Liburan Musim Dingin untuk Lotte

1K 18 0
                                    


Lotte memandang keluar jendela dengan muram. Liburan musim dingin tahun ini akan menjadi liburan paling membosankan bagi Lotte. Betapa tidak, Ia memiliki waktu libur sekolah selama dua minggu. Tetapi tidak ada agenda liburan ke mana pun. Biasanya Ayah Lotte mengambil cuti akhir tahun yang bertepatan dengan libur sekolah Lotte. Ayah selalu mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan. Mereka kadang melakukan perjalanan dengan mobil ke pegunungan untuk melihat salju yang sudah turun lebih dulu di daerah sana. Atau pernah juga Ayah Lotte mengajak berwisata ke luar kota dan menginap beberapa hari. Tahun ini sayangnya Ayah Lotte tidak bisa mengambil cuti. Pekerjaan akhir tahun di kantor Ayah Lotte sedang menumpuk. Hal ini membuat Lotte merasa kecewa.

Hari ini Lotte hanya bermalas-malasan di depan sofa sambil memandang ke luar jendela. Salju pun bahkan belum turun di kota tempat tinggal Lotte. Ia tidak bisa bermain salju di luar bersama kawan-kawannya. Lagipula kawan-kawannya pasti sudah memiliki rencana libur sendiri dengan keluarganya.

"Hei, sudah cukup melamunnya." Ibu Lotte menjawil pipi Lotte.

"Ibu.. aku bosan sekali. Liburan sekolah masih panjang dan aku tidak punya kegiatan apapun untuk mengisi liburan. Kenapa sih Ayah harus bekerja di pekan liburan?" keluh Lotte.

"Kamu bisa membantu Ibu membuat kue.. atau belajar merajut mungkin?" Ibu memberi ide.

"Merajut tampak sulit, Bu. Aku sudah pernah belajar di kelas seni, tapi tidak begitu cocok untukku. Membuat kue sepertinya lebih menarik!"

Akhirnya siang itu Lotte memanggang biskuit jahe bersama Ibu. Memang terasa menyenangkan rasanya. Hanya esok harinya Lotte sudah merasa bosan kembali.

"Tidak asyik, Bu melakukan kegiatan yang sama berturut-turut. Lagipula kalau terus-menerus membuat biskuit jahe. Siapa yang mau memakan biskuit sebanyak itu?" Lotte kembali bertopang dagu.

Lotte memang anak tunggal. Sebab itulah Ia merasa kesepian, tidak ada saudara yang menemaninya bermain. Jika di rumah Ia lebih sering bermain dengan Ayah dan Ibu atau membaca buku.

"Bagaimana kalau kita berkunjung ke rumah Bibi Rose. Ia memiliki anak yang seumuran denganmu kan? Mungkin kalian bisa bermain bersama." usul Ibu.

Bibi Rose adalah kawan Ibu yang rumahnya berada di blok lain. Jarak rumahnya tidak terlalu jauh, sekitar sepuluh menit berjalan mereka sudah bisa sampai ke rumah Bibi Rose. Lotte mengangguk dan segera berkemas. Ia membawa serta kue jahe yang Ia dan Ibu buat untuk diberikan pada Bibi Rose dan anak-anaknya.

Bibi Rose menyambut mereka dengan hangat, "Mari masuk, Lotte. Billy, Suzy, Anna, dan Eric pasti senang bertemu dengan anak manis sepertimu."

Wah Bibi Rose memiliki empat anak? Pikir Lotte. Selama ini Lotte hanya kenal dengan Anna yang seusia dengannya. Itu karena Ia sering bertemu dengan Anna di perpustakaan sekolah.

Ibu dan Bibi Rose lalu asyik mengobrol sambil menyeduh teh. Lotte juga langsung tenggelam dalam permainan monopoli bersama anak-anak Bibi Rose.

"Bermain monopoli dengan banyak orang akan sangat menyenangkan. Makin ramai makin seru!" ujar Billy.

"Kita juga bisa bermain puzzle. Kami memiliki 1000 kepingan puzzle yang harus diselesaikan sebelum liburan usai. Puzzle ini khusus kami keluarkan saat musim dingin tiba. Kami biasanya memainkannya bersama." timpal Suzy.

"Atau.. kita juga bisa membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas di rumah. Anna selalu memiliki ide cemerlang untuk membuat barang-barang unik." Eric berkata tidak mau kalah.

"Seru sekali permainan-permainan yang kalian punya. Aku sudah bosan sekali bermain di rumah." kata Lotte.

"Kami sebenarnya juga kadang kehabisan ide untuk mengisi liburan musim dingin. Kami juga bosan, setiap tahun Kami selalu menghabiskan liburan di rumah saja." Eric sedikit murung.

"Memangnya kalian tidak pergi jalan-jalan untuk mengisi liburan?" Lotte sedikit heran.

"Yah.. anggota keluarga Kami banyak. Kalau Kami pergi jalan-jalan atau menginap ke tempat-tempat lain, biayanya akan sangat besar. Ayah bilang lebih baik biaya tersebut ditabung untuk sekolah Kami. Bisa untuk membeli buku, atau permainan yang bermanfaat, seperti puzzle ini." Billy si Sulung menjelaskan sambil nyengir.

Lotte terkesiap. Ia merasa bersalah, terutama pada Ayah. Ia sedikit merajuk karena tidak bisa pergi jalan-jalan di liburan kali ini. Padahal Keluarga Bibi Rose bahkan tidak pernah sekalipun melakukan perjalanan saat liburan musim dingin.

"Omong-omong kue jahe buatanmu enak sekali, Lotte. Mungkin lain kali kau bisa mengajari kami membuatnya bersama-sama." Anna berkata sambil mengunyah kue jahenya.

"Tentu saja!" Lotte tersenyum senang. Dalam hati Ia pun berjanji akan lebih bersyukur pada keadaan yang Ia miliki. Selain itu, liburan kali ini akan sangat seru, Ia memiliki empat orang teman bermain!


Kumpulan Cerpen AnakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang