05 : Arvin Revano Pradipta

226 5 2
                                    

"Jika mencoba adalah
Cara yang tepat,
maka saya akan berusaha."

-Arvin Revano Pradipta

●●●

Malam ini dua orang karib dari laki-laki bernama Arvin itu sedang bersemayam dirumah pemiliknya.

"Ar napa lu jadi labil gini kaya anak bocah?" Celetuk Geri yang sedang sibuk dengan game diPS nya.

"Apansi gua gak labil sial" jawab Arvin

"Iya lu gak labil cuma jaim ar" tambah Randy yang juga sedang beradu game di PS bersama Geri.

"Anj- lo ran" balas Arvin sambil melempar snack yang sedang di makan kepada randy.

"Aishh anoa gua jadi kalah kan!" Seru randy pada Arvin karna dia kalah dalam permainan Drag Racing melawan Geri.

"Thanks ar gua jadi menang buat kesekian kalinya" ucap Geri sambil tersenyum penuh kemenangan. Yang dibalas cengiran kuda dari Arvin

"Udah gua gak maen lagi. Oh ya ar kenapa lo bingung sih cuma ngechat asyila aja?" Tanya Randy mengalihkan.

"Gua bukan bingung. cuma takut keliatan agresif nyet"

"Sejak kapan lo mikir begituan. Bukanya lo emang sering agresif ke semua cewek yang pengen lo deketin nyet?" Tambah Geri sambil menghampiri mereka berdua disofa.

"Anjirr lo ger. Tapi serius dah gua juga gak tau kenapa bisa gini"

"Awas tar suka" Ucap Randy

"Kalo gua sih setuju aja" tambah Geri

"Pada gak jelas sial"

"Gak boleh gitu. Kalo kenyataan gimana?" Jawab Geri

"Taulah pulang sono lo pada"

"Ih ngusir ayang arvin" Randy mulai gak jelas

"Geli tai. Udah sono gak perlu pada gua tendang dulu kan"

"Baru jam 8. Bsok kan minggu ar" itu geri

"Gua tau. Tapi lo pada udah berantakin rumah gua nyet. Nyokap bokap bentar lagi pulang jadi mending lo pulang" Arvin sebenernya tidak bermaksud mengusir. cuma ya ortunya itu bawel jadi dia malas untuk berdebat dengan ortunya cuma gara-gara rumahnya ini seperti kapal pecah sekarang.

"Yaudah nyet kita balik " pamit randy dan geri

Setelah dua teman tersialnya pulang. Arvin langsung memanggil bi mina pembantunya untuk membersihkan ruang tamunya yang berantakan ulah temanya itu.

"Bi ini berantakan beresin ya hehe" ucap arvin sambil nyengir kuda

"MASYALLAH Den?! Kenapa jadi kaya kapal pecah gini?!"

"Tadi ada temen. Yaudah bersihin ya bi sebelum bunda pulang. Arvin mau kekamar"

Bi mina hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat anak majikannya itu. Dia beruntung karna memiliki anak majikan yang walapun nakal tapi tetap patuh pada orangtuanya.

***

Toktok

Laki-laki itu mengerjapkan matanya berkali-kali karna mendengar kentukan pintu dari luar kamarnya.
Sambil melihat jam weker diatas nakas meja belajarnya.

08.00 am

Arvin bangun dengan rambut yang masih acak-acakan tapi tetap tidak mengurangi ketampanannya. sambil membuka pintu kamarnya. Ternyata yang mengetuk adalah bundanya. "Kenapa si bun ? Arvin kan gak sekolah"

Why You ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang