"Gue bilang pulang ya pulang!" bentak kak yuta lagi, semakin membuat dia jadi pusat perhatian. Sementara dengan wajah pucat, sana cuma nunduk dan keliatan mulai gemeteran.
Ya jangankan sana, kamu aja merinding ngeliat wajah marah kak yuta saat ini. Marahnya orang ramah itu memang lebih serem dari pada orang galak.
"Tenang yut jangan emosi"
"Gimana gue ngga emosi yong. Ini anak dari tadi dikasi tau ngga mau jalan"
Kak taeyong nepuk – nepuk pundak kak yuta berusaha menenangkan. Selang beberapa detik, akhirnya sana bangun dan kamu denger dia terisak pelan. Kak yuta berdecak kesal lalu tanpa babibu narik tangan sana keluar.
Ya gimana ngga jadi kasar kalau sana nya dari tadi di alusin malah bandel :(
Setelah kak yuta dan sana berlalu, sekarang giliran jennie yang langsung berdiri dari duduknya. Dia natap kak taeyong takut. Seolah sekarang adalah gilirannya untuk dibentak sama kak taeyong.
Tapi kayanya itu cuma menurut jennie, bcs kak taeyong keliatan santai aja?
"Yong gue bisa jelasin semuanya" kata jennie dengan suara yang bergetar. Kak taeyong menghela nafas lalu nepuk punggung kamu.
"Nanti gue kabarin lagi" kak taeyong lalu jalan keluar Pizza Hut. Yang sepertinya memang sengaja dia lakuin biar jennie ngikutin dia keluar.
Jujur, sebenernya kamu pengen tau apa yang jennie sama kak taeyong omongin. Gimana reaksi kak taeyong ke jennie, atau sebaliknya. Tapi kamu tau kalo itu masalah pribadi mereka, jadi gak baik kalau kamu ikut campur. Lagi pula kamu udah punya hal yang harus diurus.
Kamu tatap hanbin yang terus ngeliat kearah lain. Ten narik tangan joy kembali ketempat duduk kalian seolah ngerti kalau kamu butuh waktu berdua sama hanbin.
"Jadi? Kenapa lo ngelakuin ini?" kamu bertopang dagu di depan hanbin. Cowo bermata sipit itu menghela nafas.
"Demi jennie" jawabnya singkat. Buat kamu mengkerutkan dahi. "Bukannya ada ya kata – kata bullshit soal 'ngelakuin apapun asal orang yang kita sayang bahagia'? Nah itu dia hal yang dengan bodohnya mau gue lakuin"
Kamu mengendikkan bahu, "Well setidaknya itu ngebuktiin kalau kalimat 'rasa sayang buat sabar dan bodoh jadi ngga ada bedanya' itu bener" dengan nada bercanda kamu mencoba buat suasana lebih rileks. Dan sepertinya berhasil, karna cowok didepanmu tertawa renyah.
"Gawat nih" kata hanbin disela tawanya.
"Kenapa?"
"Kalau gini terus, bisa – bisa gue beneran suka sama lo"
"Dih apaan sih" kamu mukul pelan tangan hanbin dimeja. Kalau gini mah bisa gawat juga buat kamu, karna sifat hanbin inilah yang buat kamu nyaman dideket dia.
"Tapi makasi ya han" ucapan hanbin buat dahi kamu mengekerut lagi.
"For what?"
"Karna kesepakatan gue sama jennie adalah, ada kesempatan kedua untuk gue deketin dia kalau dia ngga berhasil balikan sama kak taeyong"
Kamu tersenyum tipis melihat ekspresi getir hanbin. Ada semburat sedih sekaligus ketulusan di mata cowok itu. Secuek dan blak blakannya hanbin, pasti dia punya sifat lembut yang ngga diperlihatkan kesemua orang.
"Semoga jennie bisa ngeliat keseriusan lo" sahut kamu tulus, hanbin tersenyum simpul sambil nganggukin kepala.
"Nah, sekarang gue penasaran sama alasan sana. Ngga mungkin karna kak taeyong kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
spongebob; taeyong ✔
Random❝GUE DINOTIS SAMA DOI!!❞ [6-4-2017] #91 in random ©cupoftaey 2016
