Sekarang mobil junhoe sudah tepat terparkir di depan rumah tetangga gadis yang ia antar. Rumah tetangga. T E T A N G G A.
Tapi bahkan junhee tidak berani untuk keluar. Jangan tanya kenapa. Kakaknya sudah menunggu di teras rumah. Min yoongi melipat kedua tangannya di depan dada, matanya berjaga ke kanan dan kiri. Pandangannya lebih sinis dari mata janda pengejar suami orang. Pakaiannya seadanya, hanya hoodie dan boxer sepanjang lutut.
soalnya kalo boxernya sepanjang paha, cewe yang lihat bisa minder habis lihat pahanya yoongi yang lebih mulus.
"tanggung jawab kak" Kata junhee datar sambil melirik sinis. Ia yakin yoongi akan marah nanti. Ini lebih dari jam 10 malam, untuk pertama kalinya junhee melanggar jam malam.
"enak aja tanggung jawab. emang lo gue hamilin apa"
"emang kakak mau enaena sama aku?"
Junhoe skakmat. Ia mengalah sekarang.
"iyaudah ayo hajar aja" "siap mati gue"
junhoe melepas safetybeltnya. Lalu melepas safetybelt milik junhee. Jantungnya junhee nyaris meledak. Hampir saja nafsu birahi junhee ingin mencium pipi lelaki itu secepat kilat. Tapi sayangnya hati nurani yang ia miliki menyuruhnya untuk khilaf.
Mereka berdua siap mental untuk mati malam itu.
Baru juga junhoe membuka pagar rumah.
"ENYAH LO", yoongi sudah mengeluarkan teriakannya
Jelas saja kedua orang itu tersentak. Junhoe yakin gadis yang ada di belakangnya ini pasti takut setengah mati. Ga jauh beda sama junhoe. Sama takutnya:v
Tapi junhoe bukan se-pengecut itu. Ia terus melanjutkan langkahnya. Kali ini ia menarik tangan junhee.
"TANGAN LO GAUSAH NYENTUH NYENTUH ADE GUE", yang kali ini yoongi lebih mantab dengan teriakannya
Genggaman mereka langsung lepas
"maaf kak gue anter junhee nya telat"
"JAM BERAPA SEKARANG"
"10 lebih li-"
"SETENGAH SEBELAS MALEM"
"ga sampe tuh" Kali ini junhoe melawan
Yoongi mendelik kesal.
"enyah lo jangan ganggu ade gue lagi"
Yoongi menarik junhee ke belakangnya.
"dia ga ganggu kali kak", junhee berbisik di telinga yoongi. Sayangnya bisikan itu terlalu keras hingga bisa di dengar dengan jelas oleh junhoe
Senyum kemenangan dipegang junhoe sekarang
Decakan kesal terus dikeluarkam yoongi sekarang
"maaf gue yang buat junhee telat pulang" "tapi gue ga apa apain junhee kok"
"jangan pernah muncul lagi lo depan gue", jawab yoongi ketus
"ga bisa" "gue mau jadi adik ipar lo kak"
Rasanya waktu sedang berhenti.
Bukan hanya junhee yang sedang memutar otak mencerna kata kata yang junhoe ucapkan. Bahkan yoongi juga.
Shit.
Batin yoongi
"i dont give a fuck man"
"i wanna fuck her bro"
W. H. A. T
Ok. Ketiganya melotot.
Jangan nanya lagi. Itu Junhoe keceplosan.
Sekarang junhoe menampar nampar mulutnya sendiri. Ia khilaf. Rasanya reputasi junhoe di mata yoongi benar bebar hancur lebur.
"bukan maksud gue ngompng giru"
"tae lo ya!"
Nyari saja yoongi memukul junhoe. Tapi tangannya ditahan oleh junhoe. Dengan sigap junhoe mengeluarkan senjata pemungkasnya dari saku jaket.
"BUAT LO!", teriak junhoe refleks
Yoongi tak bergeming. Itu gantungan kunci kumamon. Dengan bola bulu warna hitam di bawahnya.
"lo dapet darimana?" "bagus banget" Yoongi mengambil gantungan kunci itu. Ia bolak balik kanan kiri atas bawah. Semua sisi gantungan kunci ia perhatikan.
"buat lo"
"makasih dih. Lucu", yoongi luluh
"apasi yang ga buat kakak ipar"
"gasudi cih"
"yaudah mana balikin gantungan kuncinya"
Yoongi cepat cepat memasukkannya ke saku hoodie. Junhoe mengeluarkan senyum kemenangan untuk kedua kalinya.
"if you hurt my sister. I will hunt you down", kata yoongi ketus
"deal", junhoe mengulurkan tangannya. Berjabat tangan sebagai tanda bahwa ia akan menepati itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan malam ini, kesepakatan berhasil diraih. Hanya dengan sogokan gantungan kunci kumamon.
Padahal itu gantungan kuncinya hanbyul, adeknya hanbin. Mungkin besok junhoe bakal kena marah dari hanbin. Tapi hanbin ga ganas. Jadi ya junhoe ga takut.