Can't Believe (7) [The End]

604 12 4
                                    

Chapter 7 (The End)

Ini chapter terakhir dan Enjoy~

**

Ini ngapain sih Jonny, Harvey, Leeroy, Echa sama Marcel ke atas panggung? Mau cari tenar HAH?! "Kita akan menyanyikan lagu Best Song Ever" teriak Leeroy. Aku memberanikan diri untuk berteriak. "TAPI KALIAN BUKAN ONE DIRECTION" teriakku dan membuat satu ruangan sunyi senyap. Banyak oranh yang berbisik bisik dan menatapku. "Hey apa salahku? Mereka bukan One Direction kan?" dan sekali lagi mereka mentertawakanku. Apa salahnya? "Kami adalah One Direction!" teriak Jonny dengan suara cemprengnya. Mereka mulai menyanyikan lagu Best Song Ever tapi suaranya aarrghh sangat tidak enak di dengar. "Stop! Sepertinya ada anak yang merasa risih kalau One Direction ada di sini!" teriak satu anak yang memakai dress berwarna biru tua. "Ya!" teriak anak yang lain. Maksudnya apa? Aku? Ini aneh! Aku rasa ada yang menjanggal. Aku berlari keluar aula dan duduk di taman belakang. "Kau kenapa?" kata orang di sampingku. Aku masih memandang ke depan dan tidak menengok ke samping kiri atau kananku. "Boleh aku duduk di sini?" tanya orang itu lagi. Aku mulai menengok dan iti adalah Marcel. "Ngapain kamu ke sini? Kamu seharusnya ada di atas panggung itu sama Echa!" teriakku. "Kau ha-"

"APA?! Aku harus percaya kalau kau, Echa, Jonny, Leeroy dan Harvey adalah One Direction?" kataku dengan nada yang lebih tinggi.

"Bukan gi-" jawabnya lagi

"BUKAN APA?! KAU ITU MAU CARI TENAR?! SILAHKAN. AKU SADAR KAU ORANG NERD YANG GA PANTAS BUAT JADI TEMENKU. PERGI SEKARANG" teriakku.

Marcel hanya menunduk dan diam. Sepertinya ia merasa bersalah. "Hei aku gak bermaksud buat ngebentak kamu dan motong perkataanmu." kataku berasa bersalah. "Ma-" belum sempat selesai berkata, Marcel langsung menarik tanganku kembali masuk ke aula. Di sana sudah ada Echa dan ke empat temannya itu menunggu di atas panggung. Aku rasa aku ini di kerjai oleh mereka.

"Untuk May, kami adalah One Direction. Jika kau tidak percaya, maka kami akan buktikan itu" kata Harvey. Satu per satu mereka mulai menunjukan diri mereka.

-Author's pov-

Akhirnya kedapetan juga bagiannya HAHAHA. Makasih May sm Marcel udah kasih gue kesempetan buat ngomong #plak #backtothestory

Pelan- pelan dari Jonny, ia membuka topengnya dan ia mulai membetulkan rambutnya serta membuka bajunya menjadi t-shirt bertuliskan 'Las Vegas' dan dia adalah LOUIS TOMLINSON! Semua orang bersorak dan mereka tertawa begitu Louis bilang "I'm LOUIS TOMLINSON YEAAA!"

Selanjutnya Echa. Echa alias Veronica teman May, membuka kacamatanya dan dari para peserta prom night mulai 'greget' liat siapa sih sebenernya si Echa yang cantik ini. Setelah itu, ia melepaskan antingnya dan membuka rambut palsunya. Uhh terlihat jelek #plak. Ia membuka maskernya dan membetulkan rambutnya. Dress yang ia pakai di buka dan ia hanya menggunakan tang-top hitam. Semua orang bersorak "AHHH ZAYN MALIK!" Dan aula pun ricuh akan para Directioners.

Setelah itu Harvey, ia membuka jas yang ia pakai terlebih dahulu dan membuka rambut palsunya dan 'muka palsu'nya itu. Dan ia terlihat memakai tang-top berwarna putih bergambar bendera U.S.A. "I'M CAPTAIN POTATO" semua orang tertawa dan bertiak kembali. Siapa lagi kalau bukan Niall Horan.

Selanjutnya, salah satu guru yang paling sering dibicarakan oleh murid-murid, Leeroy. Ia mulai melepas rambut pirangnya itu dan membuka jaket yang ia pakai. Ia menggunakan t-shirt bergambar lambang 'peace'. "LIAM PAYNE! DADDY DIRECTIONER!" teriak seluruh anak di aula. Mereka bertepuk tangan dan kembali sunyi.

Sekarang giliran Marcel. Ia hanya diam. Perlahan lahan ia membuka kaca matanya, jas yang ia pakai dan yang pastinya dasi pitanya. Ia mengacak acak rambutnya dan ia memakai t-shirt gambar Rolling Stones. "I'm Harry Styles" semua orang tak menyangka dan berteriak sekencang - kencangnya. May yang melihat itu juga kaget. Ia tak percaya kalau temannya itu adalah Zayn dan Harry.

Book 2 : Back To DecemberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang