SEDUHAN KOPI

586 8 1
                                        


Pada daun jendela
Wajah ku tergantung sayu
Menunggu sang kala berlalu

Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yang tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan.

Pada sendok yang beradu di dinding gelas, tersaji kopi untuk hadirmu yang kian menjauh

Kopi pertama malam ini. Manis, harum, hangat. Seperti tidak sengaja melamunkanmu di tengah perjalanan

Ketika orang yang engkau sayang dan engkau kenal meninggalkanmu, itu mungkin Tuhan yang ingin mengurusmu sendiri.

GEGURITAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang