8

37 6 0
                                        

Sebelum baca, cuman mau bilang kalo di chapter ini ada sedikit kata - kata kasar. Hope u'll still enjoy

***

Harry memberhentikan mobilnya di sebuah flat, dari dalam mobil aku sudah bisa mendengar bahwa ada banyak orang di dalam sana.

"Lebih baik kau ikut turun denganku." Ucapnya dan tanpa lama lagi aku turun dari mobilnya dan mengikutinya.

"Mengapa disini ramai sekali?" Tetapi ia hanya mengabaikan pertanyaanku.

Aku terus mengikutinya berjalan dan kami berhenti di sebuah ruangan yang hanya ada beberapa orang. Mereka sedang duduk sambil memegang sepuntung rokok serta beberapa botol minuman yang berserakan di atas meja.

Astaga, sejak kapan ia berteman dengan mereka. Selama ini ia sangat baik dan aku bahkan tak menyangka jika ia mempunyai teman seperti ini. Memang selama ini aku tidak pernah pergi ke rumahnya dan pergi bertemu dengan temannya.

Aku sekarang mulai sedikit takut, bukan pada Harry tetapi pada teman - temannya. Perasaanku padanya tidak berubah sedikit pun meski aku tahu bahwa ia mempunyai teman seperti ini. Aku merasa bahwa dia jauh berbeda dengan teman - temannya, ataukah ia yang jauh berbeda saat berada denganku?

"Hey mate!" Ucap seorang dari mereka. Setelah mendengar suaranya, tubuhku langsung merinding dan dengan cepat aku menggenggam tangan Harry, ia menggenggam tanganku balik, lebih erat dari genggamanku.

Harry tak bersuara dan langsung duduk di salah satu kursi yang berada disitu masih sambil menggenggam tanganku.

"Who's this bitch? Apa dia untukku?" Ucap seorang lainnya. Aku sungguh kaget dengan apa yang baru saja ia katakan. Itu sungguh tak sopan dan sangat kasar.

"Shut your fucking mouth up, she's mine." Balas Harry dengan kata - kata yang lebih kasar lagi, what was that? Aku belum pernah mendengarnya berkata seperti ini, ia sungguh berbeda.  And what did he say? Aku miliknya?

"Wow, easy bro. Jadi sekarang kau bermain dengan dua perempuan sekaligus... what a jerk" Ucapnya sambil menghisap rokok yang ada di tangannya. Is this real? Aku tidak pernah membayangkan kalau ini akan terjadi.

"Fuck off, just tell me what you want." Ucapnya dengan sangat - sangat dingin. I am totally speechless.

"Malam ini ada pesta, kau harus datang." Balasnya santai.

"Kau menyuruhku datang kemari hanya untuk itu? U can just tell it from the damn phone." Harry terlihat kesal sekarang, dia masih menggenggam tanganku tetapi berusaha untuk tidak mengepalkan tangannya. Orang yang berbicara dengannya sedari tadi hanya tertawa pelan dan meneguk salah satu botol yang ada di atas meja. Aku juga tak tahu itu apa.

"Kabari aku jika kau sudah bosan dengan Addison, aku menantikannya." Ucap seseorang tiba - tiba. Sungguh gila, dia pikir perempuan itu hanya mainan?

"I don't give a fuck about you max. Dan ambil saja kalau kau mau." Setelah Harry berkata seperti itu, ia berdiri dan aku pun otomatis berdiri dan kami meninggalkan tempat itu.

"Don't be late." Teriak seseorang saat kami sudah hampir tak terlihat.

"What the hell was that?!?!" Ucapku dengan nada tinggi saat kami telah berada di dalam mobil. Aku mempunyai banyak sekali pertanyaan sekarang.

"Seperti yang kau lihat..." ucapnya dan menyalakan mobilnya.

"Sejak kapan kau berteman dengan mereka? Dan kau.... kau sungguh berbeda saat berada di dalam sana" Ucapku yang sekarang sedang menatapnya, ia masih terfokus ke arah jalan.

"It doesn't matter." Ucapnya dengan nada datar.

"It does matter! Dan oh mereka menyebut nama Addison, bahkan dia lebih tau banyak dari pada aku." Jelasku dengan cepat masih sambil menatapnya.

"Memang kenapa? Dia pacarku." Balasnya yang sukses membuatku tak bisa berkata - kata lagi. Aku sangat ingat ketika dia berkata bahwa aku miliknya dan dia tidak peduli jika temannya mengambil Addison darinya, tapi ternyata itu hanya omong kosong.

Kami sampai di rumahnya dengan diam, aku masih mempunyai 1000+ pertanyaan padanya tetapi ia sudah terlanjur menghancurkan mood ku.

"Jam berapa kau akan pulang?" Ia akhirnya membuka mulut saat kami sudah berada di dalam rumahnya. Ckk bahkan sekarang ia sangat mengharapkanku pergi.

"Aku bisa pulang sendiri, kau pergi saja ke pesta teman - temanmu nanti." Balasku dan pergi menuju kamar yang ku tempati.

Aku tak habis pikir, apakah Harry memang seperti itu? Mempunyai teman yang nakal, kasar dan sangat berbeda dengannya. Tetapi mengapa aku tidak pernah melihatnya seperti tadi saat kami berada di flat, ini sungguh gila.

Tapi di satu sisi, mengapa ia mau berteman denganku? Selama ini aku juga baru sadar kalau kita hanya selalu berdua jika bertemu, dia juga jarang mau bercerita tentang kehidupannya. Dan ternyata ini yang dia lakukan jika kita tidak bersama? Saat aku sedang bekerja dan pulang pada malam hari tetapi ia disini malah bersenang - senang dan mengadakan pesta? Sangat bertentangan dengan apa yang aku pikirkan. Entahlah, aku terlalu lelah untuk memikirkan semua itu dan aku tertidur dengan sendirinya.

---

Aku bangun dari tidurku dan langsung melihat jam yang ada di sampingku, ini sudah hampir jam 9? Ternyata aku tertidur cukup lama. Aku pun bangun dan turun untuk melihat apakah Harry masih disini atau ia sudah pergi. Well ternyata benar dugaanku, ia pergi dan membiarkanku disini.

Aku sejujurnya tidak tahu jalan pulang karena aku tertidur kemarin saat perjalanan kemari. Tetapi aku masih ingat jalan menuju ke flat tadi siang, jadi aku memutuskan untuk menyusul Harry kesana dan memintanya untuk mengantarkanku pulang.

Aku bersiap - siap dan memakai pakaian lain yang ia kasih tadi pagi, memakai ripped jeans yang ku pakai ke kampus kemarin lalu aku menutupnya dengan jaketku karena ini sudah lumayan larut dan udara luar pasti sangat dingin. After that, aku menelpon taxi dan pergi ke flat tadi.

---

Saat sampai, aku bisa melihat tempat ini sudah seperti pasar. Banyak sekali orang - orang yang sebagian besar memegang botol minuman di tangan mereka.

Aku sungguh bodoh, aku tidak memikirkan bahwa ini sebuah pesta dan bukan pesta seperti biasanya karena lihat saja orang - orang disini hanya memakai pakaian yang sangat tak pantas.

Tapi karena aku sudah terlanjur disini, aku harus menemukan Harry secepatnya atau hal yang tak ku inginkan bisa saja terjadi.

Aku mulai berjalan masuk dan ternyata keadaan di dalam lebih parah dari yang ada di luar. Lebih banyak orang yang sudah mabuk dan bahkan ada yang hampir bercinta di salah satu sofa. Aku sungguh ingin muntah saat ini juga, bau alcohol dan semua hal yang ada disini sudah membuatku pusing. Bagaimana mereka bisa betah di tempat seperti ini?

Aku masih berusaha melihat dengan seksama, tapi aku masih belum bisa menemukan Harry. Apa mungkin dia tidak berada disini? Apa dia hanya keluar untuk membeli makanan atau mungkin ada urusan lainnya? Aku sudah benar - benar takut sekarang.

"Shit, where are you Harry?" Ucapku yang sekarang sudah terduduk di salah satu sofa, aku sudah lelah dan disini terasa lebih panas karena banyaknya orang yang ada. Aku lalu membuka jaketku dan menguncir rambutku.

Wait.... that's him, dia duduk beberapa langkah di depanku dan ada seorang gadis disampingnya. Sialan kau Harry. Aku berdiri dari tempat duduk ku dan berjalan kearahnya.

Tetapi sebelum aku sampai, aku merasakan ada seseorang yang menarik tanganku cepat, membuatku berbalik. Dan sekarang aku dapat melihat siapa yang menarik tanganku.

"You?" Ucapku dengan kaget...

Tbc.

---

Lama - lama ceritanya makin gaje ya....Hmmm hmmmm.

What is love. || H.SCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang