Tak bisa dipungkiri bahagia selalu melingkupi Jisoo, tiap kali dia bertemu Sehun. Jisoo bahkan lupa dengan fakta bahwa dia adalah istri Park Chanyeol, yang Jisoo tahu dia bahagia bersama Sehun tanpa memperdulikan akibatnya. Akan tetapi kalau Jisoo sudah berada di rumah, ketika Chanyeol memandanginya, tersenyum hangat tanpa rasa curiga sedikitpun, sebagian dari diri Jisoo selalu merasa sangat bersalah. Jisoo seperti menjadi manusia paling brengsek yang tidak tahu terima kasih, seharusnya Jisoo bersyukur bertemu dengan pria sebaik Park Chanyeol, bukan malah menghianatinya.
Park Chanyeol menerima Jisoo yang hamil dengan pria lain, tanpa pernah mengungkitnya sedikitpun, dia sangat menyayangi Jisoo dan Tyra tanpa pamrih ataupun berharap perasaannya akan dibalas suatu hari nanti. Chanyeol mencintai Jisoo, itu saja. Dia rela sakit berkali-kali karena rasa cintanya itu. Chanyeol tidak peduli. Baginya, mencintai tanpa alasan adalah hal yang paling benar, baginya sampai kapanpun Tyra Chania Park adalah putri kandungnya.
Chanyeol meraba keningnya yang sedikit hangat, sudah hampir dua minggu dia kerja sampai larut malam, terlalu banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Chanyeol bukanlah tipikal pria yang hobi mengeluh. Jisoo bahkan tidak tahu dengan kondisinya yang nyaris tumbang. Ditambah lagi dengan rasa gundah yang entah mengapa selalu mendatangi Chanyeol akhir-akhir ini, dia tidak tahu alasannya (lebih tepatnya tidak mau tahu). Sejak awal Chanyeol sengaja menutup mata dan telinga, tiap kali pengawalnya ingin memberi tahu semua hal yang Jisoo lakukan di belakangnya. Para pengawal yang sejak dulu sampai sekarang, Chanyeol perintahkan untuk selalu mengawasi semual hal yang Ryu Jisoo lakukan.
"Istirahlah, Chanyeol, aku akan menangani sisanya, kau bisa percaya padaku." kata Jongin, mereka baru saja menyelesaikan rapat direksi bulanan di ruang pertemuan.
"Yah, sepertinya begitu. Kau...," Chanyeol meraba kepalanya, dia pening, berkunang-kunang, lalu setelah itu Chanyeol tidak bisa melihat apapun. Semuanya gelap, dia hanya sempat mendengar Jongin meneriakkan namanya sebelum kesadarannya menghilang.
~000~
Sejujurnya Rila tidak pernah ingin mencampuri hal yang bukan urusannya, dia bukan tipe wanita yang hobi bergosip, dia juga bukan golongan manusia yang sibuk dengan masalah ataupun kebahagian orang lain. Namun bagi Rila, Ryu Jisoo mulai keterlaluan akhir-akhir ini. Jisoo selalu pergi sendirian dengan segudang alasan yang terkadang tidak masuk akal. Suatu ketika tanpa sepengetahuan siapapun (termasuk Jongin, Rila tidak ingin menambah beban pikiran suaminya yang sudah segudang) Rila mengambil keputusan sendiri untuk mengikuti Jisoo, dia mencari tahu apa yang sebenarnya Jisoo lakukan selama jeda waktu menunggu putri mereka sekolah.
"Ryu Ji, tunggu sebentar." kata Rila, dia tahu Jisoo pasti akan menemui pria itu lagi (Rila tidak tahu namanya)
"Ada apa, Rila? Aku harus pergi." Jisoo menunda untuk masuk ke dalam mobil.
"Sebentar saja, aku ingin mengatakan sesuatu," Rila menggiring Jisoo untuk duduk di bangku taman, masih di area halaman sekolah Tyra yang luas.
"Bukannya aku ingin mencampuri urusanmu, Ryu Ji, tapi aku mengatakan hal ini karena aku menganggapmu bagian dari keluargaku."
Jisoo mengernyit, tak paham arah pembicaraan Rila. "Maksudmu?"
"Aku mohon... berhentilah sebelum terlambat."
"Apa?"
"Park Chanyeol adalah sosok suami yang sangat baik, menurutku dia pria bertanggung jawab yang sangat menyayangimu dan Tyra. Percayalah padaku, kau tidak akan pernah bisa menemukan pria yang lebih baik dari Chanyeol di luar sana."
Jisoo geming, tapi kemudian dia mulai paham apa yang Rila maksud. Jisoo agak kesal, tak menyangka selama ini Rila mengawasinya.
"Dulu, aku juga pernah berpikir untuk mencari pria lain dan pergi jauh dari Jongin. Aku tidak suka dia, aku bahkan sangat membencinya, Jongin merampas semua impianku tentang deskripsi cinta sejati. Tapi kemudian aku sadar, di dunia ini, tidak ada hubungan yang lebih sempurna selain hubungan yang disatukan oleh Tuhan. Aku sudah berjanji untuk selalu bersama suamiku, sampai kematian menjemputku suatu hari nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Twilight
Fiksi PenggemarKetika membenci menjadi begitu mudah, ketika mengkhianati menjadi begitu benar dan ketika mencintai menjadi begitu salah. Ryu Jisoo, gadis cantik yang terjebak cinta terlarang dengan suami sahabatnya sendiri. Penghianatan yang dilakukan Jisoo pada a...
