Bagian 3

38 4 0
                                        

Beruntungnya ku menyukaimu yang peduli padaku walaupun aku bukan siapa-siapa mu.

******************************

"E-eh i-ya ikut"

Mareka berdua berjalan menuju permainan yang ingin dimainkan.Arif berjalan dengan santainya sambil sesekali membenarkan posisi kacamata sedangkan dita mengikuti arif dengan hati yang senangnya ngga kebayang menurutnya bisa jalan berdua sama doi tuh keajaiban.

Shit!gua jadi deg-degan gini dekat doi yaampun batin dita dalam hati.

"L-lo ga sama teman-teman lo?"
Dita sedikit gugup saat berbicara dengan arif didalam hati dia terus-terusan merutuki dirinya bodohnya dia seharusnya dia menunggu arif yang berbicara duluan supaya ga kaku gini.

"Teman-teman gua ninggalin gua.Emang tuh ya jahat banget elah"

"Emang kenapa?"

"Tadi gua keasikan main hp pas ngeliat eh tuh anak pada ilangan"
"Hahaha makanya jangan main hp mulu tau rasa kan lo"entah kenapa dita merasa itu lucu, apa pun yang di lakukan arif dita menyukainya. Emang ya cinta itu buta.

"Ketawa lo"cibir arif

"E-eh m-maaf"

"Hahahaha"

"Eh kenapa?"

"Lucu"jawab arif lalu dia kembali fokus memainkan permainan.

***
"Ikut gua yuk dit" ajak arif yang sudah selesai dengan permainan yang dimainkannya.Spontan dita mendongkak keatas dan mendapati matanya bertemu dengan arif tatapan mereka berdua beradu selama 3 detik lalu dita pun sadar.

"E-eh kemana?"
Yah kan deg-degan terus deket dia): gini mah susah ngomong lancar.

"Ikut aja ayo, lo jalannya di samping gua aja daripada lo jalan kata tadi kata penguntit tau"

"Enak aja penguntit"

"Yasudah ayo"

Arif membawa dita ke lantai 2, lantai 2 di mall itu adalah tempat khusus kuliner tidak heran jika banyak orang yang kelaparan disana.Mereka berdua memasuki sebuah kafe yang terletak di ujung bangunan lantai 2, kafe tersebut tidak terlalu ramai daripada tempat makan lainnya.Mereka memilih duduk dekat jendela yang menghadap kearah laut.

***
Dita memasuki rumah yang terlihat kosong setiap hari itu, ia berjalan ke lantai 2 menuju kamarnya, di hempaskan tubuhnya yang letih karena baru saja pulang.

Ingin sekali rasanya bercerita tentang keluh kesahnya, tapi pada siapa? Di rumah hanya ada ia sedangkan mama dan papa dita selalu lembur. Teman? Dita hanya mempunyai 1 teman, ya teman dita hanyalah raihan. Emang yang lain mana? Dita sudah ngga percaya teman yang tulus sejak kejadian itu, tragedi yang membuatnya trauma dengan yang namanya teman.

Huft.
Sesak rasanya tapi bisa apa?cuma bisa diam mengingat kejadian yang baru saja di alami nya, tadinya.. ia bahagia bisa berdua bersama arif, tapi saat mereka berada di kafe semua berubah menjadi menyebalkan baginya.

Flashback

Pelayan datang membawa pesanan yang mereka pesan.Tiba-tiba seseorang menepuk pundak arif.

"Eh vina.Ngapain disini?" Ujar arif.

Mendengar arif yang berbicara dengan seseorang dita pun membalikkan badannya, ia mendapati sosok perempuan yang sangat cantik memakai dress biru selutut, rambut yang diurai,iris mata berwarna biru dan wajah yang enak dipandang. Seperti bule? Ya tepat.

Mereka sangat akrab mengobrol,nama gadis itu vina,blasteran indonesia-belanda, cantik.Sedangkan aku? Aku cuma gadis yang menyukainya dari jauh. Pikir dita dalam hati, ia pun berjalan keluar kafe dan terpaksa menggunakan angkutan umum karena supir pribadinya tidak bisa menjemput.

Flashback off

Letih,lelah,lesu dan sakit.Sakit yang berbeda, kali ini bukanlah tubuhnya yang sakit tapi hatinya. Kalau saja mereka tak ke kafe itu mungkin ia sudah bahagia sekarang. Dita pun tertidur karena cape menangis.

***
Sekarang pelajaran sejarah tetapi arif tak konsen belajar, ia terus memikirkan dita. Bagaimana cewe itu pergi? Mengapa ia tak mengetahuinya?
Ah semua membuatnya bingung pokoknya ia harus mencari dita untuk bertanya.

Bel istirahat berbunyi, arif langsung berlari meninggalkan kelas sesudah memberi tau temannya bahwa ia harus mencari seseorang.

Oh iya perkenalan dulu sama teman-temannya arif, mereka termasuk most wanted di sekolah. Yang pertama ada reza cowo tinggi yang baik hati tapi kalau masalah ngejailin ga tanggung-tanggung, yang kedua ada leo yang suka ngaku-ngaku blasteran padahal cuma banjar-sunda ya walaupun gagah sih, yang ketiga ada farel cowo cool,gagah,baik,ramah, dan sayangnya sikapnya itu cuma diperlihatkan pada orang tertentu. Masalah cewe? Cueknya minta ampun, ngga ngurus dia mah. Dan terakhir fauzan, cowo paling tampan diantara teman-teman arif dengan sikap kocaknya yang ngga nanggung-nanggung tapi ada sayangnya, sayangnya dia.... playboy.sudah ya lanjut ke cerita hehe.

Arif berjalan menuju kantin.Tempat berkumpulnya para manusia disana ia mencari dita, hasilnya nihil. Sudah semua tempat di sekolah di kunjunginya untuk mencari dita tapi tidak ditemukan nya sama sekali, tapi tunggu ada tempat yang belum dilihatnya hanya 10% kemungkinan dita disana karena tempatnya sangat sepi.

Tanpa menunggu lama arif pun berlari menuju taman belakang sekolah disana ada dita duduk membelakanginya sambil memakan bekal, tidak perlu waktu lama arif pun menghampirinya.

"Dit gue boleh duduk ga?"
Dita yang tidak mendengar perkataan arif melanjutkan makannya,arif pun langsung duduk disamping dita.

"Lo sering makan sendiri gini dit?"

Dita kaget mendengar suara arif. "E-eh s-sejak kapan?"

"Barusan"

"Oh, biasanya gua emang gini kalau sudah selesai langsung ke lapangan deh."

"Ke lapangan? Ngapain?"

"Emm i-itu g-gua anu g-gua.. "

"ARIIIIIIIIF NGAPAIN DISITU SIH" suara di belakang mereka memotong kata-kata dita.

"Ah sial ngapain dia disini sih."umpat arif

"Bukannya dia cewe lo?"

"Itu cuma gosip doang, yaudah gua pergi ya daripada sama dia, dah"arif yang langsung berlari.

~author note~
Gaje ya? Hehe
Lama? Maap
Author nulis kalau mood aja.
Jangan lupa vote sama komen ya

KAMU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang