Berita buruk

778 51 7
                                        

Minho masih tersungkur dengan keadaan yang sangat kacau, di tambah lagi masalahnya dengan taemin. Rahangnya mengeras mengingat kelakuan taemin dan yuri. Ia sama sekali tidak menyangka akan seperti ini, tadinya ia menyangka bahwa yuri sudah pulang duluan ternyata ia malah tinggal dan berhasil membuatnya tidak sadarkan diri.

Perlahan, minho terbangun dan mengenakan semua pakaiannya. Ia berjalan perlahan menuju kamarnya, masuk ke kamar mandi karena badannya sudah terasa sangat gerah. Saat selesai mandi, terdengar bunyi dari bawah sana yang ternyata bunyi telpon rumah.

Tring.....tring.....tring.....

" ah...siapa yang menelpon di tengah malam begini menggangu saja " ucap minho dengan malas ia berjalan ke bawah dan mengangkat telpon rumah tersebut.

" hallo " ucap minho.

" .........."

" bicara yang jelas eomma "

" ........... "

" apa.....bagaimana bisa ? "

" .......... "

" baik aku akan segera kesana "

Dengan cepat minho berjalan ke arah mobil dan melajukan mobilnya sangat cepat meninggalkan sulli di rumah sendiri. Sulli kaget saat mendengar sebuah bunyi dentuman pintu sangat keras. Sulli berjalan keluar dengan mata sembab, ia melihat kamar minho tidak ada orang.

" kemana ia pergi tengah malam begini " gumam sulli heran.

Yuri yang melihat sulli berjalan ke arah tangga merencanakan sesuatu. Sulli berjalan menuju tangga dan menuruni anak tangga satu persatu. Saat ia berhasil menuruni 3 anak tangga, sulli terjatuh dan rencana yuri berhasil. Sulli tak sadarkan diri akibat benturan keras dikepalanya dan luka yang tadinya terjatuh di acara itu semakin melebar dan sulli mengeluarkan banyak sekali darah.

" itu akibatnya jika kau berani mengambil minho dariku " ucap yuri menyeringai jahat.

Di tempat lain, minho menyusuri koridor rumah sakit yang penerangannya redup-redup. Suasana rumah sakit saat itu sangat sunyi karena memang sekarang sudah tengah malam. Ia mencari dimana ruangan taemin berada. Saat di persimpangan koridor, ia mendengar suara tangisan yang sangat tidak asing baginya.

" eomma, appa " ucap minho berlari ke arah suara tangisan tersebut berasal.

" minho-ah, taemin hiks...hiks...hiks " ucap eomma minho kemudian menangis di pelukan minho.

" ini semua kesalahanku, arghhhh..., ini semua karena aku eomma " ucap minho frustasi. Eomma dan appa minho heran dengan apa yang dimaksud minho.

" apa maksudmu hah ? " tanya appa minho dengan suara membentak.

" iya, taemin...taemin kecelakaan karena aku " teriak minho frustasi. Sekejap, sebuah tangan halus berhasil mendarat di pipi minho yang menimbulkan efek merah di bagian sana.

Denga perdebatan yang belangsung selama beberapa menit, dokter yang tdinya menangani taemin di dalm sana keluar dan menghentikan semua perdebatan yang terjadi antara keluarga choi ini.

" maafkan kami pak, buk. Kami sudah melakukan yang terbaik tapi tuhan berkehendak lain. Maafkan kami " ucap dokter dengan nada kecewa. Sekejap di koridor rumah sakit itu terdengar suara isakan tangis namun ada suara yang mengganggu. Yach itu adalah suara dari mobil ambulance.

Dokter dan juga suster yang bertugas malam itu segera berlari dan mengeluarkan pasien yang berada di dalam mobil itu. Seorang yeoja yang terbaring lemah tak berdaya dengan bersimbah darah di kepala dan hidungnya itu segera di bawa ke ruang ICU. Minho tanpa sadar memalingkan wajahnya dan melihat yeoja tersebut.

MianhaeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang