04 : Tragedi

266 6 1
                                    

"Let the rain wash away
all the pain of yesterday"

-unknown

***

Kali ini aku datang paling pagi kesekolah. Karna aku berangkat sebelum keluargaku bangun. Sambil menunggu kelas ramai aku memainkan iPhone ku.

Kemudian suara hentakan kaki satu persatu memenuhi ruangan kelas ini.

"sil tumben udah dateng? Maap ya soal chat line kemaren" tanya tiara yang baru datang dan duduk disampingku.

Sambil menurunkan iphoneku. aku menjawab tiara.
"nggak ra. Guanya aja yang lebay kemaren hehe"

"ehm.. Tapi serius deh gue gak maksud begitu"

"iya ra santai aja kali.." kataku meyakinkan.

"HAI GAEZZ!" teriak naya dan reta berbarengan yang baru dateng dan langsung memghampiri meja kita

"biasa aja mba. Bisa copot nih kuping lama-lama" ucapku sambil menutup kupingku dan tiara berbarengan.

"tau masih pagi udah heboh aja" lanjut tiara

"hehe sorry.." mereka berdua (reta,naya) hanya nyengir kuda

"WOY! SEMUANYA DENGERIN!" suara bariton ketua kelas yaitu Dino. Mengintrupsi seisi kelas.

"Bu meta nggak masuk. Jadi disuruh kerjain paket b.Inggris hal 150-153!"

"hufth.. Guru gak masuk aja masih sempet ada tugas" kata Naya

"gue mau ngerjain di perpus. Disini berisik. Pada mau ikut gak?" tawarku pada mereka

"gak ah. Gue mager ke perpus" Jawab tiara.

"gua juga nggak deh sil."  ucap naya dan reta.

"yaudah gue keperpus dulu ciw"
Sambil berjalan melewati tempat duduk Dino aku meminta izin.

"no gue ngerjain diperpus ya"

"Bener perpus? Bukan kantin?"

"iyalah perpus. Masa gue bohong"

"okeh boleh" setelah mendapat izin.
Aku keluar dari kelas menuju perpus sambil membawa paket+buku tulis b.inggris dan kotak pensil.

***
Aku berjalan dilorong koridor menuju perpus. 'Ternyata kalo lagi jam pelajaran disini sepi banget. Eh kok jadi merinding gini ya'  benakku.

Detik.Menit.Jam sekarang ini kok ngerasa ada suara orang teriak gitu ya?

Aku berhenti sejenak. Demi apapun nengok.nggak.nengok.nggak. ok lebih baik aku lanjut jalan dan positif thinking.

"WOY! MINGG-"

"Aww.." aku dan buku yang kubawa jatuh kelantai karna seseorang mendorong ku dari belakang.

"kan udah dibilang. minggir" kata cowok yang jatuh juga disebelahku

'Hufth akhirnya firasatku salah ternyata itu suara Arvin. Padahal panik banget tadi :v'

"elo? Lagi? Kenapa sih!?" Kataku sambil menatapnya tajam. 'Gak tau apa lo bikin gue jantungan tadi' tambah benakku.

"lo yang kenapa. Emang gak denger gua bilang apa tadi."

Seraya menahan emosiku yang akan segera memuncak ini. Aku mengambil bukuku yang berjatuhan dan segera berdiri untuk fokus ke tujuan awal. Yaitu Perpus.Tapi dia dengan segera menahan tanganku.

Why You ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang