Pada daun jendela
Wajah ku tergantung sayu
Menunggu sang kala berlalu
Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yang tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan.
Pada sendok yang beradu di dinding gelas, tersaji kopi untuk hadirmu yang kian menjauh
Kopi pertama malam ini. Manis, harum, hangat. Seperti tidak sengaja melamunkanmu di tengah perjalanan
Ketika orang yang engkau sayang dan engkau kenal meninggalkanmu, itu mungkin Tuhan yang ingin mengurusmu sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
GEGURITAN
PoesiaGeguritan yang saya buat berdasarkn pengalaman dalam bentuk torehan Semua saya tulis dan memerankanya dalam geguritan . Selamat membaca . Geguritan (berasal dari bahasa Jawa Tengahan, kata dasar: gurit, berarti "tatahan", "coretan")
