Angga ?

107 6 6
                                    

Keesokan harinya...
"Sinta... besok ayah dan ibu harus pergi ke Bali selama 2 bulan. Ayah harus mengurus pekerjaan disana."
"2 bulan, kok lama banget sih yah"
"Iya... maka dari itu mulai besok kamu tinggal bersama tante Devi ya?" Ibunya ikut menimpali .
"Gak mau ibu... aku kan udah besar, aku berani di rumah sendiri"
"Tapi ini 2 bulan sayang, ayah tetap akan menitipkan kamu sama tante Devi dan om Rendra, gak baik kamu di rumah sendirian. Lagi pula mereka sahabat ayah dan ibu, jadi kamu tenang saja"
"Terserah ayah saja... tapi cepat pulang ya" Pinta Sinta dengan raut wajah cemberut
****
Sore hari...
Ayah dan ibu Sinta yang sudah akan berangkat ke Bali mengantar Sinta terlebih dahulu. Setelah itu, Sinta mengantar kedua orangtuanya ke bandara yang akan pergi. Setelah itu, ia kembali ke rumah tante Devi.
"Ayo sayang, tante antar ke kamar kamu" Tante Devi naik ke lantai 2 rumahnya
"Iya. Tan" Sinta menarik koper besarnya.
"Nah... ini kamar kamu selama di sini. Sebelah itu kamar dari Angga anak tante." Ucap tante Devi saat membuka pintu kamar.
"Angga... Angga siapa, Tan?" Sinta bertanya penasaran.
"Masa kamu lupa sama Angga. Angga itu anak tante, dia sekarang masih SMA. Mungkin kamu lupa, soalnya terakhir kali kalian bertemu waktu kamu masih umur 6 tahun dan Angga 10 tahun." Tante Devi menjelaskan sambil mengingat kembali 8 tahun yang lalu.
"Ehh... gimana gak lupa. Orang udah 10 tahun lalu." Ucap Sinta dalam hati.
"Ohh... mungkin Sinta lupa Tan." Jawab Sinta dengan cengiran karena malu.
***
Setelah merapikan dan menata bajunya, Sinta beranjak ke luar kamar. Di dapur Sinta melihat Tante Devi beserta seorang pembantu rumah tangga yang sedang memasak. Ia-pun membantunya.
"Om Rendra kemana, Tan... kok aku gak lihat dari tadi?" Ucap Sinta sembari memotong wortel.
"Oh... kamu belum tahu ya kalau om mu itu jadi dokter untuk atlet di Pelatnas. Dulunya om-mu itu kerjanya di rumah sakit namun 5 bulan yang lalu di tunjuk untuk menggantikan salah satu dokter di sana"
"Pelatnas... pelatnas apa Tan ?"
"Pelatnas untuk atlet badminton, sayang."
"Ohh... badminton. Kalau kak Angga kema--" Belum sempat menyelesaikan bicaranya, omongan Sinta sudah terpotong dahulu oleh teriakan sebuah suara.
"Assalamu'alaikum... Angga pulang" Teriak suara itu. Tante Devi yang mendengarnya langsung beranjak menuju ruang depan diikuti dengan Sinta dengan wajah penasarannya.

Merah Putih In LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang