05

158 16 1
                                    

Happy reading
...
🐈🐈🐈
Author pov

Sekarang adalah jam istirahat dimana para murid sedang berada di tempat favorite nya masing masing, tapi tidak dengan Dirga karena tadi dia disuruh oleh BU sari untuk meletakan buku yang digunakan untuk belajar tadi ke perpustakaan.

Setelah Dirga meletakan buku itu di perpustakaan Dirga pergi ke kantin karena cacing didalam perutnya sudah bernyanyi nyanyi meminta makanan, setibanya di kantin Dirga melihat kesekeliling mencari keberadaan dua Sohibnya itu, dan ternyata mereka sedang makan di ujung dekat jendela.

Dirga pun berjalan mendekat ke arah mereka dan ia pun melihat sudah ada tiga piring kosong diatas meja tersebut. "Pesanan gue mana?" Tanya Dirga

"Eh Dirga, udah selesai ngebalikin bukunya?" Tanya Tristan

"Hm....." Jawab Dirga

"Bisa gak sih lo kalau jawab tuh jangan cuma bilang HMM..., bilang apa kek gitu kan masih banyak kosakata," ucap Kelvin dengan geram

"Hhu..., pesanan gue mana?" Dirga pun menghela napas dan kembali bertanya

Kelvin pun mengelus dadanya karena Dirga tidak merespon ucapannya, "astagfirullah, sabar Kelvin orang ganteng selalu sabar," ucap Kelvin

"Disini," jawab Tristan sambil mengelus perutnya

"Kok lo makan?" Tanya Dirga

"Lagian lo lama sih, dari pada nanti dingin mending gue makan aja," ucap Tristan

"Ya udah," ucap Dirga sambil pergi menuju tempat jualan sate.

****
Dirga pov

"Bude pesan satenya padangnya satu, gak usah dikasih bawang,"

"Bude pesan sate pandangnya satu, gak usah dikasih bawang,"

Ucapku dan gadis yang tiba tiba datang dengan serempak

"Waduh gimana ya mas, mbak satenya tinggal satu porsi," ucap bude sate

"Ya udah, kasih dia aja bude," ucapku

"Eh... Gak usah untuk lo aja," ucap gadis itu

"Ga papa, untuk lo aja, gue juga gak lapar," ucapku, walaupun perut ku sudah demo minta diisi tapi aku kan cowok jadi harus ngalah, tiba tiba aku teringat sesuatu

"Bukanya ini cewek yang kemaren di petshop ya?" Batin ku

"Ga, untuk lo aja, lagian sebagai balas kebaikan lo tadi pagi karena sudah nunjukin jalan ke ruang kepala sekolah," ucap silla gadis itu.

"Untuk lo lagian kemaren baju kucingnya gue yang ambil," ucapku

Aku melihat ekspresi gadis itu seperti sedang berpikir. "Baju kucing?," tanya gadis itu "baju kucing? Oh jadi lo orang yang kemaren ambil baju kucing gue?"

"Itu baju gue yang ketemu duluan," ucap ku

"Enak aja gue duluan," balas cewek itu

"Udah ah, gue malas Debat sama lo," ucapku lalu pergi meninggal kan gadis itu

"Loh, lo gak jadi makan?" Tanya Kelvin

Pricilla's storyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang