enam

280 12 0
                                        

      Pagi hari Ali terlihat sudah rapih dengan jas yang membalut tubuh kekarnya beserta kemeja hitam di balik jas tersebut

" pagi umi " Ali menduduki kursi biasa ia sarapan, di sebelah ujung meja biasanya terdapat abinya. namun, kali ini abinya tidak terlihat

" umi,  abi kemana? "

Uminya tengah menata masakan yang telah di siapkan, dengan berbalut celemek yang masih menempel di tubuhnya

" umi.. Ali nanya tidak di jawab " Ali merasa uminya berbeda

Kenapa dengan umi

" eh.. iya nak "

" abi mana? " pertanyaan yang sama dengan tadi

" abi sedang ke kantor nak. kamu mau berangkat ke kantorkan ?"

" untuk apa abi ke sana mi, sekarangkan ada Ali, Ali yang akan menggantikan abi "

Ali pov

" keuangan kantor sangat menurun nak, abi terpaksa memecat beberapa karyawan " jelas umi yang membuat ku kaget, baru kemarin aku melihat agenda keuangan lancar lancar saja mengapa sekarang bisa seperti itu

" yasudah mi Ali berangkat "

      Aku dengan terburu buru berangkat ke kantor yang sama dengan abi
Aku ingin tahu apa yang terjadi dengan keuangan kantor pasti tadi umi juga seperti itu karena masalah ini

Gedung yang menjulang tinggi terlihat di pandangan mata ku gedung yang banyak perubahan ini tengah bermasalah

Aku memasuki kantor pusat syarief compeny. itulah nama perusahaan ku dan abi kami memiliki beberapa perusahaan di berbagai belahan dunia namun pusatnya ada di indonesia tidak semua perusahaan kami pegang ada beberapa yang sudah kami percayakan pada orang kepercayaan kami beberapa perusahaan terdapat di eropa dan sebagian di asia kami memiliki tujuh perusahaan yang terbagi di negara

Amerika, prancis, turki, yunani, indonesia, korea, dan mesir

     Bahkan keluarga kami di sebut sebut orang terkaya ke empat dalam suatu situs namun aku tak bersombong hati

Ketika aku sudah sampai di ruangan yang akan ku tempati dengan pintu coklat bertulisan ruangan CEO

Aku memasuki ruangan itu dan terlihat abi yang sedang memijat pelipisnya

" abi.. "

      Abi mendongkak kan pandangannya yang sebelumnya terfokus pada lembar kertas

" Ali " abi berdiri dan memghampiriku yang baru setengah berjalan

***

      Pria paruh baya yang tak lain abinya Ali menghampiri Ali yang tengah berjalan dan mengajak Ali keluar ruangan menuju restoran depan kantor

Setelah beberapa saat di perjalanan kini kedua laki laki itu terduduk di salah satu sudut restoran yang lumayan sepi karena belum jam makan siang

" abi.. Bagaimana keuangan kantor bisa menurun drastis seperti ini " Ali sangat bingung pasalnya baru saja kemarin ia mengecek keuangan kantornya

" tidak tau nak, namun ada salah satu karyawan yang abi curigai dia namanya ryan beberapa waktu yang lalu abi liat melalui cctv dia mengutak atik berkas berkas di ruangan abi " jelas pria paruh baya

" tapi kenapa ia bisa berada di ruangan abi " tanya Ali

" kemarin sore abi suruh dia ambilkan berkas berkas yang tertinggal saat abi akan pulang "

Cinta UntukmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang