Chapter 5

310 21 2
                                    

Author pov.

Amanda terbangun dari tidurnya yang lelap, dia langsung mandi dan berganti pakaian seragam sekolah ,seperti biasa ia langsung turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama mama.

Amanda pun menuju ruang makan dan dia bertemu papanya yang sedang membaca koran.

"Aku kangen papa , papa jangan sering lembur dong Amanda kangen papa terus nih." Kata Amanda sambil memeluk papanya.

"Iya papa juga kangen banget sama kamu, oh ya papa punya hadiah buat kamu." jawab papa Amanda.

Papa Amanda pun mengeluarkan kotak kecil berwarna merah muda kesukaaanya dan berpita putih ,lucu sekali. Amanda pun membukanya ternyata sebuah kalung bertuliskan "AMANDA" cantik sekali.

Amanda pun langsung memeluk papanya erat erat dan tak lupa Amanda mengucapkan "Makasih papa aku sayang papa."

"Pa pasangin." pinta Amanda. Papanya pun mengenakan kalung itu pada Amanda.

"Udah udah ayo makan dulu nanti kamu telat." kata mama Amanda.

"Oke ma."

🔜🔜

Seperti biasa Amanda diantar oleh supir nya untuk mengantar Amanda di sekolah. Tetapi saat di perjalanan menuju sekolah tiba - tiba ban mobil meletus.

Amanda pun sampai kaget "Eh pak kenapa mobilnya?." tanya Amanda.

"Bentar ya non saya lihat dulu." Pak supir pun keluar untuk mengecek ban mobilnya ternyata ban mobil meletus karena ada paku di jalan.

"Non Amanda ternyata ban mobilnya meletus jadi bapak mau cari bengkel dulu." penjelasan supir Amanda pun membuat Amanda menjadi kebingunan pasalnya ini sudah jam mau masuk sekolah.

"Gimana dong pak saya udah mau telat ini." jawab Amanda.

"Ya udah non saya cariin taksi dulu." akhirnya supir Amanda pun pergi.

Aku pun keluar ke mobil untuk mencari taksi mungkin ada keajaiban. Tetapi tiba tiba sebuah motor ninja berwarna hitam datang. Sang pengendara motor itu pun membuka helmnya. Dan ternyata itu....
Angga

Aku pun kaget "Kok lo disini sih sana pergi." pinta Amanda.

"Kan ini emang jalan buat ke arah sekolah, kok lo gak berangkat? Ini udah mau jam masuk sekolah." tutur Angga.

"Bukan urusan lo, sana sana pergi." usir Amanda.

Tiba tiba supirku datang
"Non ternyata gak ada satupun taksi
lewat, eh ini siapa non?."

"Halo pak saya temen sekolah Amanda." jawab Angga. "Oh temennya non Amanda, oh kebetulan dong kamu datang kesini, jadi begini mobil ini bannya meletus karena terkena paku di jalan , terus saya cari taksu buat non Amanda eh ternyata tidak ada taksi lewat disini." jelas pak supir.

"Ya udah lo bareng gue aja ini udah mau telat loh, lo gak mau kan kalo lo telat gara gara gak ada taksi." ajak Angga.

"Males gue bareng lo." jawab Amanda sinis.

"Non Amanda bareng aja sama temen non percuma disini gak ada taksi." kata supir Amanda yang sedang memihak Angga.

"Iya deh iya."

Amanda pun pasrah dan naik ke motor Angga. "Pak kita berangkat dulu ya." pamit Angga sopan.

"Iya saya titip non Amanda ya." Angga pun merespon nya dengan ancungan jempol.

Angga pun menyalakan motornya dan Amanda naik ke motor Angga.

"Pegangan nda nanti lo jatuh."kata Angga.

"Enak aja lo mau cari kesempatan ya?." omel Amanda.

"Bukan gitu nda, gue cuma gak mau lo jatuh, gue juga bukan bermaksud buat aneh aneh sama lo." kata Angga.

"Iya iya."

Dengan terpaksa pun Amanda langsung pegangan pada Angga. Angga pun hanya tersenyum di balik helm.

🔜🔜

Selama perjalanan menuju ke sekolah tadi tidak ada pembicaraan , Angga ataupun Amanda tidak saling membuka pembicaraan.

Sesampainya di sekolah Angga memakirkan motornya dan melepas helmnya. Saat menengok ke belakang ternyata Amanda sudah pergi meninggalkan Angga.

Angga pun berlari dan mengikuti langkah Amanda.

"Eh lo kok main tinggal aja , gak bilang terima kasih." kata Angga.

"Makasih." jawab Amanda dengan sinis. Amanda pun langsung pergi meninggalkan Angga.

🔜🔜

Sesampainya Angga di kelas dia langsung duduk dan menatap kedua mata Amanda.

Amanda pun mulai risih ditatap terus menerus sama Angga "Apa an sih lo ngga ngeliatin gue kayak gitu." risih Amanda.

"Gue bingung aja gitu kenapa dari hari pertama gue jadi murid baru kenapa cuma lo yang ngebenci gue, paling gak terima kalok gue sekolah disini emang kenapa? Salah gue apa sama lo sampek segitunya lo ngebenci gue." tutur Angga. Ya Angga sudah capek dengan semua ini, dia sangat ingin berteman dengan Amanda yang selayaknya, Angga ingin tahu apa yang membuat Amanda sampai membencinya seperti itu.

Amanda hanya terdiam dengan semua perkataan Angga, ya dia hanya membenci Angga gara gara hal sepele dan itu pun sampai membuat Angga penasaran dan mulai pasrah atas perlakuan Amanda selama ini.

Amanda pun menghela nafas "Waktu istirahat di taman belakang disitu gue bakal jelasin semua kenapa gue sampek bisa ngebenci lo."

▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
Selamat membaca maaf kalok masih banyak typo.
Jangan lupa vote and comment ya.

Venus putri salsa billa

Perjuangan Cinta Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang