Egy pov
Aku seperti melihat masa depan jika menatap matanya.
Matanya teduh, dan membawa kedamaian jika menatapnya.
Egy menulis di secarik kertas putihnya sambil duduk di kamarnya
"Ih kenapa dramatis gini sih gyy" ucap ku lalu meremas kertas lalu melemparnya ke luar jendela.
"Duh" ucap seseorang yang sedanga ada di bawah.
Aku melihat ke jendela.
"Bagus kali ya bang, buang sampah sembarangan, jadi selama ini abang yang suka buang sampah di sini, bagus, ku aduin sama mama sama papa" ucap Alisha
"Ih jangan sha, plis tinggal lu ambil terus lu buang di tong sampah juga" ucap Egy
Lalu alisha mengambil gumpalan keryas tadi dan membacanya
"Aku seperti melihat masa depan jika menatap matanya.
Matanya teduh, dan membawa kedamaian jika menatapnya." Ucap Alisha yang terdiam memandangi kertas itu.
"Aa ciee, lagi jatuh cinta, ciecie" ucap Alisha yang mengejek ku dan aku menggaruk kepala ku kesal.
"Awas aja lu ya" ucap ku sambil berlari ke bawah
"Aaaa.. Mama, abang nakal" ucap Alisha yang ngacir ke luar
"Mama pergi bego" ucap ku lalu mengejar Alisha.
"Ketangkep kan lo, sini kertas gue" ucap ku sambil merampas kertas tadi.
"Ampun bang ampun" ucap Alisha
"Lu gabakal bisa ngalahin gue, right" ucap ku lalu berjalan ke kamarku.
Aku mengambil iphone milik ku dan membuka galeri.
Ada beberapa foto Cici lagi makan ice cream dan belepotan.
"Ia kali baru beberapa hari ketemu udah suka" ucap ku sambil melihat foto Cici
--
"Bot, Ariyadi udah di lobby, mampus gue" ucap ku kocar kacir
"Samperin lah, siapa tau cocok" ucap Febi dengan santainya sambil memakan mie instan
"Malu bego" ucap ku " eh ia deng gue samperin" lanjut ku lalu beranjak pergi
"Ehh abis ini aku mau jalan sama Fanani, oke" ucap Febi
"Oke" ucap ku lalu menutup pintu dan berjalan ke arah lift.
Lalu berjalan ke lobby.
"Cici" ucap seorang pria yang bangun dari tempat duduk nya.
"Eh, ia Ariyadi kan? " ucap ku
"Ia, yuk lah kita jalan" ucap nya
"Ayok, enak nya manggil mas, bang atau kakak ya?" Ucap ku
"Panggil nama aja kali" ucap Ariyadi
"Gaenak tau, panggil kakak aja deh ya" ucap ku
"terserah enaknya gemana lah" ucap nya
"Kita naik motor gapapa kan?" Lanjutnya
"Gapapa banget, enakakn naik motor malah" ucap ku lalu menaiki motor miliknya.
"Aku disini gapunya mobil,mobilnya di jakarta" ucap nya
"Mending, aku gapunya apa apa di sini" ucap ku lalu membuat Ariyadi tertawa.
"Kita mau kemana?" Tanya ku sambil mengambil helm yang disodorin sama Ariyadi
"Kemana ya enaknya? Makan deh makan aja" ucap nya
"Oke makan " ucap ku lalu naik ke atas motor.
Lalu Ariyadi tancap gas.
Tepatnya di jalan kaliurang km 9 , tengkleng gajah.
"Kak, ini kita mau makan daging gajah?" Ucao ku polos
"Bukan? Namanya doang gajah, dalem nya kambing semua, cuma porsinya porsi gajah" ucap nya sambil membuka helm lalu menyangkutkan nya di spion motor.
"Untung aja tadi aku pake jaket ya kak, kalo engga kan sepanjang jalan kedinginan, ini aja kaki ku biru" ucap ku sambil melihat kakiku yang membiru selama di jalan tadi
"Ih yaampun, Kenapa ga pake sepatu coba?" Ucapnya sambil melihat kaki ku juga.
"Enggaah, males" ucap ku
"Enakan pake selop" ucap ku dengan logat logat medan.
"Nanti kita cari toko sepatulah ya deket deket sini" ucap nya
"Engga usah kak, gapapa, paling kalo di anget angetin nanti gak biru kayak gini lagi" ucap ku
"Mau mesen apa?" Tanya nya
"Hmmm tongseng deh kak sama teh obeng" ucap ku
"Nasi goreng kambingnya satu
Tongseng nya satu sama teh obengnya dua ya pak" ucap Ariyadi
"Ia mas tunggu ya" ucap bapak itu
"Lagi libur ya kak? Berapa hari?" Ucap ku
"Ia nih, cuma 3 hari sih, gatau mau ngapain ya jadinya aku ngehubungin kamu, kan kebetulan lagi sama sama di jogja" ucapnya
"Ooo, terus kakak besok mau ke mana?" Tanya ku
"Mau jalan jalan sih, kamu mau ke mana?" Tanya nya
"Mau ke rumah neneknya Febi, kata tantena sih kami di suruh nginep di sana aja sampe balik" ucap ku
"Ooo, kamu kuliah di mana?" Ucapnya
"Tahun depan sih rencananya mau masuk UNAIR, taun ini mau istirahat dulu" ucap ku
"Kenapa?" Tanya nya
"Bosen, belajar mulu" ucap ku
"Pas SMA di jurusan apa ?"tanya nya
"IPS dong, ikatan pelajar sukses" ucap ku lalu aku tertawa di ikiti tawanya Ariyadi
"Aku IPA, ikatan pelajar apalah yakan" ucap nya sambil terkekeh
"Mau ngambil fakultas apa di UNAIR?" Tanya nya
"Psikolog" ucap ku lalu pesanan kami dateng.
"Duh calon psikolog nih, ngeri ah" ucap nya
"Biasa aja kali kak" ucap ku sambil memakan tongseng nya.
"Enak gak ci tongsengnya?" Tanya Ariyadi
"Enak kok kak, cicip nih" ucap ku
"Suapin dong biar kayak orang orang" ucao Ariyadi yang berusaha mencairkan suasana lagi
"Emang orang orang suapan? Kan engga kak, makan sendiri aja nih kak, aku cicip punya kakak juga ya" ucap ku lalu Ariyadi mengerucutkan mulut nya dan aku mengambil nasi goreng milik nya.
"Bibir nya mau lepas kak" ucap ku lalu Ariyadi tertawa
"Hahah, malesin" ucapnya
"Idih ngambek dia, makin kayak tai deh, gemes, pengen di goreng" ucap ku
"Bangek" ucapnya lalu mencubit hidungku
"Sakit kak" ucap ku lalu memukul tangan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You !!
RomanceAku menyukaimu dalam diam. Dalam kegelapan ini aku merindukan mu. ---
