Author pov.
Rasa bingung Amanda pun membebani pikirannya. Mengapa aku sangat memujanya padahal wajahnya tidak terlalu tampan, sudahlah biarkan kenapa juga aku harus mikirin dia batin Amanda. Tiba tiba saja handphone Amanda berdering ternyata elina menelfon Amanda.
"Ada apa el?" tanya Amanda.
[Tadi lo kenapa hah di kantin kok tiba tiba murung]
"Lo tau gak murid baru yang namanya Angga itu"
[Tau,kenapa?]
"Ternyata dia yang kemarin ngebuat gue jatuh sampek gue telat dan lebih parahnya lagi dia gak minta maaf" jawab Amanda kesel.
[Oh,ternyata dia, mungkin dia gak sengaja nabrak lo dan mungkin juga dia lagi telat juga sama kayak lo]
"Tapi kan harusnya dia minta maaf atau seenggaknya nolongin gue el".
[Udahlah nda maafin aja kayaknya dia gak tau deh kalok yang dia tabrak itu lo]
Amanda pun hanya diam kalok dipikir pikir betul juga kata si elina kenapa gue harus marah sama Angga kan dia cuma nabrak dan gue gak lecet ataupun luka sedikitpun , tapi kan salah dia juga udah nabrak gak minta maaf juga batin Amanda.
[Amanda lo masih disitu kan?]
"Ya gue masih disini maaf ya el" jawab Amanda.
[Udahlah nda maafin aja pokoknya lo jangan marah melulu sama Angga lo jelasin kenapa lo jadi benci sama dia jadinya dia bisa minta maaf dan lo gak akan marah marahan lagi sama Angga , biar lo juga gak kebanyakan dosa , dosa lo udah numpuk bego hahahaha]
"Oke deh elina yang bijak gue akan laksanain ocehan lo semuanya".
[Yaudah gue tutup ya telfonnya ,awas sampe ingkar sama janji lo]
"Ya terserah lo ya udah by gue mau mandi". Amanda langsung menutup handponenya dan mandi.
Setelah Amanda mandi dia langsung makan ada mamanya disana yang sedang menyiapkan makanan.
"Papa belom dateng ma? Biasanya udah dateng jam segini" tanya Amanda.
"Papa lagi lembur jadi papa pulang besok" jawab mama Amanda. Amanda hanya menjawab oh.
"Amanda habis ini ikut mama ke supermarket ya? Persedian mama habis" ajak mama Amanda. "Iya ma aku juga lagi pengen keluar" jawab Amanda.
🔜🔜
Setelah beberapa jam memutari supermarket, akhir nya selesai sudah acar belanja mamanya Amanda.
"Ma, aku capek nih aku mau beli ice cream dulu mama ke kasir sendiri dulu oke."pinta Amanda kepada mama Amanda."Iyha tapi jangan lama lama ya mama tunggu di kasir."
Amanda pun langsung berlari menuju ke tempat ice cream berada , tetapi dia dengan tidak sengaja menyenggol seorang laki laki yang sedang berjalan berlawanan arah. Alhasil Amanda dan laki laki itu jatuh secara bersamaan.
Satu yang Amanda lihat dari laki laki itu wajahnya sangat tampan, alis yang tebal, hidung yang mancung dan satu lagi dia sangat tinggi. Ganteng banget batin Amanda.
Laki laki itu mengulurkan tangannya untuk menolong Amanda dan Amanda menerima uluran tangannya. Amanda masih melihat wajah laki laki itu.
"Eh kenapa lo liatin gue kayak gitu? Salah ya muka gue?." sial aku kepergok melihat wajah tampannya batin Amanda.
"G...ak kok gak ada yang salah dari wajah lo." jawab Amanda gugup "Oh ya maafin gue ya tadi nabrak lo, gue juga tadi gak liat liat waktu jalan sekali lagi maaf ya."
"Santai aja ya udah gue pergi dulu ya, lagi buru buru." pamitnya dan lalu pergi jauh.
Amanda hanya termenung dengan laki laki itu yang mulai menjauhi Amanda Oh ya bego kenapa tadi gue gak kenalan ya, gak papa deh semoga aja ketemu sama dia lagi batin Amanda.
"Amanda kenapa gak beli beli ice cream nya mama udah capek nungguin kamu gak balik balik." omel mama Amanda.
"Oh ya aku lupa maaf ya ma hehe." Aku pun langsung pergi ke tempat ice cream berada lalu menuju kasir dan pulang ke rumah bersama mama.
🔜🔜
"Kak kok lo lama banget sih, beli gituan aja lama banget capek gue duduk terus di mobil." omel Angga kepada kakaknya yaitu Esa.
"Ya maaf jangan marah mulu cepet tua lo nanti." canda Esa kepada Angga.
"Bercanda mulu lo udah cepet gua mau makan laper nih, cacing gue udah demo di perut." pinta Angga.
"Iya iya sabar napa." jawab Esa
Sementara itu Esa masih memikirkan gadis yang menabraknya tadi cewek tadi cantik manis pula , semoga gue ketemu sama dia lagi dan gak lupa kenalan juga sama dia batin Esa dengan muka senyum senyum sendiri sampai Angga bingung sendiri terhadao sikap kakaknya ini.
"Woy ngelamun aja buruan." omel Angga yang tidak tahan dengan rasa lapar yang mulai menyerangnya.
"Iya iya sabar monyet." balas Esa.
Esa pun mengendarai mobilnya da pergi meninggalkan supermarket itu.
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
Semoga kalian suka dan gak bosen bosen buat baca cerita aku. Maaf kalok ada kata yang gak nyambung atau banyak typo tolong dimaklumi aja.
Dan maaf aku jarang update lagi fokus mau naik ke kelas 9, tapi aku akan next terus cerita ini sampai ending tiba.
Makasih buat Liviachubby_ sudah mau editin coverku aku suka sama covernya makasih chubby.
Jangan lupa vote and comment oke.
See you next time.Venus putri salsa billa

KAMU SEDANG MEMBACA
Perjuangan Cinta
Teen Fiction"Gue suka sama lo, tapi gue bisa apa kalok sahabat kecil lo, cinta sma lo ?? Apa gue harus mundur dan relain cinta gue ke sahabat kecil lo, Angga??" Amanda putri agnesia "Tapi gue gk suka sma dia, gue dari kecil udah kayak saudara, gue...