar, padahal kamu udah suka sama aku dari dulu. Aku mikir kamu itu orangnya polos banget Naru, pasti kalo kamu lagi rapuh gitu kamu ga bisa mikir normal. Aku ga mau kamu salah jalan Naru" Naruto terdiam mendengar kata-kata Sakura, wajahnya seperti mendapatkan tamparan keras. Mungkin Sakura benar, Naruto cuma sedang galau persaanya sedang tidak normal karena gadis yang di cintainya bertahun-tahun punya pacar. Membuatnya merasa degdegan setiap dekat dengan sahabat yang menyatakan cinta padanya. Tapi Naruto tidak bisa memungkiri perasaanya pada Shikamaru membuatnya bisa melupakan rasa sakit karena Sakura berpacaran dengan Sasuke. "Aku ga tau Sakura. Aku juga ga tau" kata Naruto suaranya lemah, matanya berkaca-kaca, ia tidak berani memandang langsung Sakura lagi.
Sakura menggenggam tangan Naruto erat. "Naruto, aku selalu ada buat kamu. Ga peduli aku udah punya pacar, bahkan kalau aku menikah nanti. Aku bakal selalu ada buat kamu" Kini senyuman kembali hadir terlukis di bibir Naruto. "Sakura-chan makasih yah. Aku juga janji, bakal jagain kamu dan selalu ada kalo kamu butuhin aku". Sakura tertawa mendengar perkataan Naruto "Naruto-kun dari pada kamu jagain aku, mendinng kamu jaga diri kamu sendiri dulu" kata Sakura sambil mencubit pipi Naruto yang tidak berhenti menyengir. "Kamu sama Shikamaru udah ngapain aja?" pertanyaan itu langsung membuat wajah Naruto memerah, Sakura jadi tambah penasaran "Kemarin sebenarnya waktu nganterin aku pulang Shikamaru bilang kalo dia itu suka sama aku terus dia nyium aku" kata Naruto jujur pada Sakura wajah Sakura juga ikut merah waktu dengar Shikamaru mencium Naruto "Shikamaru kurang ajar! Besok aku bakal buat perhitungan sama dia" Ucap Sakura penuh amarah. "Sakura-chan tenanglah" "Aku tidak akan memaafkan Shikamaru itu! Berani-beraninya menodai adikku yang paling imut ini" Naruto langsung cemberut mendengar perkataan Sakura "Aku ini ga imut! Aku ini cowok Sakura-chan!" "Baka, Naruto kamu itu imut. Kamu harus janji jangan ada lagi yang megang-megang kamu seenak jidat mereka" Naruto mengangguk tidak ingin membantah Sakura ia tau bagaimana mengerikannya Sakura kalau sedang marah. "Naruto, kamu tau? Kamu ini baik, imut. Aku ga heran kalo Shikamaru suka sama kau. Tapi asal kamu tau cewek-cewek juga banya kok yang suka sama kamu. Cuma kamu terlalu polos buat sadar. Mungkin kalo kemarin Shikamaru ga nyium kamu kamu juga ga sadar. Naruto, sebelum kamu nentuin pilihan kamu kamu harus berpikir matang-matang. Oke?" Naruto mengangguk, dari dulu sejak ibunya meninggal Sakura yang selalu menasehatinya. Kalau tidak ada Sakura, mungkin sejak lama Naruto sudah menghancurkan hidupnya sendiri.
Mata Naruto langsung berbinar saat pelayan mengantarkan pesanan mereka. "Selamat Makan" kata Naruto dan Sakura sebelum menyantap remen mereka.
Next Chapter: Masa lalu Naruto
Rt

KAMU SEDANG MEMBACA
Me And Him
أدب الهواةNaruto telah mencintai Sakura sejak lama. Namun bagi Sakura, Naruto sudah seperti adiknya. Tapi walau sakura menganggapnya sebagai adik naruto tidak kunjung menyerah hingga akhirnya sakura mendapatkan pacar. Apa naruto harus terus mengejar sesuatu...