Jam istirahat ini seperti biasa,
gue dan trio sableng udah booking sebuah meja di kantin mbok Lastri.
"Eh eh.. gue sebel banget sama pak sitor."curcol Chiko.
"Kenapa?" tanya gue sambil mencomot kentang goreng punga Dul.
"abis tuh dosen kalo ngasih tugas kejem nya melebihi pemimpin Nazi! ngerjain dua bab full dalam satu hari lu bayangin, DUA BAB MEN!!"
Chiko memukul meja dengan sebelah tanganya."Bener! tu dosen emang nyebelin. kalo lu macem-macem apalagi pake protes segala sama dia, siap-siap lu gak dapet nilai sama sekali!" Ziko menunjuk muka Chiko dengan kentang goreng.
"pak Sitor yang mana sih?" ujar gue mengingat-ingat karena gak diajar sama beliau.
"Etdah. noh yang badanya mirip karung beras!" ujar Dul.
disambut tawa Ziko dan Chiko.mata gue berputar ke atas.
"OOH..GUE INGET!"
"Ssst.. suara lu pelanin napa!'
gue menyedot teh botol di meja.
"Yang botak kek tuyul?" ujar gue.
"Iya,iya! Hahaha.." trio sableng mengangguk semangat sambil tertawa jahanam.
"yang kulitnya item kek serutan areng?" lanjut gue.
"Buset kejam amat. tapi bener sih. HAHAHA."
Chiko menggebrak-gebrak meja saking tertawa terpingkal-pingkal."plus jangan lupa kumis tebelnya itu looh.. mana kasar banget keliatanya kayak sapu ijuk."
tiba-tiba trio sableng itu diem.
"Ehehe. El..."
"Gue bener lagi kan? Hahaha emang tuh dosen nyebelin.
sok banget lagi! belum juga jadi dekan udah belagu. pengen banget gue narik tuh kumis!""Ng.. El."
"Apaan sih lu?" ujar gue galak.
"belom juga selesai ngoo.."
HUP! tangan Chiko membekap gue.Ketiga Trio itu menatap sesuatu di belakang gue dengan wajah takut.
"Hehehe..Siang pak," sapa Chiko.
eh, Chiko bilang apa tadi?
DEG! perasaan gue mendadak gak enak.
kepala gue dengan refleknya melihat ke belakang.
Eeng iing eeng..!!
orang yang kami omongin ada tepat di...BE-LA-KA-NG gue!
sumpah, wajah pak Sitor merah banget kayak saos cabe.
dari idung keluar asap mengepul mirip banteng. *oke yang ini gue bercanda"kalian berempat.." ujar pak Sitor tenang.
"Ya,pak?" jawab kami tanpa dosa dan memasang cengiran nista.
"IKUT SAYA KE KANTOR!"
***
Kami berempat mengekor pak Sitor ke ruang dosen dengan hati deg-gegan.
rasanya kayak tahanan yang digiring ke ruang eksekusi mati.dan well, setelah di marahin dan di cermahin panjang lebar tanpa jeda, kami berempat di jatuhi vonis pancung. *eh ngga ding.
"Ziko,Abdul,Chiko" ujar pak Sitor di belakang meja dengan suara pelan namun berat.
"I-iya pak?" Slaash! iris mata mereka saling bertatapan.
"BERSIHKAN WC COWOK SAMPAI BERSIH DAN SETELAH ITU SAPU HALAMAN KAMPUS! MENGERTI?"
"MENGERTI PAK!!"
"LAKSANAKAN!"
"SIAP,LAKSANAKAN!"
"LANGKAH TEGAK MAJU,JALAN."
Buset, ini upacara bendera? -,
trio sableng pun berjalan ke arah pintu keluar sambil melempar tatapan seolah berkata,
"Tenaang! everything gonna be ok!" sambil menyatukan jari telunjuk dan jempol mereka membentuk O."Tasya Elfiendi." pak Sitor menatap tajam gue yang tinggal seorang diri.
"Hehe.. iya pak? Ng..sebelumnya saya mau minta maaf saya cuma bercanda kok. Hehehe... bapak kan baik." gue tau itu adalah kalimat permintaan maaf yang paling tolol yang pernah diucapin.
"bukanya kamu bilang mau cabut kumis bapak?"
mampus.
"hehe itu bercanda pak.."
pak Sitor gak akan percaya lah bego!
gue mengumpat diri sendiri.Pak Sitor hanya tersenyum seribu makna seolah mau nelen gue hidup-hidup.
"Kamu saya hukum..."
Tok..Tok..Tok..
"Ya, masuk."
pintu terbuka.
tampak seorang cowok ganteng berbadan tinggi muncul di baliknya.tunggu dulu.. gue memincingkan mata.
itu kan cowok yang gue tabrak tadi siang!
"Selamat pagi pak.."
"Selamat pagi,david."
Jreeng.. sedetik kemudian mata kami berdua berpapasan.
"Saya mau menyerahkan tugas."
"Bagus..kamu memang siswa saya yang paling rajin. letakan itu di laci lemari nomor dua."
pak Sitor tersenyum senang.wangi parfum 'La este' langsung merebak begitu cowok yang bernama David itu melewati gue.
"kalau begitu, saya permisi pak."
"Hm,tunggu!"
David menoleh.
"Ya pak?"
"Kamu ketua Mapala kan?"
David mengangguk.
"kalau begitu, Tasya, kamu ikut David ke ruang Mapala. beresin ruanganya sampai bersih dan rapih!"
"Baik pak.."
David kembali melempar pandanganya pada gue.
"ayo ikut gue,"
=======
Sorry ya lama gak ngepost XD
mungkin novel ini bakal Slow Post karena Author masih sibuk ngurus cerita yang satunya XD
Semoga bisa terus menghibur pembaca setia 😘
jangan lupa Vote dan Komentarnya yaa 😘
Mwah..

KAMU SEDANG MEMBACA
Tomboy? Yeah, That My Style!
Humor"Bunga,Boneka, warna pink? semua itu buat gue alergi tau. coba lu kasih gue jeans gombrang sama baju bola Leonal Messi, nah baru dah gue seneng!" Tasya Elfiendi Biasa di panggil El sama temen-temenya. cewek tomboy yang hobi nongkrong bareng para s...