-Rindy
Setelah selesai menghabiskan waktu bersama dengan riki. Kini saatnya kami harus mengakhiri kegiatannya karena hari sudah larut malam. Tak baik juga,aku pulang terlalu larut. Dan saat ini riki sedang mengatarku menuju kerumah.
Selama diperjalanan,aku dan riki sempat terjadi keheningan. Aku sama sekali tidak menyangka. Disaat aku baru memulai merasakan kebahagiaan,kini kenapa kebahagiaannya harus secepat ini pergi dariku?
Sungguh tidak adil.
Saat aku sedang memejamkan mata,tiba tiba terdengar suara dering ponsel berbunyi. Bukan! Ini bukanlah ponsel milik ku. Aku langsung membuka mataku dan menengok kesumber suara ponsel itu. Yang sudah aku yakini,bahwa ponsel itu adalah milim riki.
"Ponselmu berbunyi. Angkatlah siapa tahu penting" seruku. Riki tersenyum lalu mulai meraih ponselnya yang berada disebelah nya. Aku memperhatikan dengan siapa riki berbicara. Bukan menguping! Hanya saja aku cuma berfikir siapa yang menelfonnya. Terdengar percakapan riki dengan seseorang. Entahlah dia sedang berbicara dengan siapa. Akupun tak tahu.
"Hallo ?"
"...."
"Iya sebenarnya belum sih. Tapi setelah mengantar rindy pulang aku akan siap siap kok"
"..."
"Kenapa tidak jadi??"
"...."
"Ini serius ?? Aaa makasih teh. Love you emmuachh" ucap riki diakhir percakapannya itu.
Aku tersenyum dan melirik kearah riki "siapa?" tanyaku.
"Teteh.. Dia bilang,aku enggak usah pulang. Karena sekarang teteh lagi siap siap mau ke bandung. Setelah itu teteh langsung ke apartemen aku nanti. So? Kata teteh. Dia mau ketemu dengan kamu. Emm lebih tepatnya mau kenal dengan calon adik iparnya" ucap riki dengan senyuman mengoda.
Aku terngangah saat mendengar ucapan dari riki. What?? Tetehnya mau ketemu denganku?? Astaga!! Mimpi apa ini?? Aku belum siap ketemu dengan tetehnya.
"Kamu mau kan ketemu dengan tetehku?" ucapnya yang mampu membuyarkan lamunanku. "Eumm—iyy—iya deh aku mau" jawabku pasrah.
'Kenapa aku deg degan gini? Toh ini cuma ketemu sama tetehnya kan rin? Bukan mau ketemu dengan keluarga besarnya kan?' gumamku penuh keyakinan.
***
-Riki
Setelah aku menghantarkan rindy pulang aku langsung menuju ke apartemen ku yang jaraknya tepat berada di jantung kota bandung. Sedangkan rumah rindy berada sedikit menuju perkampungan. Rada jauh juga dari pusat perkotaan. Tapi lebih tepatnya kalau rumah rindy diperumahannya bukan diperkampungan.
Terakhir teteh ara mengabariku kalau sebentar lagi teteh akan segera ontheway menuju ke bandung. Entahlah,apa yang membuat niatnya berubah. Yang awalnya ia menyuruhku balik ke jakarta secepatnya,kini ia malah ingin kesini dan menyuruhku tetap disini.
Jarak dari jakarta menuju ke bandung lumayan jauh. Jadi aku memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu diatas ranjangku dengan berchatting dengan ayang beb—eh salah maksudku rindy.

KAMU SEDANG MEMBACA
TENTANG KAMU
Novela JuvenilIni Tentangmu, Hatiku, Dan Kisahmu yang hilang. by: Cindy Ammelia