Disekolah, aku tidak melihat Oh dikelas. Hanya ada Bas dan temannya yang lain sedang mengerjakan tugas dibuku tulisnya. Aku tidak terlalu memikirkannya, karena untuk apa aku memikirkan seseorang yang mungkin saat ini sedang menyusun rencana untuk mengerjaiku nanti. Dengan mudahnya aku duduk dan melihat Kimmon datang dan menuju ke bangkunya. Dan dia menanyaiku mengenai keberadaan Ohm padaku, ku jawab yang ku tahu
"Oii, dimana musuhmu itu?" Pria tampan ini menanyaiku mengenai keberadaan Ohm.
"Entahlah, mengapa kau menanyakannya padaku?" Aku balik menanyainya.
Bas pun memutar posisi duduknya menghadap padaku untuk menayakan mengenai tugas kelompok yang akan kita kerjakan malam ini.
"Apa kau sudah menemukan topik tugas kita?" Pemuda pendek berparas lucu ini menanyaiku.
"Oh, tentu saja sudah. Kim pria tampan disekolah ini sudah mencarikannya." Kim berseru memuji dirinya sendiri karena ia ingin mendapatkan perhatian dari Bas.
"Lalu, nanti malam kita akan membahasnya, bukan?"
"Tentu. Sesuai dengan apa yang telah kita atur." Jawabku mengiyakan ucapan Bas karena ku harap tugas pertamaku sebagai murid baru ini cepat terselesaikan.
"Baiklah." Bas menjawabnya dan setelah itu kembali melanjutkan tugasnya.
Dan saat itulah Ohm datang dengan hal yang berbeda dari seperti biasanya, yaitu ia terlihat begitu tenang dan ringan tidak seperti biasanya yang suram dan banyak beban. Dia pun lantas menuju ketempatnya yang berada disebelahku dan duduk dengan tenang disana dan tidak merasa tegesah-gesah seperti murid lain yang sedang mengerjakan tugasnya. Hmm? Apa yang telah terjadi kepadanya?
Entahlah, aku menghiraukannya karena hidupku saja lebih penting daripada harus mengurusi hidup orang lain.
Waktu istirahat tiba, aku bersama siapa lagi jika bukan dengan Kimmon yang selalu menjadi arahku disekolah menyusuri lorong untuk menuju ke kantin menikmati waktu makan siangku. Dan sesampainya disana, aku melihat Ohm begitu senang mengobrol bersama ketiga temannya itu. Dia lebih banyak tersenyum dan tertawa hari ini, entah apa sebabnya aku tidak tahu. Apa ini dikarenakan ia sudah berdamai dengan ayahnya? Jika memang itu benar, aku cukup senang karena ia tidak akan mengangguku lagi. Ketika aku berada dibarisan dibelakang Kimmon untuk mengambil jatah makan siangku, mataku melirik kepada P'God yang sesekali melirikku saat ia sedang berbincang dengan temannya.
Ketika aku hendak mengambil jatah makan siangku, seorang wanita paruh baya yang menjaga stand tempat ia bekerja mengatakan kepadaku bahwa ia kehabisan stok.
"Maaf, Nong. Kami kehabisan stok." Wanita paruh baya itu memberitahuku dan membuat beberapa murid yang berbaris dibelakangku sedikit kecewah.
"Yah ...." Para murid bersorah kecewa mendengarnya. "Hari ini aku tidak mendapatkan makan siangku!!" Gumamnya para murid menggerutu.
"Bagaimana denganmu? Apa kau tidak makan?" Kimmon menanyaiku yang merasa sedikit kelaparan diperutku.
"Baiklah, bibi. Terima kasih." Ucapku berterima kasih pada wanita itu dan akhirnya para murid dibelakangku bergegas pergi. "Tidak apa-apa. Aku tidak lapar. Aku akan memesan minuman diluar." Ucapku menjawab pertanyaan Kimmon.
"Kau makanlah miliku ini." Dia menyodorkan makanannya itu padaku untuk membiarkanku memakan jatah makan siangnya.
"Tidak perlu, kau makanlah. Lagi pula aku masih kenyang."
"Oh, ada roti didalam tasku. Aku akan mengambilkannya untukmu." Dia mengingat kotak roti yang ada didalam tasnya itu.
"Nanti saja. Kau makanlah dulu, aku pergi untuk membeli minuman sebentar. Apa ada yang kau inginkan?"

KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Crush On You!!
FanficCerita Asli dari : @rusdysansya_ ©13 Juni 2017 - 20 Juli 2017. OhmToey version with GodBas Yang ku dengar dari semua siswa dia sangatlah kejam, jahat, tak memiliki rasa. Namun semuanya itu terpatahkan ketika dia mengatakan padaku "Don't worry. I'm C...