perubahan

243 14 2
                                        

" minho "

Minho merasa ada yang aneh. Ia merasa mendengar sebuah suara yang sangat ia kenal, suara yang terdengar lembut dan serak itu membuatnya tersentak kaget dan langsung melihat ke arah suara itu dengan perasaan yang gembira.

" sulli-ah " ucap minho menyebut nama orang yang memanggil namanya.

" min..ohok...ohok...ohok " ucap sulli terhentik karena batuk, minho segera memberikan sulli air untun di minumnya.

" istirahatlah dulu " ucap minho dan sulli hanya mengangguk.

" sulli-ah, maafkan aku. Aku sangat menyesal, berikan aku 1 kali kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu " ucap minho memoho dengan menggenggam tangan sulli.

" a aku sudah me memaafkanmu minho. Bahkan jauh sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkanmu " jawab sulli, minho bnerbaring di samping sulli dan memeluknya.

Sulli pov

Aku merasakan ada yang menggenggam tanganku erat. Kucoba membuka mataku dengan sekuat tenaga tapi aku tidak bisa. Kudengar suara minho, apa yang dia lakukan?, aku mencobanya lagi. Berusaha membuka mataku untuk kedua kalinya, sebuah cahaya terang tengah mengelilingiku.

Mataku perlahan membuka, aku memperhatikan seluruh ruangan ternyata aku berada di rumah sakit. Mataku terhenti saat melihat sosok namja tengah menggenggam tanganku dengan erat. Perlahan aku mulai mengeluarkan suara.

" minho " ucapku serak. Ia terbangundanmenatapku dengan senyuman.

" sulli-ah "

" min ohok...ohok...ohok... " aku tak dapat lagimelanjutkan kata-kataku, tenggorokanku begitu kering hingga aku terbatuk.

" istirahatlah dulu " dia begitu perhatian kepadaku.

" sulli-ah, maafkan aku. Aku sangat menyesal, berikan aku 1 kali kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku di masa lalu " ucapnya yang membuatku ingin menangis. Aku memang sangat lebay orangnya.

" a aku sudah me memaafkanmu minho. Bahkan jauh sebelum kamu meminta maaf aku sudah memaafkanmu " ucapku. Dia perlahan berbaring didekatku dan memelukku. Pertama kalinya aku merasakan pelukannya. Hangat dan nyaman, itu yang kurasakan saat ini.

" minho " ucapku minho hanya berdehem saja 😆

" sudah berapa hari aku di rumah sakit ini? Maafkan aku karena aku kamu tidak masuk kerja dan " ucapku terhenti karena minho menutup mulutku "

" selama 6 bulan ini, kau koma dan..., kau memiliki penyakit tapi mengapa kau tidak pernah memberitahuku hah ? " tanya minho.

" aku takut untuk memberitahumu " jawabku menenggelamkan wajahn di dada bidang minho

" mianhae sulli-ah, jeongmal minhae " ucap minho mengeratkan pelukannya.

" gwenchana " ucapku

Sulli pov end

3 hari telah berlalu, sulli masih berada di rumah sakit begitupun dengan minho yang selalu setia menemani istrinya dan tak membiarkan siapapun yang mengganggunya.

" minho, kapan aku bisa pulang? Aku bosan tinggal di rumah sakit " ucap sulli manja, minho hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.

" jika kondisimu sudah stabil dan terapimu juga selesai " jawab minho, sulli memajukan bibirnya 1 senti ( ngambek😢) karena minho belum memperbolehkan sulli untuk pulang.

" kenapa tuh bibir, mau di cium ? Sini-sini ! " ucap minho menaik turunkan alisnya. Sulli dengan sigap menutup bibirnya dengan tangannya, sememtara minho asyik tertawa.

MianhaeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang