Stasiun Kenangan

5.6K 59 2
                                        

Semua mata tertuju padamu
pertanda berangkatnya kereta sudah berbunyi
Kau hanya diam mematung disana
Melambaikan tangan salam perpisahan
Berat hati menjauhkan mataku dengan tubuhmu
Beruraian air mata jatuh menyentuh pipi
Hati menjerit ingin berbalik
Namun apadaya, roda berlari dengan cepatnya
Menghapus jarak antara kita
Mau sampai kapan?
Aku dengan keyakinanku, dan kamu dengan keyakinanmu
Ibarat rel kereta yang saling berdampingan tapi tak bisa bersatu
Kursi besi di sudut ruangan
Menjadi saksi sebuah perkenalan
Awal dari sebuah pertemanan
Biarkanlah mereka mengenang kisah kita
Yang kandas tertindas tanpa sempat berbalas
#EKRD

Kumpulan PuisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang