***Prilly POV***
Rumah sederhana tetapi sangat nyaman ini mengingatkan ku pada rumah ku
" mari masuk " ucap umi
" iya umi " ucap ku mengikuti umi dari belakangnya
Ruang tamu yang cukup sederhana dengan sofa panjang berwarna cokelat , ku lihat banyak toples kecil berisikan kue kering
" umi katanya tadi ada yang telefon "
" iya sebentar sayang umi sambungkan dulu " umi mengambil telepon rumah di samping rak buku .
" ini Prill.." umi memberikan telepon yang sudah tersambung ke seseorang yang tadi menelepon aku
aku tersenyum dan mengambil telepon itu
" Assalamualaikum " salam ku pada orang yang di sebrang sana
" wa alaikum salam nak " suara ibu ku yang sangat ku rindukan
" ibu .. ibu apa kabar , ii kangen ibu . bapak bagaimana ibu sehat kan ? " tanya ku .
ku yakin mataku susah berkaca kaca saat ini
" ibu baik nak bapak juga baik ..ibu juga sangat kangen kamu nak . kamu bagaimana ? " ucap ibu
" syukur alhamdulillah kalo gitu , ii baik baik saja bu , ii di sini mendapat banyak teman baik baik deh teman ii bu " ucap ku mulai manja
ku lirik umi sekilas . umi terkekeh mendengar ku ,
ku rasa aku jadi malu sendiri
" alhamdulillah kalo begitu "
" ibu tidak sayang ii yaa ? " tanya ku
" ko bilang begitu sih i "
" abis ibu ngomongnya gak pake sayang sayang biasanya kan pake " ucap ku merajuk
aku sungguh merindukan ratu ku itu
" iya sayang anak ibu yang cantik " ucap ibu ku
" nah gitu kan enak ..hehehe " ucap ku terkekeh geli
" yasudah ibu mau bantu bapak dulu ya nak toko roti kita lagi berkembang pesat " ucap ibu memberi tahu ku
" iya deh eh satu lagi " cegah ku saat ibu akan mematikan sambungan teleponnya
" apa lagi nak ? " tanya ibu
" ii sayangggg sama ibu..." ucap ku
" iya sayang ibu juga sayang sama ii , yaudah assalamualaikum sayang "
" wa alaikum salam bu "
sambungan pun terputus aku tersenyum lebar kepada umi yang menatap ku lembut
" itu ibu ku mi " ucap ku memberi tahu
" iya Prill.. oya makan dulu itu cemilannya " tawar umi
" ekmm Prilly balik ke kamar aja ya ..mi " ucap ku
" jangan dulu sayang .. umi pingin ngobrol lebih jauh lagi .. kamu bisa bikin kue tidak ? kita bikin yuk " ajak umi
" bisa umi "
aku dan umi berjalan menuju dapur rumah ini
kami akan membuat kue kering tak lama ada seorang laki laki muda menghampiri kami , aku hanya menyibukkan diri dengan bahan kue
" umi .. umi masak apa ?" ucap laki laki itu
" eh ali sudah bangun nak , itu umi masak masakan kesukaan kamu " ucap umi
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untukmu
Romancemencintai mu dalam diam memang sangat menyiksa ku , tunggu aku ukth .. aku akan segera menghalalkan mu . . . . . . . . . karya : sofia kharisma triyani
