Cast : Kim so hyun, Yook sungjae, Kim saeron, Yoo ba rom, ahn jae hyun, Bae suzy dan lainnya
_____ Cerita ini tentang seorang gadis yang akhirnya jatuh cinta lagi. Tapi cinta yang kali ini sangat berbeda. Karena iya jatuh cinta dengan seseorang yang...
Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat pesta. Qiye, pibeng, oyun turun dari mobil dan pukis memarkirkan mobil terlebih dahulu. Qiye : nih.. (mengulurkan sebuah topeng) Oyun : ini buat apaan qiye? Pibeng : ini pesta topeng. Jadi kita semua harus pake topeng buat masuk kedalam. Oyun : pake topeng? Gak mau.. Pukis : qiye topeng buat kakak mana? Oyun : nih kak. (mengulurkan sebuah topeng pada pukis) Pibeng : punyaku yang? Qiye : (qiye mengeluarkan sebuah topeng) tada... Punya kita sama. Pibeng : makasih yang.. Qiye : nih yun ambil. Oyun : ga mau. Gua pulang aja ah.. Pukis : kalo oyun pulang kita juga Oyun terdiam sesaat dan menatap mereka satu persatu. Lalu dia berpikir sejenak "kalo pulang berarti qiye ga bisa menghabiskan waktu sama pibeng dan qiye pasti sedih. Terus kak pukis, dia kesini supaya bisa ketemu jodoh. Kasian kalo dia harus jomblo terus". Oyun mengambil topeng berwarna putih dari tangan qiye dan memakainya. Oyun : udah kan. Pukis : kamu makin cantik Qiye : (melirik pukis) ayok yun kita masuk aja.. Pibeng : gombalan lu ga mempan Pukis : lah gua ga gombal woy.
___ Mereka masuk ke dalam gedung dimana pesta akan berlangsung. Banyak pemuda-pemudi yang hadir. Dari teman-teman satu sekolah mereka sampai anak-anak dari sekolah lain. Yah yang punya acara adalah zelo anak pengusaha batu bara yang sukses. Jadi tidak salah kalau banyak yang datang ke acara yang diadakannya. Apalagi para jomblo yang berharap bisa bertemu belahan jiwanya seperti kak pukis. Mereka melihat kesekeliling, sangat sulit mengenali orang-orang yang hadir itu dari balik topeng. Qiye : oyun gua sama kak pibeng mau kesana. Lu sama kak pukis aja ya.. Oyun : iya Qiye : ayuk kak. Qiye dan pibeng pergi ke salah satu bagian dari keramaian. Oyun hanya berdiri dan melihat-lihat kesekitar. Pukis : yun kita duduk disana aja yuk Ajak pukis dan oyun mengikuti dari belakang.
___ Waktu pun berlalu, hari semakin malam dan pesta semakin meriah saja. Kali ini sebuah games akan dimainkan. 10 orang terpilih akan mencari pasangan untuk diajak berdansa dan pasangan dansa terbaik akan naik kepanggung untuk membuka topeng yang mereka pakai di depan banyak orang. Mereka juga akan dapat kesempatan untuk diner romantis di salah satu restorant ternama dengan gratis.
___ Oyun ikut menyaksikan permainan itu, namun tak sedikit pun terlintas di pikirannya bahwa dia akan jadi bagian dari permainan itu. Sepuluh orang sudah terpilih, qiye senang karna pukis juga terpilih. Pukis menunjuk seorang gadis berambut panjang dengan gaun dan topeng berwarna hitam. Gadis itu terlihat cantik meskipun wajahnya tersembunyi dibalik topeng. Sepertinya pukis tak salah memilih, dan itu terlihat baik saat gadis itu tak menolak ajakan pukis. Oyun yang sedang asik duduk sambil melihat orang-orang terpilih yang akan berdansa tak pernah mengira bahwa dia akan jadi bagian dari moment malam itu. Tinggal satu orang pria di atas panggung dan dia mendapat giliran untuk menentukan gadis yang akan dia ajak berdansa. Oyun tak melihat ke panggung saat pria itu menunjuk dirinya, bahkan saat orang-orang melihatnya ia tak sadar. Suasana hening dan oyun tetap diam tak berkata bahkan saat orang-orang bertanya apa dia mau ikut berdansa. Karna oyun tak sadar bahwa pertanyaan itu untuk dirinya. Qiye yang sadar dengan keadaan itu segera mendekati oyun. Qiye : oyun.. (memegang pundak oyun) Oyun : iya qiye. Kenapa? Qiye : (memainkan matanya dan melihat kesekeliling sebagai kode) lu ga sadar. Lu mikirin apa sih? Oyun : semua orang kok liatin gua ya (oyun sedikit kaget dan heran saat melihat semua orang menatap ke arahnya) gua bikin salah ya.. Mc : dek.. Oyun melihat ke panggung Mc : gimana? Oyun : (bingung) qiye mc-nya ngomong sama gua qiye? Qiye : iya yun. Lu di ajakin dansa.. Oyun : hah.. Gua? Dansa. Serius? (oyun sekali lagi melihat ke sekelilingnya) Qiye : yun.. Yun lu napa bengong (mengguncang bahu oyun) Oyun bingung. Apa yang harus dia lakukan, dia benar-benar tak ingin berdansa apalagi dengan orang yang tak dia kenal. Dia datang kesini hanya memenuhi keinginan qiye sahabatnya. Namun jika dia menolak, apa yang akan dipikirkan semua orang. Bukankah ini hanya permainan, haruskah dia bersikap seperti gadis yang jual mahal. Mc : dek.. Gimana? Oyun : iya Suasana langsung ricuh kembali, semua orang kembali memperhatikan para pasangan yang akan berdansa malam ini untuk memperebutkan kesempatan diner. Seorang pria menghampiri oyun, dia adalah pria yang tadi ada di panggung dan menunjuk oyun untuk berdansa dengannya.
___ Pria itu mengulurkan tangannya pada oyun. oyun berdiri dan melihat qiye dengan maksud bertanya apa yang harus dia lakukan. Qiye hanya tersenyum dan menaikan bahunya seolah-olah berkata aku tidak tahu. Laki-laki itu langsung saja memegang tangan oyun tanpa bertanya dan membawa oyun ditengah-tengah kerumunan. Yah disitulah oyun akan berdansa bersama pria yang tak dikenalnya dan disaksikan oleh banyak orang. Oyun hanya terpaku diam saat musik mulai diputar dan satu persatu pasangan mulai berdansa. Kak pukis juga terlihat romantis dengan gadis yang dipilihnya. Oyun bertanya-tanya kenapa pria ini memilihnya bukan gadis lain yang terlihat lebih sexy dan menarik. Oyun kembali dikagetkan dengan sikap dan tindakan pria itu. Dia mengambil tangan oyun dan meletakan di pinggangnya lalu menggenggam tangan yang satunya lagi dan setelah itu dia juga meletakan tangannya dipinggang oyun. Oyun agak risih, namun dia hanya bisa berharap bahwa musik segera berhenti.
___ Musik terus berputar dan para pasangan hanyut dibawa melody yang indah. Oyun hanya memikirkan satu hal, sampai kapan dia harus bergerak seperti boneka kesana kemari. Oyun tak sadar bahwa pria yang bersamanya terus menatap dirinya dari awal mereka berdansa. Oyun menatap pria yang bersamanya, namun tatapan itu bukanlah tatapan yang menyenangkan. Yah, oyun sangat kesal melihat tindakan pria itu. Dia meletakan tangan oyun di lehernya dan memeluk pinggang oyun, dia membuat posisi badan mereka jadi lebih dekat dengan wajah yang hampir bertemu. Oyun: apa yang kamu lakukan? (Tanya oyun dengan nada kesal sambil menatap pria itu). Oyun semakin kesal saat pria itu hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaannya. Oyun: ya.. Apa kamu bisu? Apa kamu tak tuli? Apa kamu buta? (tanya oyun dengan nada yang semakin kesal) Namun pria itu hanya menggelengkan kepalanya. Oyun benar-benar kesal dan tak bisa menahan lagi. Dia menarik tangannya dari pria itu dan berusaha melepaskan tangan pria itu dari pinggangnya. Namun pria itu malah memeluknya, bukannya langsung marah dan berusaha menolak untuk dipeluk oyun malah diam dalam pelukan pria itu. Orang-orang tak banyak yang menyadari hal itu. Sekalipun melihat, mereka malah menilainya sebagai tindakan yang romantis dan mendebarkan. Oyun diam bukan karna dia senang dipeluk pria itu, tapi dia sedang berpikir. Rasanya pelukan itu tak asing baginya, sebuah pelukan yang pernah ia dapatkan dari pria yang dia cintai dan pria yang juga mencintai dirinya. Oyun yakin, itu benar-benar dia, pria itu. Lalu, oyun mendorong tubuh pria itu yang sedang memeluknya. Entah kenapa oyun merasa punya energi lebih sehingga dia bisa mendorong pria itu dari pelukannya. Oyun : bair aku memastikan kalau itu kamu. Benar-benar kamu... Pria itu hanya diam. Oyun mengulurkan tangannya kedekat wajah pria itu. Dia bermaksud untuk membuka topeng itu dan si pria spontan memegang tangan oyun yang ada di wajahnya. "biar aku saja yang membukanya", kata pria bertopeng itu. Oyun terdiam saat pria itu membuka topengnya. Tiba-tiba saja oyun pergi sambil berlari. Qiye dan pibeng yang melihat ikut berlari mengejar oyun, begitu juga pria yang membuat oyun menangis seperti itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.