Hari ini adalah hari terakhir MOS di SMA Pelita Harapan Bangsa.
Darwin, Ernest dan Fredella, mereka bertiga bersandar di sebuah pohon di dekat lapangan. Mereka bertiga memandang peserta MOS yang lain sedang kesana kemari meminta tanda tangan anggota osis.
"Bang, ngapain ya kita harus minta tanda tangan tuh osis? Padahal mereka tuh buka artis."tanya Ernest malas.
Darwin mengangkat bahu acuh. "Mana gue tau, gue kan bukan anak osis. Gue tuh anaknya mamah goyangan papah."
"Lah sejak kapan papah suka goyang bang? Kan yang suka goyang tuh mamah kalau denger musik dangdut."ucap Ernest sedikit bingung.
"Tanya aja tuh sama Della."ucap Darwin malas menjelaskan.
"Della kamu ngerti maksud bang Darwin tadi ga?"tanya Ernest masih penasaran.
"Ngerti bang, mungkin maksud bang Darwin papah suka goyang caesar yang keep smile itu."jawab Fredella dengan wajah datarnya.
Tanpa mereka bertiga sadari. Raka dan Rolando memperhatikan mereka dari belakang.
"Heh kalian trio tekdung ngapain disitu? Bukannya minta tanda tangan, kalian mau gue hukum lagi."ucapan Rolando membuat ketiga nya menoleh ke belakang.
"Enak aja di bilang trio tekdung, kita ini di buat resmi dan itu halal tau. Sudah di uji di kamar terdekat, bukan hasil pacaran terus tekdung yang hukumnya haram."kata Darwin tak terima.
"Uji apaan bang di kamar? Jangan bilang mamah sama papah sering di kamar juga lagi nguji kita halal apa kagak."sahut Ernest dengan menunjukkan wajah penasarannya.
Sontak ucapan Ernest tadi membuat Rolando tertawa keras, sedangkan Raka yang berdiri di sampingnya hanya menatap Fredella yang dari tadi hanya diam dengan wajah datarnya.
"Lo itu udah mau jadi anak SMA tapi masih polos. Jangan-jangan lo anak paling bego ya di keluarga lo."ucap Rolando sambil tersenyum mengejek.
Darwin menatap Rolando tajam, meski terkadang dirinya kesal dengan kepolosan adiknya itu. Tapi tetap aja Darwin tak suka jika Ernest di hina oleh orang lain.
Fredella yang sedari tadi hanya diam, kini dirinya melangkah maju menghampiri Rolando yang masih menunjukkan senyum mengejek kepada Ernest.
"Lo." tunjuk Fredella di depan wajah Rolando. "Emangnya udah ngerasa sempurna? Abang gue bukan bego tapi otak dia terlalu berkelas, ngapain juga dia harus mikirin hal sampah kaya gitu."
"Abang lo memang bego, jangan-jangan kalian masuk sini juga karena sogokan dan prestasi kalian juga hasil beli."ucap Rolando sinis.
Raka menepuk bahu Rolando untuk mengingatkan agar temannya tidak berbuat keributan. Namun Rolando menghempaskan tangan Raka sedikit kasar.
Rolando sangat tidak menyukai sikap Fredella yang menurutnya ini sangat menyebalkan. Berlaga so kuat tapi nyatanya dia lemah, karena bagi Rolando semua cewek itu lemah dan manja.
"Iya prestasi gue hasil beli. Tapi gue beli pake otak bukan duit."jawab Fredella santai.
"Haha pake otak lu bilang? Jangan munafik deh lo, gue tau kalian ini ga pintar. Cuma punya modal tampang doang."ucap Rolando semakin meremehkan.
Fredella hanya diam tidak merespon ucapan Rolando. Dan itu membuat Rolando semakin kesal dengan Fredella.
"Kenapa lo diam aja ? Jangan-jangan lo juga suka jual diri ya ke om-om biar prestasi lu bagus."ucap Rolando tertawa sinis.
Ernest menatap Rolando tak suka, mengapa sekarang Rolando malah menghina Fredella.
"Jual diri ke om? Hahaha lo gatau siapa kita sebenarnya. Gue bisa aja bikin bangkrut perusahaan bokap lu."celetuk Darwin sambil tersenyum mengejek.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Journey Of Madness Triplets [Completed]
Humor[Beberapa kali #1 in Humor] Sequel All About Feelings. Hanya menceritakan kisah anak kembar tiga. Mereka bertiga memiliki sifat yang berbeda namun mereka selalu kompak dalam mengerjai seseorang. Darwin yang dikenal si mesum, Sedangkan Ernest dia dik...
![The Journey Of Madness Triplets [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/89837617-64-k362988.jpg)