empat: gaplok nih lama2

10.7K 557 52
                                    

.

.

.

"Hoahhhm....wuahhh..."


Mingyu yang tadinya ingin menguap lebar, harus dikejutkan dengan sesuatu yang tiba-tiba saja menimpa kakinya. Dia terbangun, dan ini kejadian langka saat kedua matanya bahkan terbuka lebar sepagi ini.


Mingyu menoleh ke arah meja nakasnya, masih jam 7 pagi. Bahkan para pelayan mungkin belum datang.


Mingyu menyingkirkan kaki Wonwoo yang dengan indahnya jatuh diatas kakinya. Dia tertegun.


Diam...


Mematung...


Sungguh, ia benar-benar mengabaikannya selama ini. Atau dia hanya dibutakan atau ini kebohongan masal.


Bisa jadi Wonwoo menyembunyikannya selama ini, dengan sangat baik dan rapi.


'Jangan-jangan, Wonwoo yeoja???'


Mingyu memukuli kepalanya sendiri.


Ia tak mau tetap seperti namja bodoh yang selalu berfikir kelewat batas dan aneh. Tapi...

"Eoh... bagaimana kakimu bisa sebagus ini?" Mingyu berucap lirih sambil mengangumi kaki putih dengan jari mungilnya yang sungguh cantik.


Mingyu menoleh takut ke arah wajah namja yang masih terpejam itu. Yeah, bisa saja Wonwoo nanti bangun dan menendangnya.


Entahlah, sepertinya apa yang ia lakukan sekarang berjalan begitu saja...


Tanpa paksaan, atau bahkan Mingyu tak memikirkan apapun. Benar-benar berjalan begitu saja.


Mingyu turun dari bed-nya dan kemudian berdiri tepat didepan kaki Wonwoo.


Mingyu makin terlihat seperti kebanyakan ibu yang baru pertama kali melihat bayinya. Ada perasaan senang yang memenuhi hati dan pikiran Mingyu.


Mingyu merasa ia seperti orang yang mulai kehilangan kewarasannya.

NSFC (Not Suitable For Children)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang