Chapter 3/?

2K 153 9
                                        

Bayangannya selalu mengisi pikirannya. Padahal sudah selang seminggu sejak kejadian itu, tapi Taehyung masih saja teringat akan wajah manis gadis itu.
"Oppa." Ia sangat ingat bagaimana imutnya suara gadis itu saat memanggilnya. Aneh memang, sangat banyak gadis yang lebih cantik bahkan darinya, yang memanggilnya dengan panggilan yang sangat umum itu, tapi entah kenapa dia berbeda.
"Hyung, hyung. Itu saja! Aku mau nonton yang ini." terdengar suara rusuh dari ruang keluarga, membangunkan Taehyung dari lamunannya. Ia bangun dan menghampiri sumber suara, tampak Jungkook, Suga dan Jimin berebutan remote tv disana. "Apa yang kalian lakukan?" tanya Taehyung penasaran.
Saat yang lainnya masih terpatung hendak menjelaskan ke Taehyung, Jungkook mengambil kesempatan dengan merebut remote itu dan mengganti siaran ke channel yang ia mau, yang mana membuat kedua hyung-nya itu terpaksa mengalah.
"Kau lihat saja sendiri apa yang dilakukan bocah ini. Dari tadi ia ingin memutar siaran yang entah apa bagusnya itu." terang Jimin menunjuk siaran komedi SNL yang berating dewasa itu. Taehyung tersentum iseng dan langsung meloncat ke sisi Jungkook yang tampak bersemangat di depan tv. "Oh, Jungkook-ah, kau mulai dewasa sekarang ya. Kau terlalu terang-terangan." godanya mengelus leher Jungkook lembut, namun tiada reaksi dari pria kelahiran 1997 itu. Ia hanya bersenandung kecil dengan wajah gembira menonton tv. Taehyung dan yang lainnya pun dibuat heran olehnya.
"Apa dia sedang mabuk?" Taehyung terlihat jengkel karena godaannya tidak mempan pada si bontot, padahal biasanya dia adalah yang paling mudah digoda. "Aku penasaran dengan apa yang sedang ditontonnya itu. Kenapa ia  mau menonton acara tidak bermutu seperti itu?" ucap Suga penasaran dan merebahkan badannya di samping Jungkook, ya walaupun tidak tertarik ia tetap menonton tv karena kekepoannya. Yang lainnya pun ikut merebahkan badan disebelahnya, ya Taehyung pun terpaksa mengikutinya.
"Ah! Itu dia!!" celetuk Jungkook membuat yang lainnya langsung mendongak ke tv.
"Oooooooo." Akhirnya mereka menyadari apa yang membuat Jungkook begitu niat merebut remote tv itu. Ya, ternyata bintang tamu SNL kali ini adalah Twice.
"Eh? Bocah ini." batin Taehyung sweatdrop. Namun pandangannya langsung terpusat kepada seseorang yang tadi baru saja dipikirkannya.
"Dia terlihat cocok memakai seragam sekolah." batinnya tanpa sadar tersenyum.
"Waah, mereka cute sekali~" ucap Jimin gemes, begitupun Suga yang tadi tampak tidak tertarik malah langsung duduk dan tidak kalah bersemangat dari Jungkook. Tanpa sadar keempat pria itu fokus menonton tv. Tibalah saat adegan dimana Tzuyu menghampiri seorang Pelawak. Ia terlihat sangat cantik dan membuat Pelawak itu benar-benar terpesona olehnya. Namun semakin lama dan semakin lama Tzuyu menjadi aneh. Kedatangannya yang diiringi dengan hembusan angin yang meniup rambutnya, awalnya sangat mempesona Pelawak tersebut, tapi ternyata ia menyadari ada kipas angin yang meniup rambutnya. Setelah itu adegan dimana Tzuyu berjalan seperi model di koridor, semua mata tertuju padanya, namun si Pelawak kesal saat Tzuyu membuat dirinya berjalan seolah dengan slow motion. Ia berteriak kepada Tzuyu untuk menghentikannya, tapi Tzuyu tidak menggubris dan meneruskan cat walking slow motionnya, namun bukannya alih-alih kesal, si Pelawak malah ikut berjalan slow motion sepertinya. Hal ini tentu saja membuat tawa di ruang keluarga membludak. Keempat anggota BTS itu terpingkal tertawa melihat kepolosan akting Tzuyu dan kekocakan Pelawak tersebut.
"Gila! Ngga nyangka banget ternyata si Tzuyu bisa ngelawak juga." ucap Suga membersihkan air mata yang keluar saking lucunya adegan tersebut. "Iya bener, padahal kemarin kayaknya kalem banget ya. Taunya bisa gokil juga." timbrung Jimin masih memegangi perutnya yang keram karena tertawa. "Tapi yang bikin ilfeel itu pas adegan Nayeon si tukang pinjam, hahaha." kali ini Suga dan Jimin histeris berdua menceritakan kembali adegan-adegan yang menarik tadi. Dilain sisi Taehyung dan Jungkook terdiam di posisi mereka, masih mendongakkan wajah ke tv, memandang takjub wajah mungil gadis berumur 17 tahun itu.
.
.
Hari ini digelarlah acara Idol Championship di Hall Gangnam. Beberapa artis mulai disambung meriah oleh fans yang menjadi penonton di stadium. Tak lama kemudian masuklah BTS yang disambut hangat oleh teriakan Army, ketujuh pria tampan itu duduk di belakang grup yang sebelumnya sudah masuk duluan. Tak lama masuklah GOT7 yang juga diiringi oleh teriakan Ahgase yang histeris, mereka melambai-lambai kepada fans mereka itu dan duduk tepat disebelah BTS.
"Yo, brother!" ucap kedua boyband itu saling menegur satu sama lain. Bahkan sekarang mereka bergabung dan terlihat seperti satu grup. Saling melemparkan canda dan tidak memperhatikan sekitar lagi. Hal ini membuat fans mereka makin histeris melihat persahabatan mereka itu.
"Twiiceeee!!" tiba-tiba MC meneriakkan nama girlgrup itu, yang mana tak kalah hebohnya sorakan Once. Namun tak hanya penonton, jelas sekali kedatangan kesembilan gadis itu membuat beberapa idol lainnya memperhatikan mereka.
"Ciee, ada Tzuyu tuuuh." goda Yugyeom berbisik ke Jungkook yang tampak malu dan memilih tidak memandangi kedatangan gadis-gadis itu. Ya, Yugyeom sangat dekat dengan Jungkook, dan hanya ia satu-satunya orang selain member BTS yang mengetahui peraaaan Jungkook ke Tzuyu. Tzuyu tampak tersenyum seperti yang lainnya sambil melambai ke fans mereka. Namun sesuatu mengalihkan pandangannya. Tak sengaja ia menatap pria itu, dan entah kebetulan atau apa, mata mereka bertemu. Namun keduanya pun langsung membuang pandangan, berusaha seolah tidak terjadi apa-apa. "Taehyung-hyung!" seseorang mengagetkan Taehyung yang baru saja melamun karena sibuk berpura-pura tidak memandangi Tzuyu barusan.
"Iya, sayang?" Taehyung kembali mencoba menyairkan suasana seperti dirinya sebelumnya. "Jangan bercanda di tempat seperti ini, pabo!" ucap Bambam mendorong pria yang terkenal narsis itu menjauh darinya.
"Hei, aku menyadarinya lho. Kau dan dia." goda Bambam yang ternyata menyadari Tzuyu dan dirinya tadi sempat bertemu mata. "Apa sih kau ini?" Taehyung berusaha mengelak, namun Bambam sudah tidak bisa dihentikan dan berubah menjadi Iblis yang licik. "Tidak salah lagi, kau dan dia, ehem ehem, hahahah." Bambam senyum-senyum iblis. Membuat Taehyung gregetan dan bangkit menjauh darinya. "Yah! Jangan pergi, hyung! Aku belum selesai!" teriak Bambam ingin menyusul, tapi ia dihentikan oleh Jaebum yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Kemudian Jimin ikut-ikutan memeluk pangeran Thailand itu dan menggodanya bersama Jaebum. Bambam meronta, tapi apa daya, rasa sayang kedua hyung-nya itu sangat kuat sehingga membuatnya harus memprioritaskan hidupnya terlebih dahulu.
"Aku ke kamar mandi dulu ya." ucap Jungkook tiba-tiba merasa kebelet. Yugyeom yang sibuk mendengar cerita lucu Jackson dan Namjoon mempersilakannya. Jongkook pun berlari kecil agar lebih cepat sampai. Dan benar saja, Jongkook melihat Tzuyu dan Sana sedang di lobby juga. Ya, di Lobby stadion ini fans tidak bisa melihat mereka dan banyak bangku-bangku untuk santai disana. Keduanya memilih untuk duduk sejenak sembari mengobrol dan melepas tawa. Entah kenapa Jungkook pun mengurungkan niatnya, ia merasa belum siap berjumpa lagi dengan gadis itu. Namun saat ia berbalik, tiba-tiba Sana memanggilnya. Ya, Jungkook dan Sana cukup akrab karena mereka pernah menjadi MC bersama. "Jungkook-ah!"
Jungkook tersenyum kepada Sana dan terpaksa mampir sebentar, membuat Tzuyu tersenyum kepadanya dan menunduk hormat. "Apa yang kalian lakukan disini?" Jungkook mencoba senormal mungkin. Sana mengangkat minumannya, "Kami mengambil ini. Dan oppa sendiri mau apa kesini?" tanya Sana penasaran. "Aku mau ke kamar mandi. Apa kalian tahu dimana kamar mandinya?" tanya Jungkook pura-pura bodoh. "Oh, di dalam ada tuh kayaknya." Sana menunjuk ke sudut ruangan. "Baiklah, terimakasih ya." Jungkook tersenyum senang. "Uhm, Sunbaenim. Gumawo untuk yang waktu itu." Tiba-tiba Tzuyu berbicara, yang mana membuat Jungkook langsung terpana dan sulit mengendalikan ekspresinya, lagi.
"Ah, aku tidak menolong. Taehyung-hyung yang membantumu waktu itu." ucap Jongkook segan. Tzuyu hanya tersenyum tak kalah segan. "Oh ya, kenapa masih memanggil Sunbaenim? Bukankah sudah kubilang panggil Oppa saja?" Entah kenapa Jungkook tiba-tiba bisa mengendalikan dirinya. Hal ini membuat Sana tertawa geli. "Wah, Jungkook-ah. Sepertinya Tzuyu tidak mudah mengucapkan Oppa. Ia hanya memanggil Oppa kepada orang-orang terdekat saja." Jungkook yang mendengarnya terlihat kecewa. Sedangkan Tzuyu hanya tersenyum segan.
"Ah, Mana yang nyaman aja sih. Baiklah, kalau gitu aku pergi dulu ya." Jungkook pun segera meninggalkan kedua gadis itu. Sana yang melihatnya menyikut Tzuyu pelan, "Wah, banyak sekali yang ingin dipanggil Oppa olehmu, Tzuyu-chan." goda Sana membuat Tzuyu menghela nafas dan menundukkan wajahnya.
"Benar juga. Sana-onnie dan Bambam-oppa mengatakan hal yang sama. Aku baru sadar kalau aku hanya memanggil Oppa kepada orang-orang terdekat yang sudah seperti keluarga. Tapi kenapa aku bisa memanggilnya Oppa juga waktu itu?" batin Tzuyu teringat akan Taehyung. Dan benar saja, tanpa sadar seseorang yang baru saja dipikirkannya berdiri di hadapannya.
"Yo, Tzuyu. Apa kau tidak tersesat lagi?"
"Oppa?" ucap Tzuyu kaget melihat Taehyung berdiri sangat dekat di hadapannya. Namun tak kalah kaget, Jungkook yang masih ada di ruangan itu dibuatnya speechless. "Dia memanggil hyung, Oppa?" batin Jungkook shock.
"Apa? Oppa?" Sana tak kalah kaget mendengarnya, sedangkan Tzuyu dan Taehyung terpaku menatap satu sama lain.
.
.
TBC

Oke, makasih chingu yang sudah membaca. Jangan lupa ikutin terus ya. Walaupun alurnya lambaat dan belum ketemu romantisnya, tapi tenang, Author mau bikin cerita yang sweet2 kecil dulu, nanti deh ya kita perlahan move ke hard nya gyahahaha
Always support ya 😍😍😍

Bulan keduaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang