Dua

354 11 0
                                        

***Prilly POV***

Rumah sederhana tetapi sangat nyaman ini mengingatkan ku pada rumah ku

" mari masuk " ucap umi

" iya umi " ucap ku mengikuti umi dari belakangnya

Ruang tamu yang cukup sederhana dengan sofa panjang berwarna cokelat , ku lihat banyak toples kecil berisikan kue kering

" umi katanya tadi ada yang telefon "

" iya sebentar sayang  umi sambungkan dulu "  umi mengambil telepon rumah di samping rak buku .

" ini Prill.." umi memberikan telepon yang sudah tersambung ke seseorang yang tadi menelepon aku

      aku tersenyum dan mengambil telepon itu

" Assalamualaikum " salam ku pada orang yang di sebrang sana

" wa alaikum salam nak " suara ibu ku yang sangat ku rindukan

" ibu .. ibu apa kabar , ii kangen ibu . bapak bagaimana ibu sehat kan ? " tanya ku .

      ku yakin mataku susah berkaca kaca saat ini

" ibu baik nak bapak juga baik ..ibu juga sangat kangen kamu nak . kamu bagaimana ? " ucap ibu

" syukur alhamdulillah kalo gitu , ii baik baik saja bu , ii di sini mendapat banyak teman baik baik deh teman ii bu "  ucap ku mulai manja

      ku lirik umi sekilas . umi terkekeh mendengar ku ,
ku rasa aku jadi malu sendiri

" alhamdulillah kalo begitu "

" ibu tidak sayang ii yaa ? " tanya ku

" ko bilang begitu sih i "

" abis ibu ngomongnya gak pake sayang sayang biasanya kan pake "  ucap ku merajuk             

aku sungguh merindukan ratu ku itu

" iya sayang anak ibu yang cantik " ucap ibu ku

" nah gitu kan enak ..hehehe " ucap ku terkekeh geli

" yasudah ibu mau bantu bapak dulu ya nak toko roti kita lagi berkembang pesat " ucap ibu memberi tahu ku

" iya deh eh satu lagi " cegah ku saat ibu akan mematikan sambungan teleponnya

" apa lagi nak ? " tanya ibu

" ii sayangggg sama ibu..."  ucap ku

" iya sayang ibu juga sayang sama ii , yaudah assalamualaikum sayang "

" wa alaikum salam bu "

      sambungan pun terputus aku tersenyum lebar kepada umi yang menatap ku lembut

" itu ibu ku mi " ucap ku memberi tahu

" iya Prill.. oya makan dulu itu cemilannya " tawar umi

" ekmm Prilly balik ke kamar aja ya ..mi " ucap ku

" jangan dulu sayang .. umi pingin ngobrol lebih jauh lagi .. kamu bisa bikin kue tidak ? kita bikin yuk " ajak umi

" bisa umi "

      aku dan umi berjalan menuju dapur rumah ini
kami akan membuat kue kering tak lama ada seorang laki laki muda menghampiri kami , aku hanya menyibukkan diri dengan bahan kue

" umi .. umi masak apa ?" ucap laki laki itu

" eh ali sudah bangun nak , itu umi masak masakan kesukaan kamu " ucap umi

Cinta UntukmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang