Song: Boom Clap by Charli XCX🎶
Selamat membaca
***
Selina mengedarkan pandangnnya mencari bos 'gila' nya yang entah menghilang kemana. Tiga puluh menit yang lalu mereka tiba di pesta dan sekarang dengan tidak bertanggung jawab bosnya itu menghilang entah kemana.
Hah. Selina duduk di salah satu sofa ia lelah dan ia masa bodo bosnya itu menghilang entah kemana. Tidak lama kemudian seorang pria duduk disebelahnya. Semula Selina biasa saja namun kelamaan ia menjadi gelisah saat pria itu terus menatpnya.
"Ada yang bisa saya bantu? Dari tadi anda terus melihat saya!" Selina benar benar tidak tahan untuk mengeluarkan kalimat tersebut.
"Ah maaf hanya penasaran saja. Saya tadi melihat anda datang bersama tuan Advision. Tidak biasanya tuan Advision datang kepesta bersama seorang perempuan biasanya dia datang sendiri kalau tidak biasanya dia hanya absen saja. Hm apa anda kekasih tuan Advision?" Pria itu menatap Selina lekat.
"Tidak! Aku bukan kekasihnya aku hanya sekedar sekertarisnya yang di minta untuk menemaninya kepesta ini." Bantah Selina.
"Oh."
"Oh ya perkenalkan nama saya Harris Antlanta." Pria itu mengulurkan tangannya. Selina yang semula bermaksud menyambut uluran tangan tersebut dan membalas ucapan pria itu terhenti oleh seseorang yang menggenggam tangannya erat. Selina menatap orang itu.
"Tuan Advision!"
"Ayo kita pulang Selina." Ucap Lucas dingin.
"Ta tapi tuan_
"Kita pulang Selina tidak ada bantahan." Ucap Lucas arogan.
"Oh Tuan Advision sudah lama kita tidak bertemu." Ucap Harris sambil tersenyum.
"Hm."
Entah hanya perasaannya saja atau memamg benar Selina merasakan aura permusuhan di antara dua orang pria itu. Selina menatap wajah Lucas yang terkesan lebih dingin dari sebelumnya. Lalu ia menatap Harris yang tengah tersenyum manis namaun menurutnya ada sesuatu yang disembunyikan di balik senyuman itu.
***
Suasana di dalam mobil benar-benar hening dan itu membuat Selina tidak nyaman. Ia menatap Lucas yang duduk disampingnya yang saat ini terlihat Lucas menatap dingin keluar jendela mobil. Ia juga menatap sopir yang sibuk menyetir. Dan suasana seperti ini benar-benar membuatnya tidak nyaman.
"Jangan bertemu dengannya lagi!" Suara Lucas terdengar memecah keheningan yang terjadi.
"Maaf apa?" Selina sedikit bingung dengan kalimat yang di ucapkan oleh Lucas.
"Jangan bertemu dengan pria itu lagi!" Lucas mengalihkan pandangannya dari luar jendela dan menatap tepat mata coklat Selina.
"Ta tapi_
"Jangan membantah ini bukan pertanyaan tapi perintah kamu hanya perlu mengikuti saja!" Ucap dingin Lucas.
"Ba baik tuan." Selina menunduk ia sedikit takut dengan Lucas saat ini. Rasanya ia saat ini berhadapan dengan sisi devil seorang Lucas.
"Aku antar kamu pulang. Pak Budi kita kerumah Selina dulu!" Ucap Lucas.
"Baik tuan." Jawab sopir yang bernama Budi itu.
***
TBC 3
Salam
Hunniewillis94🐺🐥🐣
KAMU SEDANG MEMBACA
THE DEVIL BILLIONAIRE
RomanceNew Version DON'T COPY MY STORY! *** Selina sang sekertaris dari seorang 'Devil' Lucas Justin Advision. Selama 2 tahun ia menjadi sekertaris Lucas, selama itu ia merasakan bagaimana 'derita' menjadi sekertaris Lucas.Hingga sebuah kebenaran terbuka...
