6. Who's M ?

506 56 7
                                        

"Apa kau tak mendengarkan ucapanku? Aku bilang tunggu di luar Cafe. Dasar keras kepala" Sooji terkejut dan segera mendongkak-an kepalanya.

Damn batin Sooji

"Kau ini bodoh atau apa.  Aku sudah bilang tunggu diluar cafe. Biar aku memarkirkan mobilku dengan mudah. Dan kau malah berjalan seorang diri" lelaki itu berjalan mendekati Sooji. 

"K-kau?  Apa yang kau lakukan disini?"

"Tentu menjemputmu!"

Mingyu menatap wajah Sooji, dilihatnya hidung Sooji yang memerah.

"Sepertinya dia kedinginan"

Mingyu membuka jaketnya dan memakaikan jaket itu ditubuh Sooji. 

"Aku menyuruhmu menunggu diluar bukan tanpa alasan. Aku tahu malam ini suasana sangat dingin.  Maka dari itu aku memarkirkan mobilku di dekat cafe agar kau tak perlu berjalan dan merasakan dinginnya malam" ucap Mingyu seraya memakaikan jaket pada Sooji.  Sooji masih mematung. 

Seketika ia mengingat ucapan Eunwoo tadi.

Hal kecil saja seperti memberi wanita jaket agar tak kedinginan tak pernah ia lewati. Jika dia melakukan itu. Bersyukurlah, berarti dia serius

"Apa dia serius? Tidak tidak!! Sooji jangan berfikir aneh aneh!"

"Ayo cepat,  mobilku disana" Mingyu menarik pergelangan Sooji .

Sebelum memasuki mobil hitam di depannya,  Sooji terdiam.  Menatap Mingyu. 

"Apa? Kenapa kau---- Ah aku tahu" Mingyu mengangguk ngangguk.

"Ini mobil ku ,jangan kau kira aku tak membawa dompetku tapi aku tak punya mobil. Aku sungguh tak tahu kalau tadi dompetku tertinggal"

Sooji menatap Mingyu tak percaya.

"Kau masih belum percaya? Lihat,  sekarang aku membawa dompetku!" Mingyu mengeluarkan dompet di sakunya

"Tapi kau akan membawaku kemana?"

"Sungai han! Ya, sungai han sangat tepat untuk sepasang kekasih!"

Sooji mendelik "HEI ! KITA BUKAN SEPASANG KEKASIH!!"

"Ah ya aku lupa, bukan tapi akan" ujar Mingyu santai seraya memasuki kursi kemudi.




•••

Perjalanan berjalan dengan hening. Hingga kini mereka berhenti di sungai Han.  Lampu warna warni di jembatan , membuat cahaya nya semakin ramai. 

"Ayo" mingyu menarik pergelangan tangan Sooji.

"Hei kita kemana? Bukankah sungai han disana?"

"Apa kau tidak lapar setelah bekerja seharian ? Kita beli ramyeon dulu setelah itu kau bebas menikmati sungai han sesuka mu"

Ah,  ya.  Sooji merasakan perutnya minta diisi. Dan Sooji tak bisa menolak ajakan Mingyu karena dia memang lapar.

Sooji hanya pasrah ditarik Mingyu ke sebuah mininarket yang ada.  Mereka membeli 2 ramyeon seduh dan 2 coffee seduh.  Sooji mulai mengaduk ngaduk ramyeon di depannya. 

"Oh iya, siapa namamu?"

"Aku? Aku Mingyu"

Sooji mengangguk. "Kau siapa?"

"Aku Sooji" ucap Sooji disela sela ia menyeruput ramyeon ditangannya. 

Malam dingin seperti ini memang terasa nikmat sambil menikmati ramyeon pedas yang panas . Ditemani Coffee hangat yang tak terlalu manis. This perfect time .

"Kenapa kau berani mengajakku pergi? Padahal kau tak mengenalku"

"Kenapa kau tak menolak saat aku ajak pergi? Padahal kau tak mengenalku"

Sooji menatap Mingyu. Skakmat.  Mingyu malah membalikan pertanyaan.

"Jawab aku" Sooji menuntut

"Karena kau terasa familiar bagiku. Maka dari itu aku berani mengajakmu"

Sooji mengangguk , lalu menyuap lagi ramyeon di depannya. 

"Sooji-ssi"

"Panggil aku Sooji"

"Sooji apa kau jodohku?"

Sooji terkejut bukan main.  Ia tersedak ramyeon yang tengah ia kunyah. 

"Uhukk-uhukk" Sooji memegang dadanya.  Menahan sakitnya tersedak ramyeon yang pedas.

"Astaga ini minum" Mingyu memberi Sooji botol air putih yang besar. 
Dengan cepat Sooji meneguknya. 

Mingyu menatap Sooji khawatir.  Takut takut Sooji akan mati karena tersedak ramyeon.

Sooji mengatur nafas nya.  Mingyu mencoba menenangkan Sooji dengan menepuk nepuk punggung Sooji .

"Kau baik baik saja?"

"Baik baik saja pantatmu! Kenapa kau bisa berfikir bahwa aku jodohmu?" Sooji menatap Mingyu dengan tatapan kesal

"Aku pun tak tahu.  Aku hanya mengikuti kata hatiku.  Dia bilang,  kau jodohku"

Sooji lagi lagi mendelik pada Mingyu. Dan berlari meninggalkan Mingyu seraya menggenggam coffee ditangannya

"Ya! Sooji tunggu aku"

Mereka mulai mengelilingi sungai han sambil berjalan dan menggenggam coffee hangat. Malam ini sungai han terasa sepi.  Ya, karena ini sudah mulai malam . Pukul sepuluh malam tepatnya.

Mereka berjalan tanpa berbicara,  fokus pada fikiran masing masing.

"Mingyu" Sooji mulai membuka pembicaraan

"Hm" jawab mingyu seraya meneguk coffee-nya.

"Apa kau tahu siapa M ? aku penasaran siapa Hit Man dengan inisial M ini"

"UHUKK" Kini Mingyu yang tersedak.  Mingyu terkejut.  Ternyata Sooji mengetahui siapa M.

"Kau baik baik saja?" Sooji menepuk nepuk punggung Mingyu

"Aku baik baik saja.  Kenapa kau bertanya seperti itu? Aku tak tahu dia siapa"

"Hmm tidak.  Aku hanya penasaran saja . Hebat sekali dia, tak pernah diketahui jejaknya"

"Hmm" Mingyu mulai berkeringat. Namun sebisa mungkin Mingyu mencoba rileks. Ia tak boleh dicurigai gerak gerik nya.

"Ah!" Teriak Sooji membuat Mingyu menoleh.

"Apa M itu adalah kau? M adalah MINGYU?" Mingyu membelalakan matanya. 

"YA! BAGAIMANA BISA KAU BERFIKIR ITU AKU?"

"Ah ani , sepertinya bukan kau. Hit Man cerdas.  Kau? Errr tidak tidak"





























Who's M?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 03, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hit Man Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang