Κεφάλαιο Θʹ: Format in the Soul [Remake]

447 38 12
                                        

Kapal Transportasi RBF - Menuju Dominion Orbital Core
Waktu Tersisa: 43 jam sebelum peluncuran Vex_03

Selama perjalanan melintasi orbit, suasana di dalam kapal begitu sunyi. Astria duduk di sudut, memeriksa ulang payload injeksi sistem. Luno memantau data resonansi dari chip EGO.S3.EXE. Sementara itu, Seraphina duduk di kapsul meditatif—tubuhnya tegang, tangan terkepal, mata menatap kosong.

Ia belum bicara sejak kemarin.

"Seraphina, denyut neuronmu mulai tidak stabil," kata Luno pelan. "Resonansi emosionalmu menurun drastis sejak integrasi terakhir."

Seraphina tidak menjawab. Jauh dalam pikirannya, suara-suara mulai tumpang tindih—seperti gema memori dan distorsi perintah. Kadang suara ibunya. Kadang suara sistem. Tapi lebih sering... suara dirinya yang bukan dirinya.

"Mereka semua pergi karena kau."
"Kau menyalahkan Umbrella, tapi kau sendiri takut karena yang akan menyelamatkan mereka adalah kau."

Malam sebelum misi infiltrasi, Seraphina terbangun dari mimpi aneh. Ia melihat dirinya berdiri di depan cermin, tetapi bayangan di cermin tidak meniru gerakannya.

Bayangan itu menyeringai.

"Kau bisa saja mencoba untuk menyelamatkan dunia..."
"Atau... kau bisa membiarkan aku untuk membakarnya agar tidak ada lagi yang perlu diselamatkan."

Seraphina meraih pecahan kaca dan melemparnya—hanya untuk mendapati dirinya terbangun di ruang medis dengan tangan berdarah.

***

Sementara itu di ruang kendali kapal, Astria mendekati Luno dengan suara lirih.

"Dia terkontaminasi. Resonansi EGO.S3 terlalu dalam. Ia membawa trauma sistemik seperti virus."
"Bukan hanya memorinya... sisi gelapnya juga diunduh kembali."

Luno menatap Seraphina dari kejauhan. "Kita belum kehilangan dia. Tapi kita harus mulai bersiap... kalau yang sampai di Umbrella bukanlah Seraphina—melainkan sisi tergelapnya."

Beberapa jam sebelum infiltrasi, Seraphina memutuskan utnuk masuk kembali ke dalam NeuraShell mini letaknya di dalam kapal—dengan satu tujuan: untuk menstabilkan dirinya sebelum misi utama.

Di dunia simulasi, ia kembali bertemu dengan ruang kenangan. Tapi kali ini, semuanya berbeda:

Rumah masa kecilnya, dimana ia tumbuh terbakar habis.

Ibunya menatap dirinya dari balik api, tanpa suara. Hanya tatapan.

Ayahnya tergantung diam di langit-langit rumah, lalu menghilang menjadi angka-angka biner.

Dan dirinya sendiri... yang duduk di tengah kobaran api, tersenyum penuh luka.

"Kenapa kau tetap kembali ke sini?" tanya sosok bayangan itu."Kau tahu aku adalah versi dirimu yang kuat. Yang bisa bertahan tanpa harapan. Tanpa orang tua. Tanpa cinta."

Seraphina menutup matanya. Suara hatinya berbisik:

"Karena jika aku menyerah... aku jadi kau."

Proses Konfrontasi Diri

Seraphina berdiri di hadapan versi gelap dirinya—mata mereka sejajar, tubuh mereka sama, tapi aura mereka berlawanan.

"Aku lahir dari kebencianmu. Dari ketakutanmu. Dari rasa bersalahmu."

"Mungkin. Tapi aku tidak akan hidup dengan yang mengendalikanku."

Bayangan itu tertawa. "Kau pikir kau bisa memprogram ulang luka?"

My Alterego:Rebirth [Remake]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang