Hai semua! Maaf baru update, untuk yang kena PHP maafkan author ya T^T. Ada sedikit masalah makanya baru bisa muncul sekarang. Maaf sekali lagi.
Kena tikung sahabat sendiri itu efeknya gede coy, hehe.
Oke!
Peringatan : ff gaje, abal, typo, alur kecepetan dan membosankan.
Happy read!
***
Hei, kemarilah... Aku ingin bercerita. Tentang hal yang dikubur dalam-dalam pada sebuah kebohongan.
***
Tidakkah terlihat? Dia memperhatikanmu. Selalu dan sedikit demi sedikit akan memiliki keserakahan
***
Hampir lebih dari 10 menit Taehyung memandangi pintu kamarnya. Tidak bergerak dari sana sedikitpun, menatap ragu juga gelisah pada objek mati didepan matanya saat ini. Hatinya was-was, dia tidak berani meninggalkan kamar dan bertemu mereka. Teman-temannya.
Entah karena efek bodoh atau dia memang kelewat panik hingga melakukan hal nekat kemarin malam. Dengan entengnya membasmi monstrum dihadapan mereka dan lebih parahnya—dia membawa masuk teman-temannya itu ke dalam Wepro berisi air pelindungnya. Dia yakin, mereka pasti akan bertanya macam-macam.
Namun, diantara semua kecemasannya itu, Taehyung bersyukur mereka selamat. Dia lega mengetahui dirinya tidak terlambat sampai. Tidak bisa dibayangkan, bila seandainya ular itu melahap Namjoon dan yang lainnya, Taehyung yakin—Dia akan lepas kendali saat itu juga.
Kembali iris kembarnya menerawang. Mencoba menerka apa yang akan terjadi nanti, saat semua kebenaran akan keluar dari bibirnya. Taehyung mungkin bisa menerima dirinya dibenci tapi—
Dia tidak mau mereka pergi.
Karenanya, sedari tadi pikiran bercabangnya sudah memiliki anak cabang lain. Menjalar kemana-mana, hingga tidak fokus pada suara handle pintu terbuka atau saat Jungkook mengibaskan telapak tangannya didepan wajah blank Taehyung.
“Hyung..”
Dan suara Jungkook berhasil menarik pikiran bercabang itu , membawa kesadarannya kembali. Manik Taehyung mengerjab lucu. Menatap namja kelinci tersebut dengan linglung. Oh—sepertinya, Kim Taehyung belum tersadar sepenuhnya.
Jungkook yang merasa gemas pun akhirnya menangkup kedua pipi hyung Aliennya itu dengan kedua tangannya. Dua sudut bibirnya melengkung ke atas, “Hyung…” ujarnya sekali lagi.
“Ech..”. Berhasil, akhirnya hyung-nya itu bersuara.
Tangan Jungkook melepaskan pipi Taehyung, kemudian meraih jemarinya. Perlahan menariknya menuju ambang pintu yang terbuka.
Taehyung tersadar, menghentikan langkahnya yang diseret Jungkook. Membuat namja kelinci itu ikut berhenti, menoleh ke belakang dan mendapati raut ragu disana.
"Kenapa hyung?". Jungkook amat sadar dengan sikap Taehyung ini tapi, berpura-pura tidak tahu mungkin lebih baik sekarang. "Jin hyung bisa marah kalau kita tidak segera ke dapur!"
"Ta..tapi Jungkook... Aku... Aku..."
"Ayo cepat!"
Taehyung mengutuk dalam hati. Dasar maknae menyebalkan! Gerutunya pelan. Meski bimbang, akhirnya dia menyerah, membiarkan Jungkook menarik tangannya, menyeret keluar kamar. Lagipula, cepat atau lambat mereka juga pasti akan menyuruhnya keluar kamar. Dengan wajah menunduk, Taehyung melangkah menuju ruang makan dorm. Dia tidak melihat jelas siapa saja yang berada disana, hanya saja mendengar suara-suara berisik juga gaduh. Taehyung menyimpulkan, semua member sudah duduk mengitari meja makan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Water (Kim Taehyung)
FanfictionKami hanya berbeda, tidak bermaksud menjadi pahlawan. Makhluk itu datang karena pintu neraka bawah terbuka. Kami hanya melindungi hal yang bisa dan harus dilindungi, sampai pintu itu ditutup kembali oleh si Dewa Tua yang sangat menyebalkan. . Jadi...