Kalian bisa ikut menjawab pertanyaan yg diberikan tokoh utama dengan inline comment ya. Dalam kisah ini aku ingin para pembaca bisa lebih talkative dan juga menumpahkan pikirannya. ^^
###
Menurutmu, apa itu jatuh cinta?
Bagaimana kamu mengetahui kalau kamu sedang jatuh cinta?
Pernahkah kamu jatuh cinta?
Ada berbagai cara jatuh cinta di dunia ini. Ada jatuh cinta pada pandangan pertama, jatuh cinta pada orang yang sudah lama kita kenal, jatuh cinta karena perhatian yang diberikan oleh orang itu, jatuh cinta pada seseorang yang tidak seharusnya kita cintai, dan lain-lain.
Bisa dibilang, aku sangat mudah jatuh cinta. Aku sadar akan hal itu dan mengakuinya. Mungkin beberapa bisa dibilang sebagai cinta monyet, namun cinta monyet, tetap merupakan sebuah cinta, kan?
Saat kelas empat SD, aku pernah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan anak laki-laki yang kutemui saat liburan keluar kota. Anak laki-laki yang bahkan tidak pernah bercakap-cakap padaku. Pertemuan kami hanya sebatas makan malam bersama keluargaku dan keluarganya. Jangan berpikir tentang perjodohan antar keluarga, karena hal itu hanya ada di novel-novel roman dan bukan dalam hidupku.
Saat kelas enam SD, aku jatuh cinta pada teman sekelasku. Sebenarnya kami sudah lama kenal karena selalu sekelas selama dua tahun. Mendekati kelas enam akhir, kami menjadi lebih dekat. Ia suka bermain basket dan menjadi tim inti perwakilan sekolah. Sosoknya saat bermain basket dan sifatnya yang humoris membuatku menyukainya. Saat itu aku juga dekat dengan seorang anak perempuan. Bahkan jika dibandingkan dirinya, aku tidak ada apa-apa, mungkin itulah mengapa teman laki-lakiku itu lebih menyukainya dibandingkan aku. Suatu hari, anak laki-laki itu memintaku untuk membantunya. Dengan polosnya aku menyetujui hal itu dan berkata akan membantunya. Kisah itu berakhir saat aku pindah sekolah dan menyatakan perasaanku padanya lewat sebuah surat, serta mengubur perasaanku tanpa memutar rekaman suara yang ia berikan sebagai jawaban.
Saat MOS SMA, aku jatuh cinta pada kakak kelas yang kuberikan surat cinta sebagai tugas MOS. Saat itu setiap siswa baru diwajibkan menulis sebuah surat cinta dan memberikannya pada anggota OSIS berlawan jenis yang paling disukai dengan sebuah coklat. Aku memilihnya, kakak kelas yang menurutku paling tampan dibandingkan kakak senior yang lain. Walau MOS selesai, aku tetap menyukainya dan mataku tak lepas mencari bayangnya. Saat istirahat, melihat ia berdiri di depan kelasnya saja, sudah cukup membuatku puas. Hingga akhirnya kuketahui, ia menaruh hati pada teman sekelasnya dan akhirnya berpacaran.
Saat liburan kenaikan kelas, aku pergi ke rumah nenekku. Aku kembali jatuh cinta pada seorang anak laki-laki yang empat tahun lebih muda. Konyol? Memang, tapi itulah yang kurasakan. Kami cukup dekat selama liburan itu, karena tanteku dan mamanya berteman. Hampir setiap hari kami selalu pergi bersama. Ada juga adik perempuannya yang tidak pernah lepas dariku. Perasaan itu menghilang begitu saja saat liburan selesai.
Saat duduk di kelas dua, aku bergabung dengan sebuah genk. Tiga laki-laki dan dua perempuan, salah satunya diriku. Hatiku kembali memilih mengaitkan diri pada salah seorang anak laki-laki di genk itu. Aku suka melihatnya saat memainkan bass. Ditambah teman-teman sekelas yang mulai menjodoh-jodohkan kami. Aku bahkan ingat dengan jelas, saat aku memberikan first cake padanya saat ulang tahunku yang ke tujuh belas. Kejadian itu masih sangat membekas, walaupun pada akhirnya perasaan itu menguap begitu saja.
Saat aku baru lulus SMA, aku mulai dekat dengan seorang pria. Bermula dari percakapan dalam sebuah kegiatan, berujung hingga komunikasi via SMS setiap hari. Komunikasi kami sangat akrab, bahkan sering kali saling mengkhawatirkan seakan hubungan dengan status. Saling mengucapkan selamat pagi, mengingatkan makan, bercerita kejadian sehari-hari, hingga berakhir dengan ucapan selamat malam sebelun tidur. Hingga suatu hari ia memudarkan segalanya. Saat ia bertanya mengenai statusnya di mataku serta mengatakan hanya menganggapku sebagai seorang adik. Gengsi dalam diri menyuruhku untuk mengatakan hal yang sama. Entah berapa kali pria itu terus mengatakan hal yang sama, hingga membuat rasa itu semakin hilang setiap kali ia mengajukan pertanyaan itu. Pada akhirnya aku memilih menjauh dan mengakhiri komunikasi kami.

KAMU SEDANG MEMBACA
Long Distance Love
ChickLitKisah seorang perempuan yang jatuh hati pada pria yang bahkan belum pernah ia temui. Jarak dan perbedaan waktu memisahkan mereka. Hanya komunikasi lewat email yang mereka lakukan. Hanya satu cara untuk menyatukan mereka, yaitu dengan menghapus jarak...