"Kalau ingin tau bagaimana
rasanya menyembunyikan
rasa sakit, tanyakan pada orang
yang terlihat bahagia."
-Asyila Nanta Arafah
Dan isi hatinya.
***
Flashback on*
"Kamu mau kemana?"
Perempuan dengan wajah polosnya bertanya pada pacarnya yang sudah siap dengan koper-kopernya.
"Bisa janji sama aku nggak?"
"Maksud kamu?"
"Janji kalo aku pergi dan gak ada disisi kamu lagi. Kamu harus kuat ngehadapin apapun nantinya"
"Kamu ngomong apa sih?! Kamu gak akan pergi!"
"1 jam lagi aku take off"
"Gak ren!! kamu mau kemana?! Dan kenapa?!"
"Maaf sil aku gak bisa kasih tau alesan aku pergi. Aku emang pengecut! saat kita ketemu lagi aku bakal jelasin kekamu"
"Iya kamu emang pengecut!"
"Jangan tunggu aku. Lupain aku sil. Lupain juga semua kenangan kita yang pernah terjadi. Dan saat kita ketemu lagi aku harap rasa kamu ke aku udah gak sama lagi seperti sekarang."
Sambil menyeka air mata yang terus mengalir membanjiri pipi mulusnya perempuan itu berucap.
"Ok, kalo itu yang kamu mau. Aku bakal ngelakuin apa yang kamu bilang. Tapi maaf, untuk opsi yang ke tiga jangan paksa aku buat lakuin itu."
Setelah mendengar jawaban dari asyila, laki laki bernama fahreno itu langsung menghambur memeluk pacarnya itu. Dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.
Tanpa asyila tau. Dia menangis dalam diam. Tanpa asyila tau. Ini juga menyakitkan hatinya. Tanpa asyila tau. Laki laki itu berusaha tegar didepannya.
Flashback off*
Perempuan itu sudah rapi dengan seragam sekolahnya hanya satu yang kurang, Wajahnya. Sedang tidak bersahabat dan tanpa sadar perempuan itu melamun didepan kaca rias kamarnya. Sambil bergumam.
"Hampir setahun lebih. aku berhasil gak sih ngelupain kamu ?"
Aku menarik napas dalam-dalam dan membuangnya untuk sedikit menenangkan fikiranku. Aku bangkit dari kursi rias ini dan segera berangkat sekolah. Karna aku ingat kejadian dimana aku pernah telat jadi aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi.
Saat aku akan berangkat aku menyadari bahwa rumah ini sepi. Sampai akhirnya kakaku keluar dari dapur.
Seakan tau dari raut wajahku kakaku berucap. "Oh ya mama sama papa keluar kota gak tau balik kapan"
'Hh.. dan aku gak tau?? Ini yang buat aku terbiasa sama keluarga ini' benakku. Aku diam tidak menjawab perkataan kakaku.
"Kakak juga nanti malem pulang telat. Ada tugas kelompok. Kamu dirumah sendiri gapapa kan?"
'Hh, emang biasanya gue dirumah sama siapa?! Masih dalam benakku.
"Gapapa. Yaudah kak sila berangkat duluan" belum kakaku menjawab aku sudah pergi dari hadapannya. Karna mood pagiku terlanjur hancur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why You ?
Teen FictionMengenalmu adalah keberuntungan tersendiri bagiku. Karna kamu, aku dapat merasakan lagi apa itu cinta. Perasaan. Dan Pengorbanan yang sebenarnya. Terima kasih. Karna kamu berhasil membuat hidup yang gelap ini menjadi berarti. -Asyila.N.A
