+++
Tentunya jinhwan panik melihat gadis itu menangis untuk pertama kalinya. Ia berusaha menenangkannya. Ia memeluknya, tapi gadis itu menolaknya dengan halus. Gadis itu mundur. Ia tidak menginginkan pelukan itu. Tidak dari jinhwan.
Junhee memberikan isyarat dengan tangannya kepada jinhwan agar tidak mengganggunya. Kemudian ia pergi meninggalkan jinhwan disana. Ia tidak berlari. Tapi langkah kakinya sangat cepat.
"Junhee!"
Itu suara junhoe. Membuat junhee semakin mempercepat langkah kakinya. Ia tidak mau bertemu dengan junhoe sekarang. Terlebih lagi dengan keadaan yang berantakan seperti ini. Dan juga, dia hanya tidak ingin melihat junhoe. Untuk kali ini saja. Ia sedikit muak.
Sayangnya dengan cepat junhoe menarik tangan junhee dan membelokkannya ke suatu ruangan. Ruangan itu kosong. Lebih tepatnya itu tempat property.
Junhoe menutup pintu ruangan itu.
"apasih lo"
Junhee menepis keras tangan lelaki itu yang tadi sempat menggenggamnya. Junhee benar benar kesal hingga berani menyingkirkan kata aku - kamu seperti yang biasa ia pakai jika bersama lelaki itu.
Junhoe menghela nafasnya. Sejujurnya junhoe adalah orang yang tempramen dan mudah sekali marah. Tapi untuk kesekian kalinya, ia tidak bisa marah jika itu Junhee.
"dengerin gue dulu jun—"
"gue gapapa kok"
Untuk pertama kalinya junhee berani mencela omongan seseorang. Hanya saja, ia tidak ingin mendengar apapun penjelasan dari junhoe.
"lo tuh salah paham"
"iya gue salah paham. Puas?"
"gapapa kok"
"gue juga tau diri gue siapa"
"gue ga lebih dari sekedar gebetan gebetan lo yang lain. Ga lebih dari degem yang selalu menuhin chatroom lo"
"lo ga perlu jelasin semua"
"gue udah denger semua"
"Tapi kenapa sih kak. lo harus dengan jelas nyuruh gue dateng kesini kalo emang udah ada kak rosie? Ga cukup satu cewe doang?"
"semua yang lo omongin itu salah"
"iya gue selalu salah"
"min junhee selalu salah di mata seorang goo junhoe"
"jun. Gue serius "
"gue bisa jelasin semua. Lo cuma harus dengerin gue tanpa menyela satu kata pun"
"buat apa juga lo jelasin semua kalo akhirnya lo terus main-main sama gue?"
Kali ini junhee dengan cepat menekan tombol di ponsel genggamnya. Dengan sangat cepat. Kemudian mengarahkannya ke telinga. Ia menelepon seseorang. Min Yoongi. Kakaknya.
Belum ada jawaban tapi junhoe sudah merebut ponsel itu dari tangannya. Tanpa ragu Ia segera mematikan panggilan itu.
"kembaliin bego!", teriak Junhee kesal
Sayangnya junhoe tidak akan memenuhi permintaan gadis itu. Tangan kirinya yang menggenggam ponsel itu ia angkat.
cukup tinggi, bahkan terlalu tinggi untuk bisa diraih oleh junhee meskipun dengan lompatan lompatan kecil. Gadis itu tidak bisa mengambilnya. Dan memang itulah yang diinginkan junhoe.
"kembaliin gue bilang!"
"ga bakal"
Junhoe semakin meninggikan ponsel itu. Bahkan sesekali menghindari junhee yang terus berusaha mengambil ponselnya.
"kembaliin! Gue mau telfon kak yoongi!"
"apa?! Buat apa?"
"ini udah malem dan gue mau pulang!"
"itu bukan alasan"
"cewe tuh gabole keluyuran malem malem bego!"
"ada gue disini"
"bodoamat gue ga peduli"
"kembaliin! Gue mau pulang!"
"gak"
"gue yang anter lo pulang"
...
Kebanyakan drama lo berdua
huh
